<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2533275937906378481</id><updated>2011-10-01T05:49:02.041-07:00</updated><category term='Pigur'/><category term='Harba PII'/><category term='Silang Rasa'/><category term='Konwil'/><category term='Sejawat'/><category term='PII'/><category term='Religius'/><category term='Lokasi'/><category term='Letupan Hati'/><category term='Gender'/><category term='Pendidikan'/><category term='Sajak'/><category term='Pluralisme'/><category term='Sosial'/><category term='IPDN'/><category term='Wajah Islam'/><category term='Brigade PII'/><title type='text'>Kisah Anak-Anak Eks PII</title><subtitle type='html'>Blog ini milik anak-anak Eks PII (Pelajar Islam Indonesia), yang tergabung dalam bingkai Paguyuban Kader Pelajar Islam Indonesia (PK-PII) Bandung Raya, dengan pameo 'Tandang Kegelanggang Walau Seorang'</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://bekaspiibdg.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2533275937906378481/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bekaspiibdg.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Rakanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15679573818735027142</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>42</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2533275937906378481.post-5923539760044213986</id><published>2007-07-02T09:38:00.000-07:00</published><updated>2007-07-02T09:41:52.838-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Konwil'/><title type='text'>Konwil</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Konwil Ke-19 PII Kalsel&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.indomedia.com/bpost/042003/1/opini/opini4.htm"  target="_blank"&gt;Abdul Hadi&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dinamisasi sebuah organisasi merupakan wujud nyata demi terciptanya mekanisme kerja yang sistematis dan memberikan ruang gerak yang kompetetif di setiap eselon struktur kepengurusan dalam membangun suasana yang kreatif dan inovatif. Landasan ini didasari oleh semakin melemahnya dinamika organisasi yang menuntut kita untuk mencari format lain dalam menyikapi kemandekan wacana dan informasi. Sementara itu, kompleksitas persoalan sosial yang menjadi bidang garap PII berkembang pesat mengikuti arus perubahan yang terjadi. Hal ini menuntut kita untuk terus menerus melakukan penyempurnaan dan penyesuaian dalam mekanisme gerakan, sehingga dapat mengikuti dinamika perubahan, yang akhirnya dapat memberikan ‘pelayanan’ yang terbaik pada ummat, khususnya bidang garap PII yaitu pelajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengurus Wilayah Pelajar Islam Indonesia (PII) Kalimantan Selatan sebagai wadah organisasi Pelajar di bumi Lambung Mangkurat selama dua tahun terakhir ini terus melakukan gerakan-gerakan guna meresponi kondisi yang terjadi serta mencoba membuat terobosan-terobosan yang diharapkan mampu membuat perubahan-perubahan di tengah masyarakat menuju sebuah perubahan social dan budaya bahkan menuju sebuah revolusi peradaban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Merujuk pada pemikiran-pemikiran di atas serta sesuai aturan main yang dimiliki oleh Pengurus Wilayah Pelajar Islam Indonesia (PII) Kalimantan Selatan maka forum Konferensi Wilayah ke-19 PII Kalsel sudah menjadi kebutuhan dan keharusan untuk dilaksanakan yang diharapkan mampu terus mengevaluasi kinerja gerakan secara wilayah dan selanjutnya melakukan penyempurnaan dan penajaman gerakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konferensi Wilayah ke-19 Pelajar Islam Indonesia (PII) Kalimantan Selatan yang merupakan forum tertinggi di institusi wilayah pada kali ini mengambil tema "Optimalisasi Peran Pelajar Sebagai Subjek Revolusi Peradaban". Diharapkan dari Konwil ke-19 PII Kalsel ini dapat menghasilkan pemikiran-pemikiran serta terobosan terobosan baru yang dapat memformat kembali gerakan PII ke depan khususnya di wilayah Kalimantan Selatan sehingga PII sebagai organisais pelajar dapat meningkatkan perannya dalam "melayani" kebutuhan pelajar pada khususnya dan umat Islam pada umumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami dari panitia pelaksana Konferensi Wilayah ke-19 Pelajar Islam Indonesia (PII) Kalimantan Selatan mengharapkan kepada seluruh aktivis PII Kalimantan Selatan agar dapat berpartisipasi dalam kegiatan tersebut yang Insyaallah akan dilaksanakan pada tanggal 4-6 April di kota Marabahan, Barito Kuala. Kami juga mengundang kepada seluruh aktivis PII dan Keluarga Besar PII Kalimantan Selatan agar dapat berhadir pada acara pembukaan Konwil Ke-19 PII Kalsel pada tanggal 4 April 2003, pukul 16.00 di Aula Selidah Marabahan. Untuk informasi Konwil dapat menghubungi Sekretariat Panitia: Jl Bumi Mas No 131 Banjarmasin Telp (0511) 273827.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir, kami dari panitia pelaksana memohon kepada seluruh kaum Muslimin dan Muslimat agar memberikan do’a restu kepada kami,mudah-mudahan apa yang kami lakukan dapat bermanfaat bagi kemajuan Islam demi tegaknya Izzul Islam wal Muslimin. Amien Yaa Rabbal ‘Alamien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdul Hadi&lt;br /&gt;Ketua PII&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2533275937906378481-5923539760044213986?l=bekaspiibdg.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bekaspiibdg.blogspot.com/feeds/5923539760044213986/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2533275937906378481&amp;postID=5923539760044213986' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2533275937906378481/posts/default/5923539760044213986'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2533275937906378481/posts/default/5923539760044213986'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bekaspiibdg.blogspot.com/2007/07/konwil.html' title='Konwil'/><author><name>Rakanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15679573818735027142</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2533275937906378481.post-4014958535240209991</id><published>2007-07-02T09:34:00.000-07:00</published><updated>2007-07-02T09:36:53.950-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Harba PII'/><title type='text'>Harba PII (8)</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;"Negara Gagal, Masyarakat Harus Bangkit "&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.suaramerdeka.com/harian/0702/05/nas09.htm"  target="_blank"&gt;Suara Merdeka&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEMARANG- Masyarakat Indonesia harus bangkit menolong diri sendiri. Negara tidak lagi bisa diharapkan untuk menyejahterakan rakyatnya, karena beban yang terlalu besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Negara kita makin lumpuh akibat terlalu banyak beban. Tanpa formula penyelesaian yang tepat, dalam beberapa tahun ke depan kita akan kolaps. Indonesia akan terhindar dari kehancuran kalau masyarakat mampu bangkit untuk menolong diri sendiri,'' kata pakar pemerintahan Prof Dr M Ryaas Rasyid MA di Semarang, Sabtu (3/2) malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dia berbicara selaku ketua umum Perhimpunan Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (Perhimpunan KB PII) Pusat di depan peserta Muswil III Perhimpunan KB PII Jateng di Hotel New Metro. Dikatakan, beban negara di saat krisis sekarang menjadi terlalu besar karena selama ini sektor negara terlalu dominan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Semua tergantung pada negara, masyarakat tidak punya inisiatif, sehingga negara makin lumpuh ketika banyak masalah yang harus diselesaikan,'' kata mantan Menteri Negara Otonomi Daerah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Asosiasi Ilmu Pemerintahan Indonesia (AIPI) itu menyebutkan ciri-ciri negara yang mendekati kegagalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaitu kekayaan sumber daya (resources) yang tidak terkelola dengan baik, program-program pemerintah yang salah sasaran, dan birokrasi yang terlalu gemuk sehingga tidak lincah bergerak untuk mengatasi masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Problem terbesar Indonesia dalam jangka pendek, lanjutnya, adalah besarnya jumlah rakyat miskin yang mencapai 100,6 juta jiwa atau hampir separo dari jumlah penduduk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, jumlah penganggur mencapai 20 juta. Sementara kebijakan negara bergerak seperti tanpa arah, investasi rendah, dan sektor manufaktur mandek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beban negara menjadi semakin berat dengan fakta tingkat pendidikan sebagian besar penduduk Indonesia (60 persen) yang hanya tamat SD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibatnya Indonesia sudah mulai tertinggal dengan Malaysia dan Filipina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengatasinya, katanya, selain diperlukan formula solusi yang tepat dan ''revolusi'' di bidang pendidikan, masyarakat juga harus mampu memobilisasikan dirinya agar bangkit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil Muswil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia meminta para anggota ormas yang dipimpinnya ikut mendorong kebangkitan masyarakat dan tetap mengkritisi kebijakan-kebijakan pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muswil yang sekaligus reuni para mantan aktivis PII itu berlangsung dua hari, 3-4 Februari. Pada sidang pemilihan Minggu pagi kemarin, para utusan pengurus cabang se-Jateng secara aklamasi memilih H Ahmad Zaini Bisri SE sebagai ketua umum/ketua formatur Pengurus Wilayah Perhimpunan KB PII Jateng periode 2007-2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wartawan Suara Merdeka itu menggantikan ketua lama Drs H Achmadi yang menolak untuk dicalonkan kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam tahap pencalonan sebenarnya muncul dua nama kandidat. Calon lain adalah Drs H Ahmad Fadlil Sumadi SH MHum. Namun pejabat di Mahkamah Konstitusi (MK) ini selain tidak berdomisili di Semarang, juga hanya diusulkan oleh satu cabang sehingga dinyatakan gugur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pidatonya, Zaini Bisri mengajak jajaran KB PII Jateng agar berperan sebagai perekat umat Islam. Para eks aktivis PII, katanya, harus berdiri di tengah dan bergerak netral di antara kelompok-kelompok umat Islam. (H7,A11-60)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2533275937906378481-4014958535240209991?l=bekaspiibdg.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bekaspiibdg.blogspot.com/feeds/4014958535240209991/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2533275937906378481&amp;postID=4014958535240209991' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2533275937906378481/posts/default/4014958535240209991'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2533275937906378481/posts/default/4014958535240209991'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bekaspiibdg.blogspot.com/2007/07/harba-pii-8.html' title='Harba PII (8)'/><author><name>Rakanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15679573818735027142</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2533275937906378481.post-2454709186219620048</id><published>2007-07-02T09:31:00.000-07:00</published><updated>2007-07-02T09:33:51.736-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PII'/><title type='text'>PII</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Miftah, ”PII tidak Buka Mulut”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/1202/29/0704.htm"  target="_blank"&gt;Pikiran Rakyat&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BANDUNG, (PR).-Perhimpunan Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (PKB PII) Jabar sebaiknya tetap konsisten melakukan dakwah amar makruf nahi mungkar di segala bidang. Karena dakwah amar makruf nahi mungkar merupakan kewajiban bagi setiap Muslim dan sekarang ini ada kecenderungan sebagian Muslim tidak melaksanakannya secara baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian dikemukakan penasihat PKB PII Jabar Dr. K.H. Miftah Faridl dalam acara silaturahmi Idulfitri PKB PII Jabar, di Masjid Al Ihsan Darul Hikam, Jln. Ir. H. Juanda Bandung, Sabtu (28/12).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;K.H. Miftah Faridl mengatakan sejak didirikannya pada 48 tahun silam, para aktivis Pelajar Islam Indonesia (PII) dikenal militan dalam menegakkan amar makruf nahi mungkar, baik ketika menghadapi rezim Orde Lama maupun Orde Baru. Tatkala Orde Lama, PII menjadi bulan-bulanan Partai Komunis Indonesia (PKI). Di kala masa Orde Baru, PII dibubarkan karena menolak asas tunggal Pancasila.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tetapi, anehnya pada zaman reformasi, ketika orang lain mulai berani buka mulut, ternyata PII tidak buka mulut," ujar K.H. Miftah Faridl.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikemukakannya, bila upaya amar makruf nahi mungkar sudah berakhir atau dianggap tidak layak dilakukan, itu bermakna dunia sudah berakhir. Maksudnya, dunia ini sudah kiamat, sedangkan kemungkaran akan ada sepanjang kehidupan jagat raya ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seraya mengutip firman Allah SWT dan sabda Rasulullaah SAW, K.H. Miftah Faridl mengatakan umat Islam itu akan mendapat status khairu ummah atau umat terbaik apabila mampu memelihara budaya amar makruf nahi mungkar. Demikian halnya sabda Rasulullah menyatakan manusia terbaik di mata Allah adalah manusia yang paling banyak melakukan silaturahmi dan manusia yang istiqomah dalam menegakkan amar makruf nahi mungkar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bagian akhir ceramah tausiah-nya, K.H. Miftah Faridl mengatakan dalam alam reformasi sekarang ini, kondisi belum berubah ke arah yang lebih baik. Bahkan, dalam beberapa sektor kehidupan, kondisi lebih buruk dibandingkan pada zaman Orde Lama dan Orde Baru. Oleh karena itu, sebagai Muslim yang pernah terlatih dalam organisasi dan budaya militan PII, hendaknya tidak pernah surut dalam perjuangan menegakkan amar makruf nahi mungkar sesuai posisi dan kapasitas masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mediator-katalisator&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, salah seorang pengurus PKB PII Jabar Ir. H.D. Sodik Mudjahid, M.Sc., mengatakan PKB PII Jabar hendaknya segera menetapkan fokus garapannya serta perannya secara baik. Untuk itulah PKB PII Jabar perlu menjadi mediator dan katalisator berbagai kekuatan, terutama di bidang politik. Karena, hal itu didasarkan pada kenyataan banyaknya sebaran aktivis PII yang kini menjadi tokoh dan kader di berbagai parpol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dengan begitu, diharapkan keberadaan mereka di parpol dapat memberikan kontribusi yang signifikan bagi umat dan bangsa Indonesia demi izzul Islam wal Muslimin," tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, PKB PII Jabar perlu tetap bersikap konsisten melaksanakan pendidikan dan pengkaderan dalam meningkatkan mutu SDM, caranya ialah melalui berbagai bidang dan bentuk kegiatan. Hal ini didasarkan atas pertimbangan historis misi awal PII serta faktor strategis bidang sumber daya manusia (SDM), seperti banyaknya kader PII yang mengelola lembaga pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"PKB PII Jabar perlu membentuk semacam komite penegak amar makruf nahi mungkar yang melakukan pemantauan dan aksi pencegahan tindakan mungkar baik yang terjadi di eksekutif, legislatif maupun di tengah masyarakat," tutur Sodik Mudjahid. (A-44)**&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2533275937906378481-2454709186219620048?l=bekaspiibdg.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bekaspiibdg.blogspot.com/feeds/2454709186219620048/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2533275937906378481&amp;postID=2454709186219620048' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2533275937906378481/posts/default/2454709186219620048'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2533275937906378481/posts/default/2454709186219620048'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bekaspiibdg.blogspot.com/2007/07/pii.html' title='PII'/><author><name>Rakanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15679573818735027142</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2533275937906378481.post-4988191987672386433</id><published>2007-07-02T09:23:00.000-07:00</published><updated>2007-07-02T09:26:52.906-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Harba PII'/><title type='text'>harba PII (7)</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kepemimpinan &amp; Manajemen IPDN Harus Segera Dibenahi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Tim Independen Serahkan Rekomendasi ke Presiden Senin Ini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2007/052007/21/0204.htm"  target="_blank"&gt;Pikiran Rakyat&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BANDUNG, (PR).-Rekomendasi tim independen untuk Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dijadwalkan akan diserahkan ke Presiden RI, Senin (21/5) ini. Berdasarkan hasil evaluasi, tim merekomendasikan tiga hal fundamental yang perlu dibenahi dalam penyelenggaraan pendidikan di IPDN, yaitu kepemimpinan, manajemen, dan sistem pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kami dijadwalkan bertemu presiden besok (21/5), untuk menyampaikan rekomendasi tersebut,” kata Ketua Tim Independen untuk IPDN, Ryaas Rasyid, usai mengikuti acara peringatan Hari Bangkit (Harba) Perhimpunan Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (PII) ke-60, di gedung Pusat Pengembangan Penataran Guru Ilmu Pengetahuan Alam (PPPG IPA), Jln. Diponegoro, Minggu (20/5).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Mengenai isi rekomendasi tim independen yang tebalnya mencapai 70 halaman tersebut, Ryaas tidak banyak berkomentar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, kata dia, tim independen tidak menyarankan pembubaran IPDN. ”Tidak ada usul yang mengarah kepada pembubaran IPDN,” ucapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ryaas mengaku tidak akan berkomentar panjang lebar soal isi rekomendasi sebelum rekomendasi tersebut disampaikan kepada presiden. ”Secara prinsip, saya tidak bisa kasih tahu sebelum presiden menerimanya. Masa, orang lain tahu lebih dulu dari Beliau. Yang pasti, kami memberi waktu dua tahun untuk mengaplikasikan rekomendasi tersebut,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski begitu, Ryaas menyebutkan tiga hal fundamental yang perlu dibenahi di IPDN. Ketiga hal itu, lanjut dia, memiliki keterkaitan satu sama lain. ”Semua peristiwa di IPDN terjadi karena adanya kegagalan kepemimpinan, manajemen, dan sistem pendidikan,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak akan terulang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila semua rekomendasi yang diberikan tim independen dilaksanakan, Ryaas menjamin peristiwa kekerasan, apalagi hingga menelan korban jiwa, tidak akan terulang lagi di IPDN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan sistem kepemimpinan di IPDN juga akan berpengaruh kepada pejabatnya, yang nanti akan diputuskan presiden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama melakukan analisis lembaga IPDN, Ryaas mengaku tidak mendapat banyak kesulitan, sehingga waktu satu bulan dinilai telah cukup untuk menghimpun semua informasi yang dibutuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Awalnya mereka memang sedikit bungkam. Tapi menjadi terbuka, setelah mereka menyikapi kejadian kemarin (kasus kematian praja Cliff Muntu - red) sebagai yang terakhir kali terjadi, dan mereka tidak lagi menoleransi kesalahan,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai kabar, posisi dosen IPDN Inu Kencana akan ditingkatkan, menurut Ryaas, masalah itu tidak menjadi urusan tim. ”Itu diatur oleh intern mereka, tim independen tidak mencakup soal itu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pun soal pelaksanaan sensus mahasiswa yang dilakukan jajaran IPDN pekan lalu, Ryaas menegaskan, hal tersebut bukan bagian dari tugas tim independen. ”Itu hanya tugas internal sehari-hari saja untuk mengetahui berapa persisnya jumlah mahasiswa yang tinggal,” kata Ryaas. (A-158)***&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2533275937906378481-4988191987672386433?l=bekaspiibdg.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bekaspiibdg.blogspot.com/feeds/4988191987672386433/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2533275937906378481&amp;postID=4988191987672386433' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2533275937906378481/posts/default/4988191987672386433'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2533275937906378481/posts/default/4988191987672386433'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bekaspiibdg.blogspot.com/2007/07/harba-pii-7.html' title='harba PII (7)'/><author><name>Rakanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15679573818735027142</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2533275937906378481.post-1023087429386529141</id><published>2007-07-02T09:20:00.000-07:00</published><updated>2007-07-02T09:21:41.752-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Harba PII'/><title type='text'>Harba PII (6)</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pilkada Langsung Lompatan Demokrasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.suaramerdeka.com/harian/0606/02/mur03.htm"  target="_blank"&gt;Suara Merdeka&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JEPARA- Bangsa Indonesia sudah sepakat untuk menempuh pemilihan kepala daerah secara langsung oleh rakyat sejak Juni 2005. Pilihan ini hendaknya disikapi secara konsisten, jangan mau kembali ke model pemilihan lama oleh parlemen, karena langkah tersebut merupakan lompatan demokrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Di negara-negara maju yang mengklaim sebagai negara paling demokratis pun, pemilihan langsung oleh rakyat masih merupakan cita-cita,'' kata Sekretaris Umum Pengurus Wilayah Perhimpunan Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (Perhimpunan KB PII) Jateng, H Ahmad Zaini Bisri SE di Jepara, Rabu (31/5).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Hadir Asisten I Sekda Drs Poniman, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Heri Purwanto yang juga tokoh KB PII Jepara, anggota PII dan KB PII, sejumlah kepala SMP dan SMA, serta perwakilan OSIS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dijadikan Evaluasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbicara dalam acara Peringatan Hari Bangkit (Harba) Ke-59 PII di Cafe Madani Kalinyamatan, Zaini Bisri yang juga wakil ketua Mapilu-PWI Jateng mengatakan, kalaupun ada kekurangan dengan pelaksanaan pilkada langsung hendaknya dijadikan evaluasi untuk perbaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Sejauh ini ada dua kelemahan pokok pilkada langsung, yaitu munculnya kapitalisasi dan jaminan kualitas kepala daerah terpilih,'' kata mahasiswa Program Pascasarjana Ilmu Politik Universitas Diponegoro ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biaya pilkada yang mahal, katanya, ternyata tidak selalu menjamin kualitas kepala daerah yang terpilih. Ia mencontohkan gonjang-ganjing Pilkada Kabupaten Pekalongan, calon yang menang ternyata masih menghadapi ujian moral terkait foto-foto porno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zaini selanjutnya berpesan kepada seluruh anggota KB PII di Jepara untuk ikut mengkondisikan Pilkada Jepara yang fair, aman, damai, dan berkualitas. Anggota PII juga diingatkan agar jangan eksklusif, melainkan pluralis, sehingga mampu berperan dalam pembinaan masyarakat pelajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bupati Hendro Martojo meminta anggota PII dan KB PII untuk mengambil peran strategis dalam pembangunan Jepara. ''Banyak bidang yang memerlukan partisipasi masyarakat, karena itu saya berharap agar anggota PII dan KB PII ikut berperan dalam pembangunan daerah Jepara,'' katanya dalam sambutan yang dibacakan Asisten I Sekda Drs Poniman. (A14-29)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2533275937906378481-1023087429386529141?l=bekaspiibdg.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bekaspiibdg.blogspot.com/feeds/1023087429386529141/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2533275937906378481&amp;postID=1023087429386529141' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2533275937906378481/posts/default/1023087429386529141'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2533275937906378481/posts/default/1023087429386529141'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bekaspiibdg.blogspot.com/2007/07/harba-pii-6.html' title='Harba PII (6)'/><author><name>Rakanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15679573818735027142</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2533275937906378481.post-9142310446392922450</id><published>2007-07-02T09:17:00.000-07:00</published><updated>2007-07-02T09:19:19.306-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Harba PII'/><title type='text'>harba PII (5)</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Indonesia Jangan Jadi Kuli Bangsa-Bangsa Di Dunia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://beritasore.com/2007/05/14/indonesia-jangan-jadi-kuli-bangsa-bangsa-di-dunia/"  target="_blank"&gt;klik ini&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banjarmasin ( Berita ) :  Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia (PB PII), A.Hakam Naja mengingatkan semua elemen dan komponen bangsanya agar jangan menjadi kuli di antara bangsa-bangsa dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Untuk itu sejak dini kita harus menyiapkan generasi bangsa kita mendatang agar lebih berkualitas serta bisa kompetitif pada masa mendatang,” ujarnya pada Hari Bangkit (Harba) ke-60 PII Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan 2007 di Banjarmasin, Minggu [14/05] malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Perasiapan generasi bangsa dimaksud antara lain dengan terus berupaya meningkatkan mutu sumber daya manusia (SDM) melalui pendidikan dari tingkat dasar hingga lanjutan sampai perguruan tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hakam yang juga Wakil Ketua Komisi X DPR-RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (FPAN) itu mengaku miris melihat perkembangan dan kepedulian bangsa-bangsa lain dalam hal pendidikan pada kurun waktu beberapa tahun belakangan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sebagai contoh kalau dulu Malaysia banyak mengirim orang untuk studi di Indonesia, seperti di Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta, tapi kini terbalik yaitu kita yang berguru ke negeri jiran tersebut,” ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam contoh tersebut, Wakil Ketua Komisi X DPR yang juga membidangi pendidikan itu mengungkap perbandingan angka-angka, seperti di Universitas Al Azhar Kairo Mesir, warga negara Indonesia (WNI) yang studi tercatat 2.500 orang, sementara Malaysia 5.000 orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Warga Malaysia yang studi di negeri ‘piramit’ itu semuanya atas biaya pemerintah negara mereka, tapi bagaimana Indonesia,” lanjut salah seorang Ketua Pengurus Pusat Keluarga Besar PII tersebut dengan nada menyindir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula WNI yang studi di Amerika Serikat (USA) tercatat 17.000 orang, sedangkan dari negeri jiran Malaysia yang menimba ilmu di negeri “Paman Syam” itu tercatat 50.000 orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oleh sebab itu, ke depan harus lebih serius menyiapkan SDM generasi bangsa untuk menghadapi persaingan bangsa-bangsa internasional. Karenanya insya Allah secara bertahap kita kirim pelajar studi keluar negeri dengan jumlah besar,” tandasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Karena sekarang saja Indonesia sudah kemasukan tenaga ahli dari asing, seperti bidang kedokteran dan ilmu-ilmu sosial lainnya,” demikian Hakam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memberikan sambutan Sekda Kalsel, Drs.H.Muchlis Gafuri serta Walikota Banjarmasin, H.A. Yudhi Wahyuni yang pada pokoknya menekankan arti pentingnya pendidikan bagi generasi muda bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, kedua petinggi Kalsel dan Banjarmasin tersebut minta PII untuk senantiasa konsiten dalam menimba ilmu guna peningkatan mutu SDM ke depan yang pernuh dengan berbagai tantangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harba ke-60 PII Kalsel yang berlangsung di Aula Kayuh Baimbai Pemko Banjarmasin itu, juga mendapat hiburan kesenian daerah Madihin oleh pasang Jumairi dan M.Said Adani (ayah dan anak) juara I festival Madihin se provinsi tersebut tahun 2006.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantunan syair madihin dari Said yang baru selesai kelasa VI sekolah dasar itu membuat gelak tawa pengunjung, termasuk tamu dari Ibukota Negara Jakarta. ( ant )&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2533275937906378481-9142310446392922450?l=bekaspiibdg.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bekaspiibdg.blogspot.com/feeds/9142310446392922450/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2533275937906378481&amp;postID=9142310446392922450' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2533275937906378481/posts/default/9142310446392922450'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2533275937906378481/posts/default/9142310446392922450'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bekaspiibdg.blogspot.com/2007/07/harba-pii-5.html' title='harba PII (5)'/><author><name>Rakanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15679573818735027142</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2533275937906378481.post-7883210876329376616</id><published>2007-07-02T09:14:00.000-07:00</published><updated>2007-07-02T09:16:06.225-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Harba PII'/><title type='text'>Harba PII (4)</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;PII Tetap Netral&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.indomedia.com/bpost/052005/7/opini/opini3.htm"  target="_blank"&gt;Taufiqur Rahman&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, Pelajar Islam Indonesia (PII) telah merayakan hari bangkit (harba)-nya yang ke-58 pada 4 Mei 2005 lalu. Ini merupakan momentum untuk menentukan tolak ukur perjuangan PII yang selalu eksis dan memberikan kontribusi positif dalam ranah pendidikan dan kebudayaan. Orientasi perjuangan PII sejak dicanangkan dalam mencetak generasi yang mampu berkompetisi di segala lini, perlu dipertahankan dari virus kepentingan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di balik keberadaan organisasi ini, mesti ada prinsip yang ditanamkan kepada seluruh kader agar pada suatu saat nanti menempati posisi sterategis di segala aspek kehidupan. Alumni PII, harus mengaplikasikan nilai perjuangan dengan tetap memegang teguh idealismenya seperti pada saat menjadi aktivis PII. Bukan sebaliknya menggadaikan idealisme demi kepentingan sesaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kebanggaan sebagai seorang kader terkadang menyeruak ke permukaan sehingga secara bombastis memanfaatkan peluang untuk merayakannya. Indikasi ini yang kami tengarai dalam menanggapi ucapan selamat oleh pasangan calon gubernur dan calon walikota (Ismet Ahmad - Habib Aboe Bakar Al-Habsy; Yudhi Wahyuni - Alwi Sahlan; Sabri Noor Herman - Amanul Yakin; Edwan Nizar - Suripno Sumas) selama dua hari (BPost, 4 dan 5 Mei).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ucapan selamat yang mereka berikan, kami rasa bukan klaim untuk menegaskan PII beserta alumni dan kadernya wajib mendukung. Kami sangat bangga dan berterima kasih kepada mereka atas respon positif terhadap perayaan Harba PII tahun ini. Semoga ini adalah bukti komitmen mereka sebagai keluarga besar PII untuk sama-sama mewujudkan kemajuan pendidikan dan kebudayaan. Sebagaimana termaktub dalam falsafah gerakan PII, yaitu kesempurnaan pendidikan dan kebudayaan yang sesuai dengan ajaran Islam bagi rakyat Indonesia dan seluruh manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, PII sebagai organisasi yang mengemban misi membentuk kader yang siap duduk di berbagai posisi strategis di struktur bangsa ini, tetap akan bersikap independen dan netral terhadap prosesi politik yang berjalan. PII akan tetap konsisten untuk mengandung dan melahirkan putra-putri terbaik untuk terjun di segala lini kehidupan. Selamat Hari Bangkit ke-58 PII.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Taufiqur Rahman&lt;br /&gt;Kadid DPMP PW PII Kalsel&lt;br /&gt;Jl PHM Noor Gg Manggis RT 06/II Barabai&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2533275937906378481-7883210876329376616?l=bekaspiibdg.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bekaspiibdg.blogspot.com/feeds/7883210876329376616/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2533275937906378481&amp;postID=7883210876329376616' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2533275937906378481/posts/default/7883210876329376616'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2533275937906378481/posts/default/7883210876329376616'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bekaspiibdg.blogspot.com/2007/07/harba-pii-4.html' title='Harba PII (4)'/><author><name>Rakanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15679573818735027142</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2533275937906378481.post-2414433507792846326</id><published>2007-07-02T09:11:00.000-07:00</published><updated>2007-07-02T09:14:00.916-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Brigade PII'/><title type='text'>Brigade PII</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Belajar Berdemokrasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;a href="http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2006/052006/05/Opini01.htm"  target="_blank"&gt;Oleh HASAN SYUKUR&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    ADA sebuah cerita menarik. Konon, keberhasilan Indonesia dalam menyelesaikan masalah GAM di Helsinki karena Jusuf Kalla, Wapres RI yang memimpin delegasi Indonesia, menggunakan pendekatan PII. Boleh jadi cerita ini benar. Jusuf Kalla adalah bekas aktivis Pelajar Islam Indonesia (PII) Sulawesi Selatan yang kini menjadi Ketua Dewan Penasihat Perhimpunan Keluarga Besar PII. Di lain pihak, Hasan Mohammad Tiro dan para petinggi GAM lainnya, adalah bekas aktivis PII Aceh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan pendekatan itu akhirnya delegasi Indonesia bisa ”menjinakkan” gerakan separatis itu. GAM menerima solusi perdamaian. Kamis (27/4) para petinggi GAM bertamu ke Istana Wapres. Mereka menyatakan, secara alami GAM akan membubarkan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Prestasi monumental ini tidak lepas dari visi dan misi organisasi pelajar ini. Dalam perjalanannya, PII memang selalu seiring dengan perjalanan sejarah perjuangan bangsa. PII bersama-sama unsur dan kekuatan bangsa Indonesia lainnya selalu berdiri di garis terdepan dalam membela Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sejak awal, organisasi ini memiliki kesadaran akan tanggung jawabnya terhadap agama, bangsa dan negara serta keyakinannya akan kebenaran Islam dalam menciptakan masyarakat adil, sejahtera tenteram dan damai yang diridai Allah SWT. (baldatun thoyyibatun wa robbun ghafur).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatan bangsa misalnya, pada awal kebangkitannya mendirikan ”Brigade PII”. Dalam resepsi Harba PII ke-1 tanggal 4 Mei 1948, Panglima Besar Jenderal Soedirman hadir dan memberikan sambutan, ”Saya ucapkan banyak-banyak terima kasih kepada anak-anakku PII, sebab saya tahu bahwa telah banyak korban yang diberikan oleh PII kepada negara. Teruskanlah perjuanganmu, hai anak-anakku PII, negara kita adalah negara baru, di dalamnya penuh onak dan duri, kesukaran dan rintangan banyak kita hadapi. Negara membutuhkan pengorbanan pemuda dan segenap bangsa Indonesia,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam menghadapi pemberontakan Gestapu/PKI tahun 1965 bersama ABRI dan kekuatan lainnya merupakan kekuatan utama dalam menumpas pemberontakan tersebut. PII menjadi pelopor dan kekuatan utama Kesatuan Aksi Pemuda Pelajar Indonesia (KAPPI). Dalam pengembangan wawasan dan intelektual, PII organisasi pelajar pertama yang menjalin kerja sama tukar- menukar pelajar dengan Amerika Serikat melalui American Field Service (AFS). Alumninya, antara lain Z.A. Maulani, Taufiq Ismail, Dawam Rahardjo, Arief Rahman, Tanri Abeng, dan Sugeng Sarjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamis 4 Mei organisasi ini genap berusia 59 tahun. Peringatan berdirinya PII biasa disebut Hari Bangkit (Harba). Tak ada upacara seremonial. Biasanya cukup mengucapkan rasa syukur diiringi dengan doa, agar kiprah PII di masa depan lebih bermanfaat bagi agama, bangsa, dan negara. Upacara memperingati ulang tahun dengan pesta bukan tradisi PII. Landasan berdirinya organisasi yang mempersatukan santri di pondok-pondok pesantren dan sekolah umum itu adalah Q.S. Ali Imron :104 : ”Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, mengajak kepada yang makruf dan mencegah yang munkar; dan merekalah orang-orang yang beruntung.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak organisasi pelajar ini didirikan di Yogyakarta 4 Mei 1947 sampai kini sudah banyak kader yang dihasilkan oleh PII. Mereka tersebar di berbagai lini di kota-kota sampai ke desa-desa di seluruh Indonesia, berperan sebagai perekat umat. Ada K.H. Hasyim Mujadi, Ketua PB NU, ada Prof. Dr. Din Syamsudin, Ketua PP Muhammadiyah, ada Jusuf Kalla, Ketua DPP Golkar dan Wapres RI, ada Dr. Hidayat Nurwahid bekas Presiden PKS dan kini Ketua MPR RI, ada Moh. Husni Thamrin, Wakil Ketua DPR RI, ada Taufiq Ismail, penyair, ada Dahlan Iskan ”raja Koran” Grup Jawa Pos. Di Kabinet Indonesia Bersatu tercatat sedikitnya 9 menteri, antara lain, Sudi Silalahi, Sofyan Djalil dan Maftuh Basyuni, plus Jusuf Kalla sebagai wakil presiden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka berperan aktif dalam pembangunan umat Islam dan bangsa Indonesia. Agar peran mereka dapat meningkat dan lebih efektif serta berdaya guna, kini mereka dihimpun dalam Perhimpunan Keluarga Besar PII. ( Perhimpunan KB PII) pada 23 Mei 1998 di Jakarta. Perhimpunan ini berakidah Islam dan berasas Pancasila. Dengan tujuan tercapainya kesempurnaan pendidikan dan kebudayaan yang sesuai dengan ajaran Islam bagi bangsa Indonesia dan seluruh umat manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua perhimpunan pertama, terpilih Letjen Z.A. Maulani bekas Ketua Pangdam Tanjungpura dan Kepala Badan Kontak Intelijen Negara (Kabakin) pada periode Presiden B.J. Habibie. Beliau memimpin organisasi ini dua periode, sampai wafatnya beberapa bulan lalu. Kini Perhimpunan KB PII dipimpin oleh Prof. Dr. Ryaas Rashid, bekas Menteri Otda. Ryaas mantan Ketua PII Cabang Bone, Sulawesi Selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama PII tidak bisa lepas dari sosok Mohammad Joesdi Ghazali. Dialah orang yang mendapatkan ide lahirnya organisasi pelajar ini. Ceritanya, 25 Februari 1947, di tengah malam yang sunyi, ia bersujud di Masjid Kauman, Yogyakarta. Dalam benaknya sedang menggagas untuk membuat sebuah organisasi yang menampung kegiatan pelajar muslim. Tapi tidak tahu harus dengan nama apa. Maka, pada saat tahajud itulah ia mendapatkan nama ”Pelajar Islam Indonesia”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agama dan negara menjadi bagian latar belakang berdirinya PII. Perdebatan politik tentang dasar negara sedang menjadi isu sentral pada waktu itu. Agama dipahami oleh mayoritas masyarakat bagian yang terpisah dari negara (sekularisme). Alam pemikiran dikotomis yang memisahkan antara keduniaan dan dan keakhiratan ini adalah warisan penjajah Belanda. Alam pemikiran sekularis ini diwariskan kepada bangsa Indonesia, karena bagi penjajah sekularisasi itu sangat menguntungkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menjadi keprihatinan Joesdi adalah warisan pola pikir sekuler itu telah membias pada masyarakat pelajar. Sehingga antara pelajar sekolah umum dan pelajar santri (pondok pesantren) saling berolok. Dengan demikian, bagaimana umat Islam akan menang untuk dapat membangun bangsa dan negara kalau sejak masa pelajarnya saja sudah terpecah belah, pikirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Joesdi menginginkan agama dan negara bukan sesuatu yang terpisah. Karena itu dikembangkan pemikiran, bahwa ilmu pengetahuan keagamaan dan ilmu pengetahuan keduniaan itu adalah satu. Dari pemikiran itu, diharapkan PII akan dapat melahirkan kader intelek yang kiai dan kiai yang intelek. Joesdi mengembangkan pemikiran yang integral sebagaimana yang populer sekarang penguasaan imtaq (iman dan taqwa) dan iptek (ilmu pengetahuan dan ilmu teknologi). Di samping itu pada waktu itu sudah berkembang pemikiran yang khilafiah. Joesdi berusaha mengeliminasinya. Ternyata pemikiran ini diterima berbagai pihak. Dengan demikian PII merupakan organisasi lintas aliran dan pemahaman yang independen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah sudah berapa juta anak bangsa ini yang telah tersentuh oleh PII. Secara kuantitatif memang tidak ada data yang pasti. Tapi dilihat dari penyebarannya yang merata ke seluruh penjuru tanah air, PII telah menyumbangkan kader-kadernya kepada bangsa dan negara. Produktivitas kader itu dimungkinkan oleh berbagai training mulai Mapratta (Masa Pra Penerimaan Anggota), leadership training, Student Work Camp (Perkampungan Kerja Pelajar), Mental Training (Mentra) dan Leadership Advance Training.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Training-training ini merupakan wahana demokrasi, dimana setiap peserta dirangsang untuk mengekspresikan dirinya, dalam topik-topik diskusi, berani berpendapat, tapi juga siap menghargai perbedaan pendapat. Itulah hakikat demokrasi Inilah jantung kehidupan PII. Jasa terbesar PII adalah memperkenalkan anak umat akan perjuangan dan pengabdian pada agama dan bangsa. Dalam berbangsa, Islam tidak bisa dikedepankan hanya dengan ideologi dan simbol-simbol. Sejatinya agama adalah membangun peradaban manusia di muka bumi. Inilah kuncinya, kenapa kader PII ada di mana-mana. Pantang putus tali silaturahmi meski berbeda pendapat. Barangkali inilah makna Hadis Nabi, ”Pebedaan pendapat di antara umatku adalah rahmat.” Joesdi telah memulainya sejak 59 tahun silam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini santri yang menamatkan kuliah di Harvard University Amerika Serikat itu tidak menyaksikan lagi hasil gagasannya. Menjelang usia PII tepat setengah abad (Hari Bangkit -Harba- ke-50), beliau meninggalkan kita, tepatnya 11 Maret 1997. Selamat Hari Bangkit PII ! Semoga perananmu tetap menjadi kader-kader bangsa yang rahmatan lil alamin, subjek dinamis yang mampu mengarahkan arah tujuan bangsa menuju terwujudnya masyarakat baldatun thoyyibatun wa robbun ghafur.*** &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Penulis, wartawan senior, Ketua Kajian Sosial Politik Perhimpunan KB PII Jawa Barat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2533275937906378481-2414433507792846326?l=bekaspiibdg.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bekaspiibdg.blogspot.com/feeds/2414433507792846326/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2533275937906378481&amp;postID=2414433507792846326' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2533275937906378481/posts/default/2414433507792846326'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2533275937906378481/posts/default/2414433507792846326'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bekaspiibdg.blogspot.com/2007/07/brigade-pii.html' title='Brigade PII'/><author><name>Rakanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15679573818735027142</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2533275937906378481.post-710298778717399092</id><published>2007-07-02T09:08:00.000-07:00</published><updated>2007-07-02T09:11:10.170-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Harba PII'/><title type='text'>Harba PII (3)</title><content type='html'>PII Peringati Harba ke-60&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.republika.co.id/suplemen/cetak_detail.asp?mid=5&amp;id=294372&amp;kat_id=105&amp;kat_id1=147&amp;kat_id2=352"  target="_blank"&gt;Hasil Liputan&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal 4 Mei 1947 menjadi tonggak sejarah lahirnya sebuh organisasi bernama Pelajar Islam Indonesia (PII). Terdorong oleh dualisme sistem pendidikan di kalangan umat Islam Indonesia, PII berjuang dan menghasilkan sejumlah kader yang visioner seperti Prof Ryas Rasyid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun ini, 60 tahun kemudian, Hari Bangkit (Harba) PII diperingati secara di Kota Bandung, Ahad (20/5). Acara tersebut dihadiri sejumlah tokoh bidang pendidikan, politik, sosial dan anggota pengurus wilayah Perhimpunan Keluarga Besar PII.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;''Acara ini bertemakan pacu karya, raih prestasi, jadi pelajar unggul bersama PII,'' ujar Ketua PW Perhimpunan KB-PII, Oma Wihardja Mansyuri. Melalui tema ini, kata dia, PII ingin berpesan bahwa sebagai Muslim, kita wajib berkarya dan bekerja keras untuk meraih prestasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;elajar dan bekerja, kata Oma, merupakan kewajiban bukan tujuan. Selain itu, belajar dan bekerja adalah aktualisasi keimanan dalam bentuk amal shaleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pendiri PII, sambung Oma, merupakan orang-orang yang visioner. Karenanya ia yakin anggota PII mempunyai jiwa dan semangat yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain mengadakan seremoni peringatan, dalam kaitan Harba juga akan diadakan lokakarya dakwah Islam berbasis budaya Sunda. Kegiatan ini baru sebatas pembekalan kepada dai dari berbagai kalangan untuk mengenal bilai-nilai yang ada dalam budaya Sunda. Dengan demikian, akan memudahkan dai dalam menunaikan tugasnya berdakwah, begitupun dalam pendidikan. ( ren )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber Republika&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2533275937906378481-710298778717399092?l=bekaspiibdg.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bekaspiibdg.blogspot.com/feeds/710298778717399092/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2533275937906378481&amp;postID=710298778717399092' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2533275937906378481/posts/default/710298778717399092'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2533275937906378481/posts/default/710298778717399092'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bekaspiibdg.blogspot.com/2007/07/harba-pii-3.html' title='Harba PII (3)'/><author><name>Rakanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15679573818735027142</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2533275937906378481.post-5281692397420529126</id><published>2007-07-02T08:58:00.000-07:00</published><updated>2007-07-02T08:59:34.788-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wajah Islam'/><title type='text'>Wajah Islam</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Umat Islam di Indonesia Saat Ini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;oleh Ramlan Mahmud*&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa Orde Baru (Orba), perkembangan umat Islam di Indonesia kurang begitu menggembirakan dikarenakan tekanan dari penguasa yang menghalangi laju pergerakan dan kebangkitan umat Islam. Setelah rezim Orba jatuh (Reformasi 1998), umat Islam lebih bebas untuk bergerak dalam berbagai hal, terutama politik. Terbukti dengan bermunculannya berbagai partai politik yang membawa nama Islam. Namun pemasalahan umat Islam tidak berhenti begitu saja. Berbagai isu yang berkembang di kalangan umat Islam tidak jarang membawa perpecahan antar saudara seakidah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang majemuk. Umat Islam yang menjadi bagian terbesar masyarakat Indonesia pun tidak terlepas dari kemajemukan. Berbagai golongan dan madzhab berkembang dalam tubuh umat Islam Indonesia. Golongan-golongan tersebut secara jelas tampak pada berbagai organisasi sosial, politik dan kemasyarakatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Baru-baru ini muncul istilah Islamfobia dalam kehidupan masyarakat, ketakutan terhadap Islam. Yang mengherankan, di beberapa kalangan umat Islam sendiri terjadi ketakutan akan adanya penerapan syariat Islam. Beberapa Peraturan Daerah (Perda) yang belum lama ini ditetapkan, di antaranya mengenai Pencegahan dan Pemberantasan Maksiat (Prov. Sumbar, Kab. Padang Pariaman), Pendidikan Al-Qur’an bagi Pelajar dan Calon Pengantin (Kab. Solok, Kota Padang, Prov. Sulsel, Kab. Maros,) Pemakaian Busana Muslimah (Kab. Solok, Kota Padang, Pasaman Barat, Kab. Gowa, Kab. Sinjai), Larangan Pelacuran (Kab. Gresik, Jember, Tangerang), Peredaran Minuman Keras (Gresik, Pamekasan); (Republika, 17/06/2006) membuat sebagian pihak menuding adanya upaya Islamisasi undang-undang dan peraturan. Harian Republika (17/5/2006) memberitakan protes yang dilakukan oleh salah satu anggota DPR dari Partai Damai Sejahtera (PDS), Konstan Ponggawa, terhadap pemberlakuan sejumlah perda yang bernuansa Syariat Islam. Ia menilai perda-perda seperti itu inkonstitusional dan bertentangan dengan komitmen Negara Kesatuan Republik Indonesia. Padahal perda-perda tersebut tidak ada yang bertentangan dengan Pancasila dan UUD ’45 sebagai landasan Ideal dan landasan Konstitusional negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ditelaah lebih lanjut adalah wajar jika misalnya umat Islam harus bisa membaca al-Qur’an dan memakai pakaian syar’i bagi Muslimah. Toh hal tersebut tidak akan diterapkan pada non-muslim. Indonesia adalah negara mayoritas Muslim yang paling toleran pada umat beragama lain. Muslim Indonesia tidak pernah mengusik kehidupan beragama non-Muslim. Salah satu contohnya adalah perayaan Nyepi di Bali, kaum Muslim di sana menghormati hari raya orang Hindu tersebut. Lantas mengapa upaya untuk menjalankan syariat Islam selalu ditentang habis-habisan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa waktu lalu sebuah isu kontroversial yang dapat memicu perpecahan ramai diberitakan media massa. Dalam sebuah Dialog Lintas Agama dan Etnis di Purwakarta, Jawa Barat tanggal 23 Mei 2006 dihembuskan isu pengusiran Gus Dur dari acara tersebut. Isu tersebut dengan cepat menyebar di masyarakat sehingga menimbulkan berbagai reaksi yang berlebihan di beberapa daerah. Ada upaya adu domba antar umat Islam, dalam kasus ini secara spesifik antara massa Front Pembela Islam (FPI) dan massa pendukung Gus Dur. Padahal Gus Dur sendiri menyatakan tidak ada pengusiran dalam kasus Purwakarta tersebut. Sebelum acara Gus Dur mengatakan kepada panitia bahwa ia tidak akan mengikuti acara sampai habis, dan sudah menjalankannya (Kompas, 27/5/2006).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari beberapa contoh di atas dapat kita lihat adanya indikasi upaya adu domba dan melemahkan kekuatan umat Islam yang notabene adalah umat terbesar bangsa ini. Jika umat Islam saling berseteru antar kelompok maka akan ada pihak yang bertepuk tangan dan mengambil keuntungan demi kepentingan dan tujuannya sendiri. Pihak seperti inilah yang menghendaki perpecahan di tubuh umat Islam terus berjalan dengan menciptakan berbagai isu, seperti pembelokan berita dan menciptakan opini negatif tentang Islam pada masyarakat secara terus menerus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indikasi adanya konspirasi penghancuran dan melemahkan umat Islam di Indonesia ini datang dari dalam dan dari luar. Untuk itu umat Islam harus waspada dalam menghadapinya baik yang dari dalam dan dari luar. Kedua kemungkinan sama-sama kuatnya, bahkan bisa berjalan beriringan dan saling mendukung. Penghancuran Khilafah Islam di Turki tahun 1924 yang dijalankan oleh Mustafa Kemal Attaturk –yang notabene adalah muslim- dan menggantinya dengan negara sekuler adalah sebuah sejarah penghancuran umat Islam dari dalam yang mendapat sokongan Inggris dan Perancis. Hendaknya hal itu tidak akan terjadi di Indonesia.&lt;br /&gt;Upaya menjauhkan umat Islam dari ajaran agamanya sudah tampak jelas di Indonesia dengan jargon-jargon Liberalisme, Pluralisme dan Sekularisme. Berbagai penafsiran tentang ajaran Islam secara liar terjadi dan terbuka luas, bahkan sudah lama masuk pada kampus-kampus Islam seperti UIN, IAIN dan STAIN. Organisasi-organisasi yang mengasong jargon-jargon tersebut mendapatkan dana yang tidak sedikit dari pihak asing. Sangat naïf jika dikatakan bahwa penyandang dana tersebut tidak mempunyai maksud dan tujuan tertentu, bukankah mereka tidak mengenal amal jariyah? Hasilnya pun sudah tampak jelas; penghinaan terhadap Allah di IAIN Sunan Gunung Djati Bandung oleh sejumlah mahasiswa, dilegalkannya praktek perkawinan homoseksual oleh sejumlah akademisi di IAIN Semarang, dilegalkannya pernikahan muslimah dengan laki-laki non-muslim oleh dosen fakultas Ushuluddin UIN Jakarta dan masih banyak lagi pemikiran dan ajaran nyeleneh yang disebarkan di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekularisme adalah paham yang memisahkan sama sekali antara agama dan kekuasaan. Artinya pemerintah tidak mempunyai kepentingan untuk mengatur kehidupan umat beragama. Jelas ini paham yang mengobrak-abrik ajaran agama Islam. Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wasallam selain menjadi pemimpin agama juga sebagai kepala negara di Madinah. Kejayaan Islam selama berabad-abad juga berada di bawah kekhalifahan yang berjalan di atas rel agama. Para pengusung sekularisme sudah sejak lama berusaha membuat Indonesia menjadi negara sekuler. Namun sampai sekarang tidak berhasil, hal ini dikarenakan ajaran agama sudah melekat kuat sejak lama pada masyarakat Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah menjadi sunatullah bahwa manusia diciptakan dalam berbagai macam suku, ras, warna kulit dan berbagai perbedaan lainnya. Hal inilah yang disebut dengan pluralitas atau keanekaragaman. Namun Pluralisme Agama yang diusung oleh beberapa kalangan akademisi di Indonesia menimbulkan keraguan masyarakat akan agamanya sendiri yang mengatakan bahwa semua agama adalah sama dan semuanya menuju jalan kebenaran. Mereka (para pengasong Pluralisme Agama yang mengaku muslim) menganggap Islam bukanlah yang paling benar. Teologi gombal seperti ini bahkan sudah ditolak oleh Vatikan pada tahun 2001 dengan dikeluarkannya dekrit “Dominus Jesus” oleh Paus Yohanes Paulus II. Jadi setiap agama berhak mengklaim kebenaran pada agamanya. Toleransi antar umat beragama itu tidak masuk pada tataran akidah. Sesuai dengan ajaran al-Qur’an, “Bagimu agamamu dan bagiku agamaku,” jelas dan tidak ambigu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di era globalisasi seperti sekarang ini liberalisasi nilai-nilai moral agama memunculkan ide-ide dekonstruktif dari lingkungan IAIN dan sejumlah perguruan tinggi Islam yang membuat moral masyarakat muslim tidak berdaya menghadapi sebuannya di media massa. Serbuan-serbuan dekonstruksi moral yang dilakukan sebagian alumni IAIN atau sejenisnya tentu saja lebih dahsyat dari pada serbuan dari luar-seperti yang dilakukan sebagian orientalis. Sebab, para alumni atau akademisi IAIN dan sejenisnya mempunyai legitimasi sebagai ‘ulama’ yang seharusnya menjaga agama, sebagaimana diamanahkan Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam (Hegemoni Kristen-Barat dalam Studi Islam di Perguruan Tinggi; Adian Husaini, GIP, 2006).&lt;br /&gt;Sedangkan upaya melemahkan kekuatan umat Islam dari luar hendaknya juga diwaspadai. Amerika Serikat dan Barat tentu tidak tinggal diam dalam menanggapi prediksi Samuel Huntington bahwa setelah komunis (Rusia), ancaman bagi peradaban Amerika dan barat adalah Islam. Jika kita sering mengikuti perkembangan di Irak, Afghanistan dan Palestina maka akan tampak jelas standar ganda AS, Israel dan barat yang menyuarakan perdamaian namun menginvasi negara-negara Islam. Karena tujuan sebenarnya adalah untuk melemahkan umat Islam. Kita tahu bahwa AS dan barat berusaha keras menggagalkan proyek energi nuklir Iran sedangkan AS sendiri menggiatkan pengayaan Uranium (Republika, 27/06/2006). Secara simpel dapat kita simpulkan bahwa negara adidaya itu berusaha untuk melemahkan negara-negara Islam satu per satu. Sejak peledakan gedung WTC (11 September 2001), AS telah memproklamasikan perang terhadap terorisme dan hanya membuat dua pilihan, “Either with us or with terrorist (Bersama kami atau bersama teroris).”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah melihat apa yang dilakukan AS dan sekutunya terhadap negara-negara Islam dapat kita tarik benang merah dengan keadaan umat Islam di Indonesia. Indonesia adalah negara besar dengan umat Islam terbesar di dunia. Beberapa waktu lalu beberapa petinggi AS dan Inggris berkunjung ke Indonesia. PM Inggris Tony Blair berkunjung ke Indonesia pada akhir Maret 2006 yang lalu. Tony Blair menegaskan maksud kedatangannya ke Indonesia adalah karena urgensi sebagai negeri muslim yang menurutnya dapat menjadi simbol penyatuan demokrasi dan Islam. Padahal dalam kesempatan lain Blair menyatakan bahwa Islam merupakan ideologi jahat/Evil Ideology (BBC News, 16/7/2005). Dalam waktu yang berturut-turut Menlu AS Condoleezza Rice dan Menhan AS Donald Rumsfeld juga berkunjung ke Indonesia. Tampaknya hal-hal seperti itu harus dicermati dengan baik oleh umat Islam. AS melalui petinggi-petinggiya berusaha meyakinkan pemerintah Indonesia agar bergabung dengan Proliferation Security Initiative (PSI). PSI adalah sebuah kerjasama keamanan permanen yang dengan itu AS dapat masuk dengan atau tanpa izin ke wilayah Indonesia dengan dalih menjaga keamanan dan memberantas teroris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media Massa dan Opini Masyarakat&lt;br /&gt;Peranan media massa dalam membentuk opini masyarakat sangatlah penting. Media mampu membuat sebagian besar pembacanya mempunyai pandangan tertentu dalam menanggapi sebuah pemberitaan sesuai dengan misi media tersebut. Karena itu umat Islam harus waspada terhadap segala pemberitaan yang menyangkut kepentingan umat. Dalam kasus di Purwakarta misalnya pemberitaan yang simpang siur menyebabkan terjadinya berbagai reaksi yang hampir berakibat fatal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wacana tentang Liberalisme, Pluralisme dan Sekularisme dapat hidup dan berkembang pesat di Indonesia juga karena jasa media massa. Para pengasongnya dengan gencar melakukan sosialisasi di berbagai media. Sehingga apa yang mereka bawa dari peradaban di luar Islam sedikit demi sedikit mempengaruhi masyarakat terutama generasi muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dekonstruksi moral yang meracuni masyarakat berkembang pesat melalui media massa di Indonesia. Dari IAIN Yogyakarta, Muhidin M. Dahlan menulis buku memoar berjudul “Tuhan Izinkan Aku Menjadi Pelacur: Memoar Luka Seorang Muslimah” (SriptaManent dan Melibas, 2005, cet. ke-7) yang memuat kata-kata: “Pernikahan yang dikatakan sebagai pembirokrasian seks ini, tak lain tak bukan adalah lembaga yang berisi tong-tong sampah penampung sperma yang secara anarkis telah telah membelah-belah manusia dengan klaim-klaim yang sangat menyakitkan.” Sungguh sebuah pernyataan yang berbahaya.&lt;br /&gt;Playboy asal Amerika dengan sangat gigih diperjuangkan agar bisa terbit di Indonesia. Padahal masyarakat yang menolak dan menentang cukup banyak. Bahkan kantornya diisukan pindah ke Bali pada saat baru menerbitkan edisi perdananya karena banyak protes masyarakat. Tampaknya ada upaya sistematis dan terus-menerus untuk menyebarkan hal-hal yang bertentangan dengan adab dan budaya masyarakat Indonesia. Dekonstruksi moral yang pada awalnya dianggap tabu, dapat menjadi hal yang biasa bagi masyarakat bila disebarkan secara terus-meneru dan berulang-ulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adian Husaini dalam bukunya, Hegemoni Kristen-Barat dalam Studi Islam di Perguruan Tinggi (GIP, 2006) mengisyaratkan adanya skenario dan grand design dibalik apa yang sedang terjadi pada umat Islam di Indonesia. Masyarakat harus waspada menghadapi berbagai fenomena yang terjadi. Hendaknya kita tidak mudah terpancing dan menelan mentah-mentah apa yang datang baik dari luar maupun dari dalam. Persatuan umat sangat penting untuk menghadapi berbagai arus negatif yang mengalir di masyarakat. Wallahu a’lam bishowab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;*Mantan Pengurus Wilayah Pelajar Islam Indonesia PII Sul-Sel Kabid. Eksternal. sekarang menjadi Asisten Dosen Jurusan Matematika Universitas Negeri Makassar.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2533275937906378481-5281692397420529126?l=bekaspiibdg.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bekaspiibdg.blogspot.com/feeds/5281692397420529126/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2533275937906378481&amp;postID=5281692397420529126' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2533275937906378481/posts/default/5281692397420529126'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2533275937906378481/posts/default/5281692397420529126'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bekaspiibdg.blogspot.com/2007/07/wajah-islam.html' title='Wajah Islam'/><author><name>Rakanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15679573818735027142</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2533275937906378481.post-274509978095984917</id><published>2007-07-02T08:56:00.000-07:00</published><updated>2007-07-02T08:57:42.408-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Harba PII'/><title type='text'>Harba PII (2)</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;PELAJAR ISLAM INDONESIA SEBAGAI ASET KEKAYAAN BANGSA INDONESIA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;oleh Syahrial Faza&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini Organisasi PII (pelajar Islam Indonesia) telah genap berusia 60 tahun. Sebuah usia dimana sesorang sudah memasuki kehidupan masa lanjut dan sudah selayaknya memasuki masa-masa penuh istirahat, berkumpul dengan keluarga atau dengan orang-orang yang disayangi. Namun, keadaan diatas itu hanya berlaku bagi kebanyakan manusia yang telah memasuki masa pensiun dari aktivitas kerja maupu dengan segala kepenatan hidup. Sedangkan bagi sebuah organisasi dakwah seperti Pelajar Islam Indonesia, usia ”setua” itu justru dituntut lebih banyak dituntut berperan lebih aktif lagi baik di semua lini kehidupan masyarakat. Pengertian aktif disini adalah sebuah proses maksimalisasi kontribusi komitmen keislaman dan keindonesiaan mulai dari lingkup kepengurusan terkecil misalnya struktur komisariat sampai di tingkat nasional dengan struktur Pengurus Besar nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses maksimalisasi keaktifan PII seperti di atas kemudian diterjemahkan lagi ke dalam kegiatan-kegiatan yang benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat. Karena gerakan organisasi jika ingin diterima masyarakat harus bisa dirasakan menyentuh segala aspek kehidupan masyarakat di semua lingkungan. Masyarakat akan menerima baik PII jika PII memberikan sumbangsih di lingkungan tempat PII berada. Seperti program KPP (Komite Peduli Pelajar) PII di Yogyakarta dan Klaten beberapa waktu lalu ketika Yogyakarta dan Klaten di guncang gempa. Program KPP PII yang memfokuskan pada bidang pendidikan pelajar yang tertinggal di daerah yang terhenti aktivitas pendidikannya. Dengan memberikan bantuan berupa sarana dan prasarana untuk para pelajar, PII benar-benar di terima di sana dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Namun terkadang dilingkungan sekitar kita banyak sekali dinamika pergerakan masyarakat khususnya pelajar yang tidak sesuai dengan visi dan misi PII seperti banyak perilaku para pelajar yang tidak sesuai dengan mentalitas bangsa Indonesia yang selalu mengutamakan nilai-nilai agama dan menjunjung budaya adiluhung. Sudah sering kita temui beberapa masalah -masalah sosial yang menimpa para pelajar. Diantaranya adalah perilaku kriminal seperti tawuran, mengkonsumsi minuman keras maupun narkoba yang nantinya berakibat pada aksi-aksi kriminal lain. Masalah moralitas juga mengancam para pelajar seperti free sex sampai aborsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat kedaaan demikian, kita sebagai bagian dari elemen masayarakat lainnya seharusnya bisa menawarkan sebuah solusi agar para pelajar tersebut terhindar dari beberapa masalah yang telah dsebutkan diatas. Sebenarnya para pelajar tersebut juga membutuhkan tempat untuk menyalurkan berbagai ekspresi yang mereka miliki, karena pada dasarnya saat-saat usia pelajar mereka mulai menapaki masa pubertas atau masa dimana penuh gejolak, ekspresi yang jika tidak tersalurkan dengan baik mereka akan mencari bentuk-bentuk penyaluran ekspresi lain yang tentunya bisa juga menimbulkan efek atau masalah sosial lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai salah satu organisasi pelajar yang berbasis pada nilai-nilai keislaman, dan kepelajaran. Pengurus Wilayah Pelajar Islam Indonesia Jawa Tengah (PW PII Jateng) bisa mengambil peran agar bagaimana para pelajar tersebut bisa terhindar dari perbuatan-perbuatan yang meresahkan masyarakat. Oleh karena itu, PW PII Jateng merasa perlu mengadakan sebuah kegiatan yang bisa dijadikan sebagai sarana untuk memfasilitasi para pelajar tersebut agar dapat menyalurkan segala ekspresi yang tentunya berkaitan dengan nilai-nilai keislaman sehingga tersalurkan dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah beberapa konsep diatas dilakukan maka langkah selanjutnya adalah merumuskan beberapa strategi yang bisa dijadikan pedoman-pedoman bagi perkembangan PII selanjutnya. Pertama,pengurus diperbanyak pelajar tingkat SLTP maupun SLTA di level PD (Pengurus Daerah), atau PK (pengurus Komisariat) karena dua tingkat kepengurusan diatas yang menjadi motor pergerakan PII di masyarakat. Atau jika terdapat mahasiswa agar lebih intensif lagi dalam hubungannya dengan pelajar. Sebagai contoh misalnya ketua daerah punya temen ketua OSIS di daerahnya, atau brigade punya banyak kawan yang pandai dalam bidang olahraga. Dengan demikian maka tingkat interaksi dan komunikasi antar pelajar dengan pengurus PII akan semakin intensif sehingga setiap kebutuhan dari pelajar akan semakin mudah terserap dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika sudah demikian maka langkah kedua adalah melakukan pemetaan berbagai kebutuhan pelajar yang menjadi kebutuhan pokok. Langkah pemetaan ini bisa dilakukan dengan memprioritaskan beberapa masalah-masalah pelajar yang terjadi di daerahnya. Tentunya setiap daerah atau tempat terdapat beberapa masalah yang berbeda-beda. Setelah ditemukan berbagai masalah tersebut maka diperlukan komunikasi lanjutan dengan elemen-elemen lain dalam pelajar untuk bersama-sama memecahkan masalah tersebut di lingkungan masing-masing. Langkah kedua ini bisa dilanjutkan dengan mengajak berbagai elemen pelajar lain (IPPNU,IRM, OSIS atau organisasi pelajar lainnya) untuk membentuk forum tersendiri atau aliansi yang kedepannya bisa menjadi pioner perubahan dalam memecahkan beberapa maslaah tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya, masalah UAN yang sampai sekarang masih menjadi masalah bagi pelajar lainnya. Menurut penulis, banyak pelajar lainnya yang masih takut untuk menyuarakan aspirasi mengenai kelangsungan UAN. Bagi PII, apakah benar itu merupakan masalah atau keinginan pelajar? Pada kenyataannya banyak terjadi pro kontra di masyarakat karena standar nilai yang terlalu tinggi. Hal hal inilah yang seharusnya direspons oleh organisasi pelajar lainnya terlebih bagi PII karena merupakan organisasi pelajar yang benar-benar netral sehingga mudah bagi PII untuk bisa mengakomodasi berbagai kepentingan pelajar lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada perbedaan yang sangat mencolok pada saat pergerakan PII di awal-awal revolusi kemerdekaan Indonesia, masa G/30-S/PKI masa pemberlakuan asas tunggal pancasila untuk semua organisasi di Indonesia. Masa -masa ini yang menyebabkan PII ditekan oleh orde baru. Tapi, pada zaman reformasi sekarang tuntutan PII lebih riil yaitu kontribusi apa PII untuk membantu pelajar. Sekarang PII sudah lama jauh dari pelajar sehingga PII tidak mengetahui kemauan pelajar atau tidak dinamis dengan dunia pelajar. PII harus bisa menjawab persoalaan itu. Sekarang sudah saatnya PII masuk kedalam dunia pelajar menyertai dan menyelami masalah pelajar. PII akan terpublikasikan sendiri jika benar-benar menyelami masalah realitas pelajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PII itu adalah kekayaan bagi pelajar Indonesia . ada nilai-nilai penting di PII yang harus selalu dijadikan pegangan yang yaitu , leadership,,jiwa independen, pengembangan sikap militansi,dan sikap kritis berbagai hal. Itulah yang Insya Allah akan membawa pelajar dalam membangun masa depan Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Syahrial Faza, Aktivis PW PII Jateng, alumnus FISIP UNDIP&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2533275937906378481-274509978095984917?l=bekaspiibdg.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bekaspiibdg.blogspot.com/feeds/274509978095984917/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2533275937906378481&amp;postID=274509978095984917' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2533275937906378481/posts/default/274509978095984917'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2533275937906378481/posts/default/274509978095984917'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bekaspiibdg.blogspot.com/2007/07/harba-pii-2.html' title='Harba PII (2)'/><author><name>Rakanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15679573818735027142</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2533275937906378481.post-3998403704267645128</id><published>2007-07-02T01:05:00.000-07:00</published><updated>2007-07-02T01:07:16.439-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Harba PII'/><title type='text'>Harba PII</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pendidikan; Jawaban Atas Keterpurukan Bangsa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Oleh Ibn Ghifarie&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pendidikan merupakan jawaban atas keterpurukan bangsa. Bukan dengan cara membagi-bagikan uang?", demikian ungkap Ryaas Rasyid, Ketua Pusat Perhimpunan Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (KB-PII) dalam acara Tasyakur peringatan Hari Bangkit (Harba) Perhimpunan KB-PII ke-60 bertajuk `Pacu Karya, Raih Prestasi, Jadi Pelajar Unggul bersama Pelajar Islam Indonesia (PII)` di gedung Pusat Pengembangan Penataran Guru Ilmu Pengetahuan Alam (P3G IPA), Minggu (20/5).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Ini yang mesti dikritisi oleh PII dan tanggung jawab PII dalam menyelesaikan keterpurukan bangsa`. jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Menyoal kemiskinan yang sedang melanda indonesia Ia berpendapat, "Indonesia tidak layak dikategorikan miskin, sebab kekayaan melimpah luah, SDA (Sember Daya Alam-red) masih tersedia, dan orang-oarang kaya raya pun banyak di negara kita".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nah segala persoalan ini bermula dari Pemimpin yang tidak amanah dan amburadulnya menejemennya", paparnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, Tasyakur Harba tak hanya perayaan saja, tetapi harus menjadikan pendidikan sebagai gerakan, bukan program tahunan semata. Apalagi bagi PII yang konesn terhadap dunia; pendidikan, dakwah dan pemberdayaan ekomoni keumatan, tambahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain halnya dengan Ganjar Kurnia, Rektor Unpad (Universitas Padjadjaran) Bandung. Selain pendidikan yang harus di utamakan dalam memperbaiki kondisi Indonesia. Rekontruksi pemikiran dan keumatan menjadi modal utama, ungkapnya. "Semuanya ini harus berawal dari insyaf ketika bertindak untuk bertangungjawab", tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhelatan akbar ini mendapat perhatian lebih dari keluarga besar PII baik yang muda maupun tua. Terlihat dari kehadiran mantan Pengurus Wilayah (PW) sekaligus Pengurus Besar (PB) PII Jawa Barat seperti Utomo Dananjaya, dan Dalianur. Meski ada kehawatiran atas kemerosotan kader-kader PII ditengah-tengah persaingan organisasi pelajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jangan takut dengan kondisi seperti ini. Apalagi tidak ada kader. Sebab saatnya pelajar harus menjadi objek, bukan subjek", ungkap Masdum, ketua PW PII dalam sambutannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Siga kieu lantaran PII (keadaan seperti ini berkat PII). Diadakanya acara Harba PII Ke-60 ini guna melajutkan kiprah pendiri PII seperti Yoesdi Ghozali, Anton Timur Djaelani, Amien Syahri dan Ibrahim Zarkasji serta merenungkan kembali kejayaan islam dan keindonesiaan", kata Aa Tarsono selaku Ketua Pelaksana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya, tidak lupa pada lemah cai PII setelah tak aktif jadi pengurus PII dan sekian tahun beraktivitas di luar PII. Maka Harba moment silaturahmi dan reunian guna mempererat persaudaraan di kalangan Keluarga Besar PII, tambahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senada dengan Aa Tarsono. Oma Wiharja Masyuri, ketua Pengurus Wilayah Perhimpunan KB-PII menjelaskan acara ini merupakan usaha meneruskan cita-cita para pendiri PII untuk mencapai tujuan PII `Kesempurnaan Pendidikan dan Kebudayaan yang sesuai dengan islam`&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Meski dengan berbagai keterbatasan. Semoga kegiatan ini dapat bermakna dan berguna bagi kemaslahatan umat", ungkapnya. [Ibn Ghifarie]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cag Rampes, Pojok P3G IPA, 20/18.39 wib&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2533275937906378481-3998403704267645128?l=bekaspiibdg.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bekaspiibdg.blogspot.com/feeds/3998403704267645128/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2533275937906378481&amp;postID=3998403704267645128' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2533275937906378481/posts/default/3998403704267645128'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2533275937906378481/posts/default/3998403704267645128'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bekaspiibdg.blogspot.com/2007/07/harba-pii.html' title='Harba PII'/><author><name>Rakanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15679573818735027142</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2533275937906378481.post-7966524496908714723</id><published>2007-04-23T12:39:00.000-07:00</published><updated>2007-04-23T12:42:28.107-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>Pendidikan Alternatif</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pendidikan Religius&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.pii-mesir.org/_artikel_/artikel/pendidikan-religius.html"  target="_blank"&gt;Oleh : Hakey*&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Saya merasa sedikit tercengang sekaligus ta’jub ketika seorang teman menyuruh kepada saya untuk sekedar membaca  sebuah kolom kesehatan yang ada di Gatra edisi pertengahan ramadhan yang lalu. Seorang dosen dari Fakultas Tarbiyah  Institut Agama Islam Negri (atau biasa disebut dengan IAIN) Sunan Ampel, yang beliau juga adalah seorang dokter lulusan FK UNAIR. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melakukan sebuah riset kepada  41 siswa sekolah menengah di sebuah lembaga pendidikan yang terletak di kota Surabaya. Ke 41 siswa tadi diminta oleh sang dokter untuk menjalani shalat tahajjud setiap malamnya selama sebulan. Dari 41 siswa yang di minta tadi hanya ada 23 siswa yang bisa bertahan untuk menjalani rutinitas ritual shalat malam tersebut. Ke 23 siswa yang masih tetap bisa konsis untuk menjalankan tahajjudnya dengan ikhlas tersebut dianjurkan untuk kembali shalat tahajjud setiap malamnya pada bulan berikutnya untuk diadakan test tahap kedua. Yang dapat berhasil lolos test pada tahap kedua sebanyak 19 siswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Setelah para siswa melakukan ibadah shalat tahajjud, sang dokter kemudian memeriksa sample darah yang ada dalam tubuh para siswa . Salah satu yang menjadi objek observasi sang dokter adalah hormon kortisol. Hormon ini berkaitan dengan stress yang melanda manusia. Apa hasilnya? ternyata siswa yang telah melakukan shalat tahajjud mengalami penurunan hormon kortisol, baik yang melaksanakan tahajjud di bulan pertama apalagi  mereka yang melaksanakan sesuai anjuran sang dokter selama dua bulan berturut-turut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya grafitasi penurunannya juga berbeda. “Ini berarti tahajjud menurunkan tingkat stress yang melanda manusia” demikian paparan sang dokter. Subhanallah, sunnah rasul yang agung itu ternyata begitu dalam hikmahnya. Sebagaian manusia yang kurang peka serta tersirami oleh nilai-nilai spiritual islam mungkin menganggap bahwa bangun untuk berwudhu dan shalat di akhir malam hanyalah sebuah pekerjaan yang melelahkan serta mengganggu kenyamanan tidur saja. Tapi itulah islam,sebuah risalah suci yang benar-benar mengatur serta membawa manusia kepada sebuah tatanan yang benar-benar manusiawi. Ketika manusia di abad yang serba modern dan canggih ini sibuk mencari solusi untuk hanya menghilangkan rasa jenuh dan stress akibat kesibukan mereka setiap harinya,dengan rekreasilah, berpetualanglah, memancinglah, mendengarkan musiklah, main gamelah, atau kegiatan-kegiatan yang lain. Maka islam telah memberikan solusi itu sejak 14 abad yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba sejenak kita menulusuri kehidupan bapak reformis dunia, Muhammad SAW.kejujuran, kebijaksanaan, budi pekerti, kehalusan tutur kata, perangai baiknya tidaklah ada yang meragukannya. Bahkan dalam buku yang versi bahasa indonesianya adalah “Seratus tokoh yang paling berpengaruh dalam sejarah” ditulis oleh Michael H. Hart (seorang non muslim) mencantumkan nama Muhammad SAW sebagai orang pertama yang paling berpengaruh dalam sejarah peradaban manusia, bukan Isaac Newton ataupun Isa yang di percaya oleh kaum Nasrani sebagai anak Tuhan dan dia juga adalah Tuhan bagi mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal secara populasi, ummat kristiani di seluruh dunia ini lebih banyak jumlahnya di bandingkan ummat Muhammad SAW. Tapi itulah fakta yang ada. Keberhasilan nabi akhir zaman itu tentulah tidak bisa lepas dari sebuah “pendidikan rabbani” yang beliau terima lewat perantara malaikat Jibril alaihissalam. Sebuah lembaga pendidikan yang di bimbing langsung oleh Dzat Maha Agung. Sang pemilik kerajaan bumi dan langit serta segala yang ada di dalamnya. Apakah beliau orang yang kerjanya cuman nganggur-nganggur aja, tidak sesibuk para pengusaha profesional yang ada di zaman kita sekarang? tentulah tidak, beliau adalah seorang yang memenangkan perang badar, beliau juga seorang yang melakukan “fathu makkah”, beliau jugalah sang “founding father” negara Madinah yang ada pada waktu itu. Pada masa remaja beliau juga seorang pengembala biri-biri yang sangat cekatan, seorang pedagang yang amatlah profesional. Pada awal-awal karirnya meniti jalan kenabian juga beliau tidak luput dari caci-maki serta sumpah-serakah yang di gembar-gemborkan oleh para pemuka suku bangsa Quraisy yang amatlah membenci risalah kenabiannya. Dituduh sebagai seorang penipu, diklaim sebagai orang gila, serta banyak ejek-ejekan yang cukup memerahkan telinga yang beliau terima. Apakah beliau mengalami stress seperti para pengusaha yang tutup modal dikarenakan perusahaan yang di kelolahnya bangkrut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Islam mengajarkan kepada seluruh ummatnya untuk tetap menyeimbangkan dua sisi  kehidupan yang berbeda, sebuah keseimbangan yang sangatlah harmonis. Memerintahkan kepada kita untuk mencari apa yang ada di dunia seakan-akan kita akan hidup untuk selamanya (tentunya dengan cara yang telah diajarkan), tak lupa pula memerintahkan kepada kita untuk selalu memompa semangat ruhani, mencari bekal-bekal amal dengan ibadah dan bertafakkur kehariba’an ilahi rabbi, seakan-akan ajal akan menjemput kita esok hari. Dari itu dapat di ambil kesimpulan bahwa, islam memerintahkan kepada kita untuk selalu mencari kebaikan-kebaikan yang ada di alam raya ini. Belajar, menuntut ilmu, mengerti tentang alam, tentang manusia, serta pelajaran-pelajaran yang bisa di ambil dari jagat raya ini, tentunya dengan memaksimalkan akal pemberian Tuhan. Disisi yang lain islam juga menganjurkan kita untuk selalu menjaga hati, sebuah titik pusat segala aktivitas manusia itu muncul, sebuah organ yang sangat unik, mampu mengangkat derajat anak adam melibihi derajat malaikat, serta sanggup untuk menjerumuskanya pada derajat yang lebih rendah daripada hewan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Sebuah pendidikan yang luar biasa mulia, akankah kita, orang-orang yang telah mendapatkan nikmat beragama islam akan mencari pendidikan-pendidikan yang lain ? Wallahu a’lam.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;*Mahasiswa Al-Azhar &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2533275937906378481-7966524496908714723?l=bekaspiibdg.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bekaspiibdg.blogspot.com/feeds/7966524496908714723/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2533275937906378481&amp;postID=7966524496908714723' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2533275937906378481/posts/default/7966524496908714723'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2533275937906378481/posts/default/7966524496908714723'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bekaspiibdg.blogspot.com/2007/04/pendidikan-alternatif.html' title='Pendidikan Alternatif'/><author><name>Rakanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15679573818735027142</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2533275937906378481.post-877062982931458007</id><published>2007-04-23T12:36:00.000-07:00</published><updated>2007-04-23T12:38:53.385-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='IPDN'/><title type='text'>Pendidikan Tercoreng</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;IPDN, Cermin Gagalnya Reformasi Pendidikan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://pelajar-islam.or.id/content/view/79/32/"  target="_blank"&gt;oleh Mohammad Yasin Kara   &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekerasan yang terjadi di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Jatinangor, Sumedang,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;merupakan cermin gagalnya program reformasi pendidikan nasional. Kekerasan yang menyebabkan meninggalnya Cliff Muntu, seorang praja berusia 19, oleh kalangan seniornya adalah fakta sosiologis gagalnya pemerintah dalam menerjemahkan visi masa depan pendidikan nasional--dalam korelasinya dengan proses pembangunan bangsa dan terbentuknya peradaban umat manusia secara universal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalahnya bukan kali ini saja kekerasan di luar batas kemanusiaan di IPDN itu terjadi. Tapi mengapa pemerintah tidak bisa membangun solusi alternatif dalam menangani masalah ini. Persoalannya cukup fundamental, praja-praja yang tengah dibina di IPDN adalah calon pejabat negara yang akan meneruskan perjuangan pembangunan masa depan bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Sebelum meninggalnya Cliff Muntu, tidak kurang dari 11 praja harus dirawat di rumah sakit karena terlibat perkelahian pada 1 Maret 2005 di IPDN. Sementara itu, pada 16 Oktober 2004, kekerasan oleh praja senior menimpa Ichsan Suheri, bahkan pada 3 September 2003, Wahyu Hidayat meninggal akibat dianiaya sebagaimana halnya Cliff Muntu. Demikian halnya dengan kematian Ery Rahman pada 3 Maret 2000, yang merupakan korban kalangan praja senior di IPDN itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat mengerikan, karena bisa jadi data di atas ini sekadar puncak gunung es yang hanya tampak di permukaan. Kasus kekerasan yang sebenarnya di IPDN itu mungkin saja sudah sangat kronis, sehingga sangat sulit dibenahi kembali. Bisa jadi para pendidik di lingkungan IPDN tersebut menganggap kekerasan yang terjadi selama ini hanyalah fenomena biasa, "ritual" balas dendam yang terjadi turun-temurun. Buktinya, banyak sekali kasus di luar batas kemanusiaan terjadi tanpa ada upaya perbaikan yang memadai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil penelitian terkait dengan masalah ini menunjukkan data yang sangat mengejutkan. Disinyalir, semenjak 2000 hingga 2004, diperoleh data adanya pergaulan seks bebas dalam 600 kasus, 35 kasus penganiayaan berat, 9.000 penganiayaan ringan, dan ada 125 praja yang terlibat penggunaan narkotik dan obat-obatan terlarang (narkoba). Data ini memperkuat argumentasi betapa program reformasi pendidikan nasional kita itu telah gagal. Boleh jadi kasus serupa sebenarnya juga terjadi dalam banyak institut atau universitas lainnya di negeri ini, tapi belum terkuak ke permukaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membangun paradigma baru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Digabungnya Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN) dan Institut Ilmu Pemerintahan (IIP) menjadi IPDN pada 2004 ternyata tidak mampu membangun paradigma baru bagi lembaga pendidikan ini. Mengapa mereka (pihak-pihak yang terkait dengan lembaga pendidikan ini, terutama pemerintah) tidak mampu melakukan perubahan? Saya berpandangan bahwa kasus kekerasan yang terjadi dan terus terulang di lembaga pendidikan ini sudah sangat kronis dan kompleks. Kesalahan awal terletak pada dangkalnya pemikiran para stakeholder saat dilakukan perubahan pada dua lembaga pendidikan ini. Pemerintah ternyata hanya melakukan perubahan pada aspek nama/institusi, bukan pada level kerangka pemikiran yang secara paradigmatik bersifat substantif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat perubahan yang lebih bersifat simbolis inilah, kekerasan yang telah turun-temurun terjadi tidak terhindarkan dari waktu ke waktu. Karena itu, pemerintah dan semua pihak yang terkait dengan masalah ini mesti segera melakukan pengkajian ulang yang lebih mendasar guna menemukan pokok persoalan yang bersifat mendasar dan komprehensif. Jika tidak, kekerasan demi kekerasan dan berbagai perilaku sosial yang tidak berperikemanusiaan akan terus terjadi dan terulang dalam rentang waktu yang tidak terbatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya, paradigma baru seperti apa yang mesti dibangun guna menghindari terulangnya kasus-kasus serupa di masa mendatang? Ada beberapa persoalan/pokok pemikiran yang perlu diuraikan berikut ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah dan semua pihak yang terkait mesti segera melakukan identifikasi masalah secara detail dan komprehensif terhadap masalah-masalah yang selama ini terjadi. Misalnya, mengapa terjadi penganiayaan secara fisik atau mengapa ada pendidikan yang menekankan aspek fisik? Bukankah IPDN adalah lembaga pendidikan nonmiliter?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya penganiayaan ini mesti dikumpulkan sebagai instrumen analisis bagi kemungkinan untuk membangun paradigma baru di kemudian hari. Demikian halnya dengan kasus-kasus lain yang terjadi di lembaga pendidikan itu, baik pelecehan seksual, seks bebas, maupun keterlibatan mereka dalam narkotik, yang jelas-jelas melanggar hukum. Semua aspek ini penting berkenaan dengan posisi mereka sebagai calon pejabat negara yang diharapkan melanjutkan perjuangan pembangunan bangsa ini di kemudian hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan mendasar lainnya, siapa yang paling bertanggung jawab atas berbagai permasalahan yang terjadi di IPDN itu? Mengikuti filosofi kematian ikan, biasanya yang busuk terlebih dulu adalah kepalanya. Filosofi kematian ikan ini hendak menjelaskan bahwa kasus-kasus di IPDN itu terjadi karena adanya kesalahan pada tingkat pengambilan kebijakan (stakeholder).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berpijak pada penjelasan ini, pengusutan secara tuntas adalah satu keharusan yang tidak bisa ditawar lagi. Siapa pun yang terlibat kasus ini mesti dibawa ke pengadilan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai dengan hukum yang berlaku. Berkaitan dengan kasus yang dapat dibilang cukup parah ini, sudah saatnya pemerintah, terutama Presiden, menunjukkan taringnya yang kuat dan perkasa untuk bersikap lebih tegas, menindak semua pihak yang terlibat dan mencari solusi alternatif pendidikan yang lebih baik di masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembubaran IPDN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat data dan fakta terkait dengan banyak kasus yang terjadi di IPDN selama ini, banyak kalangan kemudian mengusulkan agar lembaga pendidikan (IPDN) itu dibubarkan saja. Usul pembubaran ini bukannya tidak beralasan. Mereka berpandangan bahwa kekerasan yang terjadi dan terus terulang di IPDN telah mencoreng atau mencemarkan nama baik dunia pendidikan. Lebih dari itu, lembaga ini (IPDN dan juga dua lembaga sebelumnya, STPDN dan IIP) dapat dinilai gagal dalam mempersiapkan calon pejabat negara yang berkualitas. Hal ini terbukti dengan banyaknya pejabat negara yang terlibat berbagai perilaku korupsi selama ini. Memang perlu ada penelitian untuk membuktikan hal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, menanggapi gagasan pembubaran IPDN itu, pemerintah mesti membuktikan kepada publik, apakah betul negara memang sangat membutuhkan sistem pendidikan dengan lembaga tersendiri bagi para calon pejabat negara, setelah kini terbukti sekolah itu tidak memberi pelajaran baik bagi masa depan pembangunan bangsa ini? Jika memang tidak perlu, layaklah IPDN itu dibubarkan. Sementara itu, rekrutmen bagi calon pejabat negara sebaiknya dilakukan secara umum melalui penambahan materi khusus di berbagai universitas yang sudah ada. Dengan demikian, berarti negara telah berupaya menyelamatkan banyak generasi dari kekerasan yang telah terfragmentasi di IPDN selama ini. Pada sisi lain, hal ini juga bisa menghemat tenaga dan biaya serta memacu kompetensi anak didik secara lebih sehat di masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mohammad Yasin Kara, ANGGOTA KOMISI X DEWAN PERWAKILAN RAKYAT RI, SEKRETARIS FRAKSI PARTAI AMANAT NASIONAL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*sumber kompas 10/04/07&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2533275937906378481-877062982931458007?l=bekaspiibdg.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bekaspiibdg.blogspot.com/feeds/877062982931458007/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2533275937906378481&amp;postID=877062982931458007' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2533275937906378481/posts/default/877062982931458007'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2533275937906378481/posts/default/877062982931458007'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bekaspiibdg.blogspot.com/2007/04/pendidikan-tercoreng.html' title='Pendidikan Tercoreng'/><author><name>Rakanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15679573818735027142</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2533275937906378481.post-1319939454921553064</id><published>2007-04-23T12:32:00.000-07:00</published><updated>2007-04-23T12:35:21.379-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pluralisme'/><title type='text'>Pluralisme</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Merayakan Pluralisme Islam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://wakiltuhan.multiply.com/journal/item/1"  target="_blank"&gt;Oleh Syafiq&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang disimpulkan Khalil dan juga Abdul Raziq menggambarkan bahwa Islam, meskipun ia agama langit, tidak ”malu-malu” menampilkan dirinya dalam wajah yang tidak lagi berkarakter langit, wajah yang tidak sepenuhnya memancarkan aura ilahi, tapi sarat muatan lokalistik-Arabistik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”… Islam banyak mewarisi peninggalan-peninggalan bangsa Arab serta mengadopsi sejumlah sistem yang berkembang di kalangan mereka, seperti aspek sosial, ekonomi, kemasyarakatan, hukum, politik, dan bahasa,” demikian Khalil Abdul Karim dalam sekapur sirih untuk karyanya Al-Judzur al-Tarrikhiyyah li al-Syari`ah al-Islamiyyah. Dalam karya bombastisnya itu, Khalil Abdul Karim menguak beberapa praktik ajaran Islam yang diadopsi dari tradisi masyarakat Arab pra-Islam. Praktik poligami, penentuan seperlima dalam pembagian hasil rampasan perang, perbudakan, syura (musyawarah), kekhalifahan dan sebagainya bukan merupakan ajaran Islam yang pure dari langit. Dalam hal ini, Ali Abdul Raziq benar ketika mengatakan dalam bukunya Al-Islam wa Ushul al-Hukm bahwa kekhalifahan bukan merupakan ajaran Islam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Bahkan, Khalil juga berkesimpulan bahwa sebagian praktik ritual dalam Islam merupakan kelanjutan belaka dari ritual masyarakat Arab yang berumur ribuan tahun. Ia mencontohkan tradisi pengagungan Ka`bah dan Tanah Suci Mekkah, prosesi Haji dan Umrah, sakralisasi bulan Ramadhan dan bulan-bulan Haram (al-Asyhur al-Hurum/ Dzulqa`dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab), penghormatan kepada Ibrahim dan Ismail sehingga umat Islam disunahkan sembahyang dua rakaat di maqam Ibrahim tatkala menunaikan ibadah Haji, dan kebiasaan berkumpul pada hari Jumat untuk menunaikan salat Jumat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataan ini tidak berarti Islam melulu bersifat lokalistik. Di dalam Islam juga terkandung nilai-nilai universalitas karena Islam meneguhkan dirinya sebagai agama rahmatan lil ‘alamin yang bertujuan mencerahkan kegelapan umat manusia, bukan agama rahmatan lil ‘arabiyyin (membawa rahmat hanya untuk orang Arab). Karenanya, penerimaan Islam akan unsur-unsur budaya lokal tidak dilakukan secara mentah atau telanjang, melainkan mengadopsi dan memodifikasinya dalam semangat Islam. Virus paganisme yang bersarang dalam ritus-ritus lokal disapu-bersih dan unsur dehumanitas dalam tradisi masyarakatnya secara perlahan diamputasi. Lokalitas hanyalah kulit luar yang berfungsi sebagai pengemas universalitas yang merupakan inti ajaran Islam.&lt;br /&gt;Apa yang disimpulkan Khalil dan juga Abdul Raziq menggambarkan bahwa Islam, meskipun ia agama langit, tidak ”malu-malu” menampilkan dirinya dalam wajah yang tidak lagi berkarakter langit, wajah yang tidak sepenuhnya memancarkan aura ilahi, tapi sarat muatan lokalistik-Arabistik. Arabisme Islam ini nampak dalam penggunaan bahasa Arab oleh al-Quran dan narasi al-Quran yang bercerita tentang kondisi soio-kultural masyarakat Arab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, Arabisme Islam merupakan konsekuensi logis semata karena Islam tidak turun dalam masyarakat yang hampa budaya, tidak juga di luar kawasan Arab, melainkan di tengah-tengah masyarakat Arab yang kaya akan tradisi warisan leluhur. Sikap Islam yang sangat akomodatif terhadap panorama budaya lokal ini menyiratkan pesan bahwa Islam harus dibumikan dengan mempertimbangkan kearifan lokal (local wisdom). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lokalitas merupakan suatu keniscayaan karena tanpanya, universalitas yang menjadi inti ajaran Islam tidak akan pernah punya arti apa-apa lantaran ia tidak membumi. Universalitas dan lokalitas ibarat dua sisi mata uang yang satu sama lainnya tak bisa dipisahkan. Universalitas Islam mustahil dipahami di luar konteks lokalitas. Tentu, sejarah akan bercerita lain jika Islam mengabaikan aspek lokalitas Arab di era pertumbuhannya. Sejarah tidak akan pernah mengenang kebesaran Islam jika Alquran tidak menggunakan bahasa Arab atau tidak bertutur mengenai keadaan masyarakat Arab. Mungkin Islam akan dikenal sebagai pengisi cerita di waktu senggang dalam bentangan hikayat sejarah Arab. &lt;br /&gt;Ketika Islam mendarat di Bumi Nusantara pada abad VII M dan mengalami pertumbuhan yang cukup serius sekitar abad XIV hingga menjadi agama mayoritas, kesuksesan ini tidak bisa dilepaskan begitu saja dari kecanggihan negosiasi budaya yang digerakkan oleh para penyebar Islam Nusantara. Drama penyebaran Islam di tanah Jawa oleh Wali Songo misalnya, prosesnya tidak dilakukan dengan memotong urat nadi tradisi masyarakat Jawa, sekalipun tradisi tersebut berbau animistik- Hinduistik. Tegasnya, cara-cara Wahabistik tidak dikenal dalam kamus penyebaran Islam Jawa.&lt;br /&gt;Wali Songo tidak menghancurkan tembok kuburan, tidak pula menganjurkan rakyat Jawa untuk memakai gamis, memelihara jenggot atau mengenakan jilbab bagi perempuan Jawa. Tapi, Wali Songo malah mengarifi budaya lokal setempat dengan menjadikannya sebagai instrumen penyebaran Islam seperti dipraktikkan oleh Sunan Kali Jaga yang memanfaatkan wayang untuk menarik massa agar masuk Islam. Di luar Jawa, Islamisasi juga berlangsung dalam rel kearifan lokal sehingga Islam bisa diterima secara luas oleh rakyat dari Sabang sampai Merauke tanpa disertai pertumpahan darah. &lt;br /&gt;Kemunculan Islam dengan identitas keindonesiaan yang sangat berlainan dengan Islam Timur Tengah (baca: Arab) tentu merupakan fakta yang absah dan harus dipandang secara apresiatif sebagai sesuatu yang wajar, bukan hal yang menyimpang. Pluralisme dalam skala mikro seperti ditunjukkan oleh keberadaan Islam Kejawen, Islam Dayak, Islam Samin, Islam Sasak dan seterusnya yang dalam banyak segi berbeda haluan dengan Islam masa awal yang Arabsentris, tidak bisa diklaim sebagai sesuatu yang mengada-ada atau heuretik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kerangka ini, gerakan puritanisasi yang digelar oleh sejumlah ormas Islam tentu merupakan aksi pengingkaran atas watak Islam yang pluralis. Meminjam sudut pandang Hermeneutika Gadamerian, Islam adalah sebuah ”teks” yang terbuka untuk selalu direproduksi sesuai horison pembaca. Umat Islam Indonesia dengan warna-warni budayanya berada pada posisi sebagai pembaca ”teks Islam” sehingga memiliki otoritas penuh untuk menerjemahkan Islam secara berlainan dengan Islam masa awal atau corak Islam di kawasan dunia manapun. Umat Islam Indonesia berhak mereproduksi Islam dalam semangat keindonesiaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesulitan membedakan antara Islam dan Arabisme merupakan penyakit akut yang melanda kebanyakan umat Islam di dunia. Kegagalan memisahkan keduanya berimplikasi pada pemahaman bahwa Islam itu satu, yakni Islam Arab. Pluralisme Islam akan dipandang sebagai bid`ah. Kelekatan Islam dengan Arabisme ini telah berlangsung sedemikian jauh sehingga muncul pandangan bahwa kadar keislaman seseorang diukur dari seberapa kental nuansa Arabisme yang mewarnai perilaku keagamaannya. Berdoa dengan bahasa Arab dipandang lebih ”Islam” ketimbang menggunakan bahasa selain Arab (Ajam). Orang yang memakai gamis atau perempuan berjilbab akan dipandang sebagai seorang muslim sejati dibanding dengan yang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang kita gagal memisahkan antara Islam dan Arabisme, maka ada tiga hal yang muncul: Pertama, kegagalan menangkap pesan Islam yang sejati yang terkandung dalam aspek universalitasnya. Kedua, runtuhnya proyek pluralisme Islam, dan Ketiga, matahari peradaban Islam akan selalu terbit di dunia Arab karena dipandang sebagai representasi Islam yang paling absah. Usaha mengalihkan peradaban Islam dari tanah kelahirannya ke Tanah Air misalnya, hanyalah sebentuk angan-angan, meskipun potensi bangsa Indonesia untuk meneguhkan diri sebagai matahari peradaban Islam sangatlah memungkinkan karena ditunjang oleh watak Islam Indonesia yang –meminjam istilah Fazlur Rahman- lebih terbuka, demokratis dan egaliter dibanding Islam yang tumbuh di kawasan lain, serta didukung besarnya jumlah pemeluk agama Islam yang melampaui eskalasi umat Islam di penjuru dunia manapun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dus, Islam dan Arabisme harus dibedakan sehingga pluralisme Islam bisa dirayakan. Islam tidak pernah seragam. Ia beragam karena teramat akomodatif terhadap warna-warni budaya lokal sebagaimana ditunjukkan dalam sejarah perkembangannya. Pluralisme Islam adalah keniscayaan karena Tuhan menghendaki demikian. []&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Penulis aktifis PII Jakarta dan Kuliah di Paramadina Mulya.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2533275937906378481-1319939454921553064?l=bekaspiibdg.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bekaspiibdg.blogspot.com/feeds/1319939454921553064/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2533275937906378481&amp;postID=1319939454921553064' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2533275937906378481/posts/default/1319939454921553064'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2533275937906378481/posts/default/1319939454921553064'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bekaspiibdg.blogspot.com/2007/04/pluralisme.html' title='Pluralisme'/><author><name>Rakanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15679573818735027142</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2533275937906378481.post-1495300128255806421</id><published>2007-03-14T11:57:00.000-07:00</published><updated>2007-03-14T12:03:10.800-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sajak'/><title type='text'>Ibunda</title><content type='html'>&lt;div class="entry-content"&gt;    &lt;div class="entry-body"&gt;     &lt;p style="font-weight: bold;"&gt;Mengapa Ibuku Menangis&lt;/p&gt;&lt;p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-style: italic;"&gt;Oleh Dalianur Hasba*&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Seorang anak bertanya pada Tuhan,&lt;br /&gt;“Tuhan, mengapa ibuku menangis ?”&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Tuhan berkata, “Karena ibumu seorang&lt;br /&gt;wanita.”&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;“Saat kuciptakan wanita, Aku&lt;br /&gt;membuatnya menjadi sangat spesial.&lt;br /&gt;Kuciptakan bahunya cukup kuat untuk&lt;br /&gt;menahan beban dunia, walaupun bahu itu&lt;br /&gt;harus cukup nyaman dan lembut.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kuberikan wanita kekuatan untuk dapat&lt;br /&gt;melahirkan seorang anak sekaligus&lt;br /&gt;kekuatan untuk menerima penolakkan&lt;br /&gt;dari anaknya itu sendiri.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kuberikan wanita keperkasaan untuk&lt;br /&gt;membuatnya tetap bertahan saat semua&lt;br /&gt;orang sudah putus asa.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kuberikan wanita kesabaran untuk&lt;br /&gt;merawat keluarganya walau letih dan&lt;br /&gt;lelah tanpa berkeluh kesah.&lt;br /&gt;Kuberikan wanita perasaan peka dan&lt;br /&gt;kasih sayang untuk mencintai anak-&lt;br /&gt;anaknya dalam kondisi dan situasi&lt;br /&gt;apapun walau tak jarang anak-anaknya&lt;br /&gt;itu melukai perasaan dan hatinya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Perasaan ini pula yang akan memberikan&lt;br /&gt;kehangatan pada bayi-bayi yang&lt;br /&gt;terkantuk menahan lelap dan memberikan&lt;br /&gt;kenyamanan sangat didekap dengan&lt;br /&gt;lembut olehnya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kuberikan wanita kekuatan untuk&lt;br /&gt;membimbing suaminya melewati masa-masa&lt;br /&gt;sulit dan menjadi pelindung baginya.&lt;br /&gt;Bukankah tulang rusuklah yang&lt;br /&gt;melindungi setiap hati dan jantung&lt;br /&gt;agar tak terkoyak ?&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kuberikan wanita kebijaksanaan untuk&lt;br /&gt;mengetahui bahwa seorang suami yang&lt;br /&gt;baik tidak pernah menyakiti istrinya&lt;br /&gt;walaupun kadang-kadang kebijaksanaan&lt;br /&gt;itu menguji kekuatan dan kesetiaannya&lt;br /&gt;dalam mendampingi suaminya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Akhirnya kuberikan wanita air mata&lt;br /&gt;agar dapat mencurahkan perasaannya.&lt;br /&gt;Inilah yang khusus kuberikan kepada&lt;br /&gt;wanita agar dapat digunakan kapanpun&lt;br /&gt;ia inginkan.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Hanya inilah yang dimiliki wanita&lt;br /&gt;walau sebenarnya ini adalah air mata&lt;br /&gt;kehidupan.”&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Diambil dari “Why my mom&lt;br /&gt;crying ?”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sumber http://delianur.blogs.friendster.com/my_blog/&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;*Penulis adalah Mantan Ketum PB PII periode 2004/2006.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;    &lt;/div&gt;       &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2533275937906378481-1495300128255806421?l=bekaspiibdg.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bekaspiibdg.blogspot.com/feeds/1495300128255806421/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2533275937906378481&amp;postID=1495300128255806421' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2533275937906378481/posts/default/1495300128255806421'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2533275937906378481/posts/default/1495300128255806421'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bekaspiibdg.blogspot.com/2007/03/ibunda.html' title='Ibunda'/><author><name>Rakanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15679573818735027142</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2533275937906378481.post-5398859273366411211</id><published>2007-03-14T11:41:00.000-07:00</published><updated>2007-03-14T11:45:15.302-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pigur'/><title type='text'>Teladan</title><content type='html'>&lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;span face="Arial, sans-serif"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Menjadi Guru Anak-Anak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Oleh Abdul Rauf&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span face="Arial, sans-serif"&gt;Banyak alasan mengapa kita perlu belajar pada anak. Mereka punya kepolosan dan kejujuran yang sudah sedikit 'asing' di dunia orang dewasa. Mereka mempunyai rasa ingin tahu yang besar (&lt;em&gt;curiousity&lt;/em&gt;), sesuatu yang mulai berkurang pada orang dewasa karena terlalu sering mewajarkan sesuatu yang tidak biasa sekalipun. Dan bayak hal unik pada anak yang perlu kita renungkan dan dijadikan cermin. Singkat kata, saya bersetuju dengan tulisan di kolom ini pada minggu yang lalu. Sekarang, saya kira refleksi ini bisa (perlu) kita balik:seberapa banyak alasan bagi anak untuk 'berguru' pada kita.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span face="Arial, sans-serif"&gt;Barangkali yang dimaksud dengan anak dalam tulisan ini berbeda dengan maksud yang dituju pada tulisan sebelumnya. Bagaimanapun, saya belum berkeluarga apalagi menjadi orang tua bagai seorang anak. Pun demikian, pengalaman menjadi dan berinteraksi dengan anak bukan monopoli para orang tua saja. Kembali ke soal, sebagai golongan sosial yang sudah bukan termasuk kategori anak, cukup banyakkah alasan kita untuk menjadi guru atau media belajar bagi anak?.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span face="Arial, sans-serif"&gt;Dalam hidup sehari-hari, dalam konteks kebudayaan ada yang disebut dengan belajar budaya. kita lebih akrab dengan istilah teknisnya yaitu sosialisasi. Yang dimaksud bukan proses penyebaran informasi melainkan proses seseorang (anak) mengenal dan dikenalkan, belajar menghayati dan mengaplikasikan aturan-aturan sosial yang berlaku di lingkungannya. Dalam konteks perbincangan kita, seorang anak belajar tentang sikap yang seharusnya dilakukan ketika berhubungan dengan orang tua, kakak, pembantu dan hubungan-hubungan dengan orang di lingkungan yang lebih luas lagi. di sini, salah satu agen sosialisasi primer bagi anak-adalah keluarga. Contoh kecil, misalnya, seorang anak akan meminta bantuan kepada pembantu tidak kepada saudaranya jika anggota keluarga lain bersikap serupa. Dengan kata lain, sikap dan perlakuan kita terhadap pembantu akan jadi referensi bagi si anak.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span face="Arial, sans-serif"&gt;Pada era informasi yang canggih sekarang ini, agen-agen sosialisasi mulai menggeser keluarga bahkan bisa jadi _untuk orang tua yang sibuk_mengambil alih perhatian anak. Adalah media,terutama televisi, telah menjadi guru favorit baru bagi anak-anak. Seibarat kotak pandora, baik-buruk tentang segala hal bisa diperoleh dengan mudah. Kerapkali muncul tak terbendung. keluarga sebagai kontrol kepatutan (norma) bagi anggotanya, disadari atau tidak, memeroleh saingan baru dalam proses belajar budaya. Bagi orang tua sibuk, televisi menjadi pengasuh paling setia ketimbang pengasuh sendiri. Meski demikian, toh televisi seakan-akan menjadi kebutuhan primer bagi masyarakat. Di sinilah persoalan muncul. Orang dewasa yang berada di balik televisi maupun konsumen televisi masih belum &lt;em&gt;aware&lt;/em&gt; dan menjadi peduli untuk membuang_kalau tidak bisa, mengeliminir_ sisi negatif dari kotak pandora ini. Untuk ini kita bisa ambil contoh tentang tayangan drama kekerasan yang ditayangkan salah satu stasiun swasta yang bukan sekedar menanamkan benih kekerasan pada anak, bahkan sampai merenggut nyawa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span face="Arial, sans-serif"&gt;Jadi, masih banyakkah alasan bagi seorang anak untuk 'belajar' pada orang dewasa? Contoh yang dipaparkan tadi sebetulnya hanya salah satu saja. Saya rasa, persoalan utamanya adalah sejauh mana kita bisa menjadi teladan bagi orang-orang di sekitar kita. Orang tua menjadi teladan yang baik bagi anaknya. Kakak bagi adiknya. Produsen media bagi halayak penontonnya. Dan tentu saja, pemimpin bagi rakyatnya. &lt;em&gt;Wallaahu a'lam&lt;/em&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span face="Arial, sans-serif"&gt;Sumber http://dulur.blogs.friendster.com/my_blog/&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span face="Arial, sans-serif"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;*Penulis adalah Mantan Ketum PD PII Kab Bandung periode 2003/2004. Kini, sedang menyelesaikan kuliah di jurusan Antropologi Unpad.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2533275937906378481-5398859273366411211?l=bekaspiibdg.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bekaspiibdg.blogspot.com/feeds/5398859273366411211/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2533275937906378481&amp;postID=5398859273366411211' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2533275937906378481/posts/default/5398859273366411211'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2533275937906378481/posts/default/5398859273366411211'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bekaspiibdg.blogspot.com/2007/03/teladan.html' title='Teladan'/><author><name>Rakanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15679573818735027142</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2533275937906378481.post-4546263368710110835</id><published>2007-03-14T11:28:00.000-07:00</published><updated>2007-03-14T11:53:03.825-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PII'/><title type='text'>Ngeja PII</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sekedar Pelajar Islam Indonesia (PII) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Oleh Adinda Ihsani Putri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;whoo...gimana ya nyeritain PII...&lt;br /&gt;jadi dulu gw pas smp kelas 2, diajak bonyok ikut training di Cicalengka...yang kebayang, kayak training2 nya PAS Salman gitu...pas dateng, pemandangan yang didapetnya, gedung sekolah tua, kotor, angker, banyak orang yang gayanya unik dan gw gak kenal...ternyata Leadership Basic Training...&lt;br /&gt;penderitaan yang punya makna besar...secara gw dulu manja banget ma umi-abi (bonyok)gw...gw dikirimin tiker, selimut, susu...padahal orang2 disana pada bawa baju aja paling ma alat tulis...gw merasa parah waktu itu...diskusi demi diskusi gw lewatin...walaupun aneh, masa gw harus diadu ngomong ma anak SMA, kuliahan...beurat...tapi akhirnya gw beresin seminggu disana...&lt;br /&gt;kenal Iqbal...anak tasik yang ngasih gw impression disana...walaupun dah ngilang tah kmana...&lt;br /&gt;kenal Eksa, Bang Jay...dan ternyata gw pertama kali ketemu ma my last (amiin) disana juga...tapi dulu gw blom kenal...kenal banyak lah...&lt;br /&gt;gw ikut bareng uki (abang), ucan, fia (sepupu) dan ita (sodara jauh) gw...&lt;br /&gt;trus...6 bulan kemudian gw ikut Latihan MAnajemen Dasar...di Bandung...seneng banget...gw wktu itu lagi di PK Coblong...PK yang garing...tapi mutu lah gara2 orang2nya keren2...haks...&lt;br /&gt;2003 gw jadi ketua korda PII Wati Kota Bandung...awal tahunnya, gw ikut Leadership Intermediate Training...inloknya Ka Erlan...disitu gw mulae bkenal2 ma Imron...dst..sst...it's private!&lt;br /&gt;2004 gw jadi kabid internal...2005 ikut SDPN di jogja...ikut Konwil juga di TAsik...masuk deh ke PW PII Jabar...ketuanya namanya Masdum...&lt;br /&gt;sempet ikut banyak kegiatan...simple sih...tapi mutu...gw ngerasa banyak belajar banyak...&lt;br /&gt;tapi sekarang2 gw lagi bad mood di PII...yah...itu masalahnya...bosenkah? atau apa ya? kayaknya gw aja yang lagi ngaco...forget it!&lt;br /&gt;pokoknya ni organisasi keren bgt! the best ever!&lt;br /&gt;oia, gw pnah ke Ambon gara2 kut Muknasnya PII lho...asik...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber &lt;span class="attribute-value"&gt;&lt;/span&gt;http://ndajugasemesta.blogs.friendster.com/nda_adin_ndaduth_teteh_ay/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;*Penulis Pengurus PW PII Wati Jabar. Kini, sedang kuliah di ITB &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="attribute-value"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2533275937906378481-4546263368710110835?l=bekaspiibdg.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bekaspiibdg.blogspot.com/feeds/4546263368710110835/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2533275937906378481&amp;postID=4546263368710110835' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2533275937906378481/posts/default/4546263368710110835'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2533275937906378481/posts/default/4546263368710110835'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bekaspiibdg.blogspot.com/2007/03/ngeja-pii.html' title='Ngeja PII'/><author><name>Rakanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15679573818735027142</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2533275937906378481.post-5681214293135923799</id><published>2007-02-28T02:12:00.000-08:00</published><updated>2007-02-28T02:13:15.389-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sosial'/><title type='text'>UIN</title><content type='html'>&lt;div class="entry-content"&gt;   &lt;div class="entry-body"&gt;    &lt;p style="font-weight: bold;"&gt;Cahaya sore di UIN Sunan kali jaga..&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Oleh Ari Suciatno&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Cahaya sore di UIN Sunan kali jaga..&lt;br /&gt;Detik-detik terakhir.. Mungkin nanti? ingatkah itu!..&lt;br /&gt;Dan kebodohan itu! dalam sebuah sejarah hidupku.. adalah saat aku meninggalkanmu.. Mungkin nanti? kau akan tau seberapa baiknya itu?!&lt;br /&gt;Dan aku,.. biarkan jiwa dan roh cintaku terkikis oleh waktu yang menyayat-nyayat uluh hati dan pikiranku.. Demi kau dan kencantikan yang selalu ku simpan dalam dopetku.. Terima kasih atas segala waktu dan senyum manismu..&lt;br /&gt;Ku tunggu sampai matiku..  Caci-makimu, dengan gumpalan kejengkelan, kebencian dan kekesalanmu.. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;maafkan aku..&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Ari..&lt;/p&gt;   &lt;/div&gt;     &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2533275937906378481-5681214293135923799?l=bekaspiibdg.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bekaspiibdg.blogspot.com/feeds/5681214293135923799/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2533275937906378481&amp;postID=5681214293135923799' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2533275937906378481/posts/default/5681214293135923799'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2533275937906378481/posts/default/5681214293135923799'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bekaspiibdg.blogspot.com/2007/02/uin.html' title='UIN'/><author><name>Rakanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15679573818735027142</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2533275937906378481.post-6088068161323998563</id><published>2007-02-28T02:11:00.002-08:00</published><updated>2007-02-28T02:12:22.776-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Silang Rasa'/><title type='text'>Cinta</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold;"&gt;Ketika Aku Bicara Cinta (1)&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-style: italic;"&gt;oleh Ari Sucianto&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Cinta adalah bahasa keiklasan dalam ungkapan dan luapan rasa emosional, untuk memberikan sesuatu yang terbaik pada suatu yang dikagumi yang telah singgah dihati.. Sesuatu yang dikagumi itu! Bisa berupa benda, seseorang, negara, idiologi, golongan (dll yang sifatnya duniawi) dan Tuhan..! (Allah swt..) Cinta kepada Tuhanlah cinta yang semestinya terwujud dan harus ditinggikan diatas cinta kepada cinta selainNya.. “Kenapa Mesti demikian?!!... Karena Dialah Cinta di atas cinta yang sesungguhnya kita rasa... yang tak akan pernah hilang dan pergi meninggalkan kita sedikitpun... yang tak akan pernah berhenti memberikan ketenangan pada jiwa-jiwa yang telah terhanyut, terayu pada syair-syair CintaNya, yang lembut terurai turun menyusuri bumi... Syair-syair CintaNyalah yang akan menghijaukan daratan, membirukan launtan dan mengindahkan langit-langit tempat bersemanyamnya percikkan para bintang...&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Duhai yang Maha Cinta...&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Cintailah cintaku...&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Panah cintaku pada cinta yang semestinya kepadaMu...&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Duhai yang Maha Cinta...&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Cintailah aku...&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;UntukMu Cintaku...&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Ku syairkan hatiku...&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;I love you Allah...&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;I love You...&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;...&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ketika Aku Bicara Cinta (2)&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  Dariku, hambaMu... Si Penghianat Cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi seperti apa? Yang diinginkan orang yang kita cintai, dengan landasan keiklasan.. akan jauh lebih baik ketibang menjadi pemuja dan perayu hatinya.. karena bahasa cinta adalah bahasa keiklasan untuk menjadi yang terbaik untuk orang yang kita cintai.. bukan bahasa keinginan untuk memiliki hatinya.. biarkanlah hatinya terbang mengikuti irama alam.. dan teruskanlah cinta pancarkan cahaya tuk terangi setiap pijak langkahnya.. secara wajar dan baik-baik saja..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ketika Aku Bicara Cinta (3)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Ketika aku bicara cinta..&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Seperti inilah adanya aku..&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Merayumu hingga ke uluh hati..&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Memanjakanmu, sampai kau mati..&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Seperti inilah adanya aku..&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Ketika aku bicara cinta..!&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Dan, lalu..&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Maafkan aku..&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Aku merayumu, bukan karena aku, punya cinta padamu mati!&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Tapi karena kau wanita..&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Ada lembutnya hati!&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Yang wajib! Kujaga! &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Maafkan aku..&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Ketika aku bicara cinta..&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kata-kataku menuwai luka baru untukmu..&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Maafkan aku..&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Aku bukan sandaran terbaikmu..&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Hanyalah.. dan adalah Dia..!&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Pencipta dan penjaga Cinta sejatimu..&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Shubahanallah..&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Maha suci Allah..&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Bersandarlah kau padaNya..&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Dzat Si Maha Cinta yang terpaling tinggi..&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Maaf..&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Bukan aku..&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Yang mesti kau cinta mati!&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Tapi Dia..! Dia..! Dan hanya Dia..!&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Bagiku.. adanya aku..&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Hanyalah sekedar sahabat penasehat hati..!&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sesudah itu..&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Selamat tidur..&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Selamat malam..&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2533275937906378481-6088068161323998563?l=bekaspiibdg.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bekaspiibdg.blogspot.com/feeds/6088068161323998563/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2533275937906378481&amp;postID=6088068161323998563' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2533275937906378481/posts/default/6088068161323998563'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2533275937906378481/posts/default/6088068161323998563'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bekaspiibdg.blogspot.com/2007/02/cinta.html' title='Cinta'/><author><name>Rakanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15679573818735027142</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2533275937906378481.post-5337603358315619865</id><published>2007-02-28T02:11:00.001-08:00</published><updated>2007-02-28T02:11:36.412-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Letupan Hati'/><title type='text'>Aku</title><content type='html'>&lt;div class="entry-content"&gt;   &lt;div class="entry-body"&gt;     &lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;Menurutku...&lt;/p&gt;&lt;p style="font-style: italic;" class="MsoNormal"&gt;Ari Sucianto&lt;/p&gt;Terdapat 7 orang yang mempengaruhui hidupmu:  &lt;p class="MsoNormal"&gt;1.Orang yang kamu tau: adalah orang yang pernah kamu lihat.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;2.Orang yang kamu kenal: adalah orang yang pernah memperkenalkan dirinya kepadamu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;3.Orang yg akrab denganmu: adalah orang yang sering bertemu, bercanda, curhat, dan sering berjalan bersamamu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;4.Teman: adalah orang yang selalu siap hadir dalam susahmu dan paling bahagia saat kamu sehat, kuat dan berhasil atau sukses dalam suatu hal.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;5.Sahabat: adalah orang yang rela mempertaruhkan nyawanya demi hidupmu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;6.Saudara: adalah orang yang mempunyai hubungan darah dgnmu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;7.Kekasih: adalah orang yang kamu pilih dalam urusan hati.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Oleh karena itu, di dalam dunia ini:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Tidak ada yang namanya teman itu iri atau dengki..&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Tidak ada sahabat yang berhianat..&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Dan jgn kaget jika ada saudara yang berbuat jahat..&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Agar kamu ga sakit hati? Maka ajarkanlah kekasihmu tubuh menjadi sahabatmu..&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;How about you???&lt;/p&gt;     &lt;/div&gt;     &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2533275937906378481-5337603358315619865?l=bekaspiibdg.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bekaspiibdg.blogspot.com/feeds/5337603358315619865/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2533275937906378481&amp;postID=5337603358315619865' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2533275937906378481/posts/default/5337603358315619865'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2533275937906378481/posts/default/5337603358315619865'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bekaspiibdg.blogspot.com/2007/02/aku.html' title='Aku'/><author><name>Rakanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15679573818735027142</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2533275937906378481.post-6765107272473621730</id><published>2007-02-28T02:09:00.000-08:00</published><updated>2007-02-28T02:10:42.421-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Letupan Hati'/><title type='text'>Esok</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;" lang="EN-US"&gt;Hari Esok, dan disuatu ketika?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-style: italic;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Oleh Ari Suciatno&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Hari esok..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Dan di suatu ketika..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Saat suara tak terdengar..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Saat mata terpejam..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Saat suasana sunyi gelap-gulita..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Saat diding liang lahat pisahakan dua dunia..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Hanya, apa yang kita perbuat, itu yang menemani..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Hari esok..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Dan disuatu ketika..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Nyayian penyesalan..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Hanya jeritan menambah derita..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Hanya apa? Hanya itu yang kita bisa..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Kenapa kita mesti menunggu?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Hari esok..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Dan disuatu ketika?..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Dengan terus menciptakan penyesalan-penyelasan, baru’&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Yang menyakitkan diri kita sendiri?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Hari esok..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Dan disuatu ketika?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Mengikis waktu-waktu..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Berhari-hari.. makin mendekat!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2533275937906378481-6765107272473621730?l=bekaspiibdg.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bekaspiibdg.blogspot.com/feeds/6765107272473621730/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2533275937906378481&amp;postID=6765107272473621730' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2533275937906378481/posts/default/6765107272473621730'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2533275937906378481/posts/default/6765107272473621730'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bekaspiibdg.blogspot.com/2007/02/esok.html' title='Esok'/><author><name>Rakanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15679573818735027142</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2533275937906378481.post-7334645660715332496</id><published>2007-02-28T02:08:00.000-08:00</published><updated>2007-02-28T02:09:16.270-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejawat'/><title type='text'>Sahabat</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Surat Untuk Sahabat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="entry-content"&gt;&lt;div class="entry-body"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Oleh Ari Sucianto&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Gemericiknya waktu yang tertinggal.. Aku rindukan Sahabatku, nyayikan lagu-lagu Cinta.. Suara guitar, senyum manis dan canda-tawa.. Pecahkan cahaya bintang diruang depan.. Siapkan sologan atas nama Cinta.. Demokrasi hati mulai bicara.. Kau datang hampiri aku sepenuhnya..! “Hujan telah redah kawan..” katamu, yang dulu pernah ku sakiti..! Benar perinsipmu! Yang namanya sahabat tidak ada yang berhianat..! Tertulis untukmu yang dimana kini?... ( Puisi 3 hari sebelum kau pergi.. ) &lt;/div&gt;     &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2533275937906378481-7334645660715332496?l=bekaspiibdg.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bekaspiibdg.blogspot.com/feeds/7334645660715332496/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2533275937906378481&amp;postID=7334645660715332496' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2533275937906378481/posts/default/7334645660715332496'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2533275937906378481/posts/default/7334645660715332496'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bekaspiibdg.blogspot.com/2007/02/sahabat.html' title='Sahabat'/><author><name>Rakanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15679573818735027142</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2533275937906378481.post-2017460994679371586</id><published>2007-02-28T02:07:00.001-08:00</published><updated>2007-02-28T02:07:37.141-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Religius'/><title type='text'>Beda-Beda</title><content type='html'>&lt;div style="font-weight: bold; text-align: center;" id="subject_103"&gt;           &lt;a href="http://www.persis.or.id/smf/index.php?topic=18.msg103#msg103"&gt;Antara Tradisi, Hukum Tuhan Tipis Peredanya&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Oleh Ibn Ghifarie&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;         &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika memang Islam hadir untuk menghapus "kebodohan" umat manusia menuju jalan lurus yang selamat yang diridoi Allah SWT. Kenap umat islam tak lebih baik daripada non muslim. Mulai dari pendidikan, keterbelakangan ilmu pengetahuan (Iptek) sampai pada persoalan keIman dan takwan pun masih mengidam penyakit akut bernama 'klaim kebenaran'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu kelompok dengan golongan lain, beranggapan bahwa paham merekalah yang paling benar. Di luar batas perhimpuannya sering diangap sesat, hingga kafir. Benarkah sifat dan perbuatan lalim itu di perintahkan oleh Rasul? Tentu saja jawabanya tidak. Lantas apa yang meski kita perbuat, manakala islam berwajah 'ganjil' dalam menyikapi tradisi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemahaman perbedaan pendapat pun harus berubah haluan menjadi laknat daripada rahmat. Lagi-lagi, ruang dialog tak pernaha akrab dalam keseharian kita. Kita hanya bisa menyelesaikan segala persoalan itu dengan meruju kepada hukum Tuhan. Tentunya, pelbagai dalih pun harus rela tuntuk atau sengaja di bakuakn dengan sumber tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, begitu tipis perbedaan antara hukum Tuhan dengan Adat. Namun, kedua-duanya mengajarkan kita supaya berbuat baik kepada dirinya, orang lain dan sekiranya. Jika tak bisa berprilaku arif, maka tinggalkanlah. [Ibn Ghifarie]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Cag Rampes, Pojok Sekre Kere, 21/12;23.56 wib&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2533275937906378481-2017460994679371586?l=bekaspiibdg.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bekaspiibdg.blogspot.com/feeds/2017460994679371586/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2533275937906378481&amp;postID=2017460994679371586' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2533275937906378481/posts/default/2017460994679371586'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2533275937906378481/posts/default/2017460994679371586'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bekaspiibdg.blogspot.com/2007/02/beda-beda.html' title='Beda-Beda'/><author><name>Rakanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15679573818735027142</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2533275937906378481.post-7151275635537831702</id><published>2007-02-28T02:06:00.001-08:00</published><updated>2007-02-28T02:06:47.460-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Religius'/><title type='text'>Perang Akbar</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Perang Akbar; Melawan Hawa Nafsu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Oleh Ibn Ghifarie&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Memerangi hawa nafsu merupakan perang paling akut sekaligus abadi daripada berperang atas nama kepentingan kelompok maupun pribadi. Hingga Iwan Fals berkata dalam liriknya, 'keinginan adalah sumber penderitaan, tempatnya ada dalam pikiran'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, segala bentuk peperangan akan membawa malapetaka yang besar dan keji. Terlebih lagi bagi kaum hawa, anak-anak, orang lanjut usia. Pasalnya, baku hantam antara israel-palestina tak mengenal etika peperangan. Sudah tentu, tempat ibadah, ruang publik; rumah sakit, sekolah, jalan tak boleh menjadi sasaran insiden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, kuatnya keinginan untuk menguasai maka dengan serta merta sistem pelayanan publik pun harus ikut menjadi sasaran empuk.&lt;br /&gt;Pendek kata, berperang melawan hawa nafsulah perang paling besar. [Ibn Ghifarie]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Cag Rampes, Pojok Sekre Kere, 21/12;24.45 wib  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2533275937906378481-7151275635537831702?l=bekaspiibdg.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bekaspiibdg.blogspot.com/feeds/7151275635537831702/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2533275937906378481&amp;postID=7151275635537831702' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2533275937906378481/posts/default/7151275635537831702'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2533275937906378481/posts/default/7151275635537831702'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bekaspiibdg.blogspot.com/2007/02/perang-akbar.html' title='Perang Akbar'/><author><name>Rakanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15679573818735027142</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2533275937906378481.post-2881111989017839838</id><published>2007-02-28T02:04:00.000-08:00</published><updated>2007-02-28T02:05:44.302-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gender'/><title type='text'>Perempuan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Perempuan; Guru Buah Hati&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Oleh Ibn Ghifarie&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lagi, perempuan tak bisa berbuat banyak saat bersentuhan dengan kebiasaan masyarakat. Jangankan untuk berkeyuyuran di tengah malam, bepergian keluar rumah (istri) pun harus di barengi dengan suaminya. Apalagi remaja. Sudah tentu, pembagian ruang publik dan domestik pun tak berlaku lagi di kalangan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat kata, kaum hawa harus tetap berpijak pada 3 tradisi kasur, sumur jeung dapur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski seiring waktu, sepenggal asa dan menjamurnya pemahaman sekaligus aksi gerakan feminisme di kampus. Ternyata, kaum ibu harus rela menjadi guru terbaik bagi buah hatinya di rumah. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;[Ibn Ghifarie]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Cag Rampes, Pojok Sekre Kere, 18/12;21.25 wib&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2533275937906378481-2881111989017839838?l=bekaspiibdg.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bekaspiibdg.blogspot.com/feeds/2881111989017839838/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2533275937906378481&amp;postID=2881111989017839838' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2533275937906378481/posts/default/2881111989017839838'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2533275937906378481/posts/default/2881111989017839838'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bekaspiibdg.blogspot.com/2007/02/perempuan.html' title='Perempuan'/><author><name>Rakanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15679573818735027142</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2533275937906378481.post-1963243198080446176</id><published>2007-02-28T02:03:00.002-08:00</published><updated>2007-02-28T02:04:26.214-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sosial'/><title type='text'>Perut</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Yang Penting Perut Isi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Oleh Ibn Ghifarie&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Adalah para pejabat pemerintah yang telah terlalu lama merasakan penderitaan masyarakat kecil, karena semua ia berlatar wong cilik, hingga dengan seenaknya mereka berusaha memperkaya diri sendirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi, saat mencalonkan diri sebagai pemimpin harus di tebus dengan pengorbanan materi yang melambung tingggi, maka wajar bila ia di kemudian hari berprilaku lalim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, yang dibutuhkan masyarakat sekarang bukan lagi janji-janji bualan semata dengan tektek bengeknya, tapi bagai mana dapur mereka dapat ngepul. Pendek kata, yang penting perut isi, bung. [Ibn Ghifarie]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Cag Rampes, Pojok PusInfoKomp, 20/12;22.36 wib&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2533275937906378481-1963243198080446176?l=bekaspiibdg.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bekaspiibdg.blogspot.com/feeds/1963243198080446176/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2533275937906378481&amp;postID=1963243198080446176' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2533275937906378481/posts/default/1963243198080446176'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2533275937906378481/posts/default/1963243198080446176'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bekaspiibdg.blogspot.com/2007/02/perut.html' title='Perut'/><author><name>Rakanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15679573818735027142</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2533275937906378481.post-6424618288929647915</id><published>2007-02-28T02:03:00.001-08:00</published><updated>2007-02-28T02:03:39.685-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lokasi'/><title type='text'>Gadung</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Cerpen: 03&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Pulau Gadung...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Oleh Ari Suciyanto&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;Seluruh badanku benar-benar lemas... Dan aku ga tau, apa yang mesti aku perbuat saat itu?! Jiwa, hati dan pikiranku mati...&lt;br /&gt;Yang tersisa hanya sebuah rasa bersalah... Pada sebuah penyesalan...&lt;br /&gt;...........................................................................&lt;br /&gt;Mataku tertunduk layu dan malu...&lt;br /&gt;Menatap wajah yang penuh luka...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;***&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Tidak jauh dari tempatku, turun dari angkot... Aku mendengar suara wanita berteriak!&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;"Jambret!!! Jambret!!! Jambret!!!"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kebetulan dari arah depan mataku! Aku melihat seorang laki-laki berbadan kurus lari menuju kearahku, menghindari kejaran masa.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Waaa ini dia Jambretnya..."&lt;/i&gt;Kataku dalam hati...&lt;br /&gt;Tanpa pikir panjang lagi! Aku lansung menghantapkan pukulan kearah wajah laki-laki itu! Dan dia-pun terjatuh, disambut amuk masa yang terlihat beringas!!!&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=""&gt;"Bakar!!! Bakar!!! Bakar!!!"&lt;/span&gt;Suara masa mulai memanas!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untung saja ada seorang anggota ABRI berpangkat SERKA (Sersan Kepala) mencoba mengamankan amuk masa yang sudah tak terkendali lagi...&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;Laki-laki itupun terselamatkan Jiwanya...&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;***&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Aku ga tau kenapa? Beberapa menit kemudian... Laki-laki itu berhasil kabur, dari kerumunan masa yang mulai redah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa yang melihat laki-laki itu! lansung berteriak!&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;"Jambretnya kabur!!! Jambretnya kabur!!! Jambret!!! Jambret!!! Jambret!!!"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian masa panik... Dan langsung mengejar...&lt;br /&gt;Tapi sayang Jambret itu berhasil melarikan diri...  dari kerjaran masa...&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=""&gt;Anjing!!! kabur lagi dia!!!&lt;br /&gt;Coba tadi langsung dibakar!!! Kan ga kecolongan kaya gini!!!&lt;br /&gt;Pake diamanin segala lagi!!! kalo kaya ginikan kebiasaan dia, tar ngulangin lagi, ngejambret lagi!!! Sial!!!&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;(Kata beberapa orang yang kesal dan kecewa)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;***&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;"Makasih Mas... Emang tuh dasar jambret setan! Baru saja saya dan suami saya turun dari mobil... eh langsung dijambret tas saya... untung saja ada mas, kalo ga?! Bisa repot saya, soalnya dalam tas saya banyak surat-surat berharga... Oh ya nih buat Mas..."&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;" lang="IN"&gt; Kata wanita kaya berbadan gendut dengan perhiasan mahal ditangan dan lehernya, yang mencoba menyodorkan uang pecahan Rp 100.000,-&lt;br /&gt;Sebenarnya aku dah nolak, tapi gimana lagi? Wanita itu terus saja menyodorkan uang itu kearahku...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;***&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;2 jam kemudian...&lt;br /&gt;Aku berada dirumah kontrakan kakaku didaerah Bekasi...&lt;br /&gt;Waaa dengan bangga aku menceritakan kejadian tadi...&lt;br /&gt;Dan semua orang yang ada disitu, seperti terlihat tajub mendengar ceritaku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;Aku seperti Pahlawan saat itu!&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;***&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Tak lama kemudian... Akupun beranjak pergi kerumah sakit dikawasan Bekasih yang tak begitu jauh dari tempat kontrakkan kakakku... Menjenguk keponakkanku yang dirawat disana, akibat penyakit Typus...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;***&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Dan setelah sampai dirumah sakit...&lt;br /&gt;Aku mendengar suara tangis seorang wanita...&lt;br /&gt;Spontan saja aku dan saudara-saudaraku menghampiri suara itu...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;***&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Selulur badanku benar-benar lemas... Dan aku ga tau, apa yang mesti aku perbuat saat itu?! Jiwa, Hati dan pikiranku mati...&lt;br /&gt;Yang tersisah hanya rasa bersalah pada sebuah penyesalan...&lt;br /&gt;.......................................................&lt;br /&gt;Mataku tertunduk layu dan malu...&lt;br /&gt;Menatap wajah yang penuh luka...&lt;br /&gt;........................................................&lt;br /&gt;Laki-laki sijambret tadi... mati dengan banyak luka...&lt;br /&gt;Sekujur tubuhnya kotor dan berdarah...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;***&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Ternyata Laki-laki itu... ngejambret tuk menebus obat anak perempuannya yang terserang Mutaber...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;"Laki-laki itu mati, dengan menyisakan banyak luka..."&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;STOP!!! Tuk hari ini!!!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Jakarta, 12/02/2004...&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2533275937906378481-6424618288929647915?l=bekaspiibdg.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bekaspiibdg.blogspot.com/feeds/6424618288929647915/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2533275937906378481&amp;postID=6424618288929647915' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2533275937906378481/posts/default/6424618288929647915'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2533275937906378481/posts/default/6424618288929647915'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bekaspiibdg.blogspot.com/2007/02/gadung.html' title='Gadung'/><author><name>Rakanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15679573818735027142</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2533275937906378481.post-2452148948945612359</id><published>2007-02-28T02:02:00.001-08:00</published><updated>2007-02-28T02:02:44.691-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Silang Rasa'/><title type='text'>Ironi Cinta</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=""&gt;Cerpen: 01 Religius&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt;…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;"&gt;Ketika Cinta Itu Menggeletuk !&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Oleh Ari Suciyanto*&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Sadar atau tidak…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Aku sempat membenci Tuhanku…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Ketika ada Cinta yang membakar hatiku!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Tapi justru dari situlah aku mengenal sifat Tuhanku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Yang Maha Baik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Dan?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Baik sekali…&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style=""&gt;                 &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style=""&gt;                                &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Aduhhhh…&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;kepalaku! Masih terasa “&lt;i&gt;pusing…***” &lt;/i&gt;Mungkin karena terlalu keras terbentur teras ruang tamu tadi pagi, saat aku terjatuh pingsan? Tapi untunglah tidak terjadi geger otak, sehingga aku masih bisa ingat! &lt;i&gt;Siapa dia sebenarnya?&lt;/i&gt; Wanita cantik yang duduk disampingku…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;“Tias…”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt; Masih terlintas jelas dalam benakku, saat pertama kali aku menggodamu, di Halte bus depan Kampus. Dimana saat itu kau benar-benar begitu membenciku, kau lipat wajah ayumu tuju kuncup, karena haram kau lontarkan senyum manismu Untukku! “&lt;i&gt;Huhuiiii…cantiknya, boleh dong! Kita kencan malam ini!”&lt;/i&gt; Godaku, memancing amarahmu dan tanpa sadar! &lt;b&gt;&lt;i&gt;PARRRR!!!!&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; Kau tampar pipiku “Eh! Jaga ya mulut lu! Emang gua cewek apa’an! Dasar ngga punya otak! Katamu yang begitu saja berlalu.. ditelan angkot yang melaju.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 180pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;***&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Malam harinya, setelah kejadian itu, aku benar-benar ngga bisa tidur, bukan lantaran karena aku kesal, karena tamparanmu? Tapi karena&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ada butiran-butiran cinta yang tiba-tiba saja datang menyentuh hati, tanpaku tau sebabnya, setelah siang tadi kau permalukan aku dengan menampar pipiku didepan teman-temanku, di Halte Bus depan Kampus. &lt;i&gt;Oh…cinta kenapa kau datang meremas hati? Kenapa kau tak pernah memberi kesempatan kepadaku untuk&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;memilih, kenapa mesti dia! Kenapa harus dia! Kenapa kok dia! Yang baru saja memberi cap merah dipipiku! Oh…cinta…Oh&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;hh…GU’BRAK!!!&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt; &lt;i style=""&gt;BETE ABIS!!!&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Esok harinya aku menunggumu, di Halte bus depan Kampus, berharap hati, bisa bertemu denganmu. Tapi! &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Lima&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; lelaki menghampiriku “Eh! Lu ya kemarin godain cewek gue ya?! Ayo ngaku!” Kata seorang diantara mereka. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;“Cewek lu, yang mana?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;“Eh! Pura-pura ngga tau lagi!” &lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;BUG!!!&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; Satu pukulan mengarah ke perutku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;“Ayo ngaku! Kemarin lu’kan yang godain cewek gue! Ayo ngaku! Punya nyali juga lu rupanya, ngapain lu ngeliatin gue! Mau ngajak berantem! &lt;i style=""&gt;He!!!&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;BUG!!!&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt; Kali ini aku yang memukul karena aku kesal dengan tingkahnya. Dan tak lama kemudian tiga atau empat pukulan mengarah kemuka dan perutku, ditambah &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;lima&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; pukulan lagi dan tiga tendangan pengabisan, yang membawaku terkapar tak berdaya ditempat itu! Tapi syukurlah sakitku sedikit terobati, ketika seorang gadis manis menghampiri. Memberikan sapu tangan warna biru untuk sedikit membalut luka dibibirku. &lt;i style=""&gt;Ya aku ingat gadis itu!&lt;/i&gt; Gadis itu bernama Desi anak Falkultas Piskologi Semester empat, yang akhirnya menjadi teman terbaikku. Teman terbaik yang mestinya aku cintai, yang mestinya ada disini, ada disampingku, duduk manis…&lt;i style=""&gt;sepertimu saat ini?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 180pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;***&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Persahabatanku dengan Desi semakin lama semakin mengukuh, semakin kuat dan tangguh yang akhirnya membuatku berfikir untuk mencoba memiliki hatinya, hatinya yang putih, bersih seperti kilauwan awan dilangit biru. Ya seperti awan itu! Awan yang sedang berjalan berlahan-lahan di atasmu, indah bukan! Tapi sayang hatinya yang putih dan bersih itu! Akhirnya harus terluka karena aku, yang begitu amat mencintaimu, meskipun aku sadar bahwa kau telah punya seorang pacar yang tanpan dan kaya, tidak seperti &lt;i style=""&gt;aku?&lt;/i&gt;... Yang hanya, seorang anak Tentara berpangkat Sersa kepala. Tapi itulah cintaku yang tidak mau takluk dengan keadaan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;“Tias…”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt; Dulu aku pernah berfikir… untuk memusnakan rasa cinta ini, rasa cinta kepadamu yang pernah mempermalukan aku di Halte bus depan Kampus. &lt;i style=""&gt;Tapi ternyata?&lt;/i&gt; Itu Amat sulit bagiku, karena bayangan wajahmu yang ayu dengan lesung pipimu yang manis, kerap sekali hadir menghantuiku dan menggangguku siang dan malam. Hingga akhirnya aku terbangun dalam sadarku bahwa cinta ini dari Allah SWT dan hanya kepada-Nya cinta ini dikembalikan, karena cinta ini sesungguhnya milik-Nya, milik pencipta langit dan bumi. Sedangkan aku! Hanya seorang manusia biasa yang tak punya kuasa terhadap diriku sendiri. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;“Ya Allah yang Maha pengasih dan Maha penyayang, ya Allah yang Maha kuasa atas segala ciptaanNya, ya Allah yang Maha mengetahui hati, ya Allah yang memberikan cinta? Lindungilah aku ya Allah, dari ke fasiqkan ku! Dan selamatkanlah aku dari rasa cinta ini! Karena sesungguhnya aku tak kuasa menerimanya! Ya Allah berikanlah jawaban kepadaku tentang apa yang ku rasakan saat ini!…Amin ya robal allamin”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt; Itulah doaku, setiap aku mengiatmu!&lt;i style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Alhamdullillah…&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;ketika aku banyak berdoa dan berserah diri dihadapanNya, hatiku semakin tenang, bahkan ketenanganku menumbuhkan keberanianku untuk berkunjung ketempat khosmu, hanya untuk sekedar ucapkan kata &lt;i style=""&gt;maaf&lt;/i&gt; atas ketidak sopananku di Halte bus depan Kampus, waktu itu! Meskipun cowok kerenmu yang bermobilkan mewah itu! Hampir saja memukulku kembali? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;“He! Ngapain lu kesini!” Katanya yang berdiri menantang dihadapanku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;“Sorry mas saya kesini, cuman mau ongmong sama dia!” &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;“Sudah! Sudah! Romy, biarkan aku saja yang ongmong sama dia” Kau mencoba menenangkan pacarmu dan lalu kau hampiri aku. “Mau ngapain lu kesini!” Ucapmu dengan raup muka yang tidak begitu menyenangkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;“Gue datang ke sini cuman pengen minta maaf sama lu! Dan seterah lu! Elu mau maafin gue atau ngga, itu hak lu! &lt;i style=""&gt;Itu saja!&lt;/i&gt;... Selamat malam!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 180pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;***&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Setelah kejadian itu, hari-hariku semakin menyenangkan, karena aku mencoba untuk tidak perduli lagi dengan perasaanku, bahkan waktu di Halte bus depan Kampus sore itu! Ketika kau mencoba mencuri pandang kearahku, &lt;i style=""&gt;aku cuek aja!&lt;/i&gt; Bukan karena aku sombong, tapi memang karena aku tidak ingin lagi berurusan dengan yang namanya…Cinta!!!&lt;b style=""&gt; &lt;/b&gt;( &lt;i style=""&gt;Bete tau ga?!! &lt;/i&gt;) Aku ingin hatiku bebas terbang melintasi luasnya samudra di atas cakrawala-cakrawala jiwaku, meskipun aku terpuruk dalam sadarku bahwa aku masih mencintaimu dan kerap sekali merindukanmu dimalam hari.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;“Ya Allah…salahkah aku? Jika aku membunuh perasaanku sendiri, yang kau hadirkan untukku?&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;...&lt;i style=""&gt;”&lt;span style=""&gt;                                &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;                    &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; text-indent: 36pt; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;***&lt;i style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Pukul 21.35 entah kenapa hatiku ingin sekali berada di Halte bus itu? Seperti ada sesuatu yang akan aku temui disana? Dan tak lama kemudian? Aku melihat sedan hitam.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;Sepertinya? &lt;/i&gt;Aku mengenalinya? Ya aku mengenalinya? &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Sedan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; hitam itu! Milik pacarmu, yang berhenti tak begitu jauh dari Halte bus tempat dimana ku duduk, dan??? &lt;i style=""&gt;BRAKKK!!!&lt;/i&gt; Kau keluar dengan membanting pintu &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Sedan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;, kau berjalan menjauhi dengan tanganmu yang mencoba menghapus air mata yang membasahi pipimu manis dan tak lama kemudian??? Cowok kerenmu keluar lalu belari menghampirimu…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;“Tias! Tunggu! Tias tolong! Dengarkan aku!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;“Dengarkan apa! Dengarkan mulut busukmu itu! Dasar munafiq!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;“Tias aku minta maaf! &lt;i style=""&gt;Aku hilaf…&lt;/i&gt;”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;“He Rom! Kamu kira aku ini cewek apa’an! Jangan mentang-mentang kamu anak orang kaya! lalu seenaknya, kamu mempermainkan aku!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;“Tias!!! “&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;“Pergi Rom! Aku tak ingin lagi melihat mukamu!” &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Kau terus berjalan menghampiri Halte bus, lalu duduk bersama tangismu, yang tak begitu jauh dariku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;“Tias…maafkan aku?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;“Pergi kamu!!! Pergiiii!!!”&lt;b style=""&gt; &lt;/b&gt;Kau dorong pacarmu dan kau usir dia dengan amarahmu, sedangkan aku hanya bisa duduk terdiam tanpa kata dengan mata yang mencoba menghindar dari melihatmu, dan seakan-akan mencoba tak peduli dengan keadaanmu. Sampai akhirnya pacarmu pergi meninggalkanmu… &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Aku yang tak kuasa lagi melihat kau menangis, mencoba menghampirimu &lt;i style=""&gt;“Tias…”&lt;/i&gt; Sapaku memanggilmu, kau lirik aku sejenak &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;dan lalu kau berdiri, kau stop Taxi, tak lama kemudian? Kau tinggalkan aku, tanpa sedikit kau jawab sapaku. &lt;i style=""&gt;“Ah mungkin kau malu dengan ku?” &lt;/i&gt;Pikirku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Dan semenjak kejadian itu, aku tak pernah lagi bertemu dengan mu, di Halte bus atau di kantin Kampus tempat kau biasa singgah dan bercanda dengan teman-temanmu centilmu…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 180pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;***&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Sebulan telah berlalu, tanpa ku sadari aku melihatmu kembali di depan gerbang Kampus dengan tawa yang begitu manis diantara sapa hangat teman-temanmu yang mungkin telah lama merindukanmu… &lt;i style=""&gt;“Seperti aku!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Aku begitu senang saat melihatmu tertawa, karena aku, dapat merasakan betapa kau begitu bahagianya saat itu, dengan senyum ayumu yang tergores indah karena lesung pipimu…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Langkahku berdetak berlahat-lahan melewatimu. Dan??? Kau melirik kearahku!!! Membuat langkahku semakin kaku!!! &lt;i style=""&gt;“Ah…”&lt;/i&gt; Untunglah temanku menyapaku! Dan menghampiriku, &lt;i style=""&gt;kalau tidak?…Huuu…&lt;/i&gt;mungkin??? Aku akan berhenti sejenak, menenangkan debar hati dan melemaskan urat kaki… &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;“Hai! Wan! Kenapa lu? Gua panggil diam aja?” Sapa temanku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;“Ngga pa-pa! gua lagi ngga enak badan aja” Alasanku mencoba menutupi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;“Gua kirain lu! Kesambet! Abis gua lihat lu’ tadi kaya orang bingung?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 180pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;***&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Dalam kelas, aku coba menulis puisi untukmu dan lalu ku kirim kepadamu lewat teman sekelasmu, “&lt;i style=""&gt;Santi!”&lt;/i&gt; Yang kebetulan teman lamaku waktu di SMA. &lt;i style=""&gt;Tapi! Sayang&lt;/i&gt; puisi itu! Tak sampai ketanganmu karena Santi salah mengasikannya, keorang lain. &lt;i style=""&gt;“Ya sudahlah, mungkin lain kali, aku harus lebih jelas lagi memberikan informasi agar puisiku tak salah arah&lt;/i&gt;.&lt;i style=""&gt;”&lt;/i&gt; Dan untuk meninggalkan jejak, aku langsung lari menuruni anak tangga karena aku takut, kau dan teman-temanmu melihatku yang baru saja sembunyi dibalik pintu kelasmu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style=""&gt;                                &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;***&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Hari-hariku semakin tak menentu, karena aku selalu memikirkanmu dan merindukanmu di tambah lagi niat ke dua orang tuaku yang ingin pindah rumah ke &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Semarang&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;, karena urusan dinas yang tak bisa di tawar-tawar lagi. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;“Ya Allah apa arti rasa cinta ini bagiku?&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;... &lt;i style=""&gt;Ya Allah berikanlah aku petunjuk!&lt;/i&gt; &lt;i style=""&gt;Dengan seindah-indahnya nama-Mu…”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 180pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;***&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Dua tahun kemudian, setelah aku jadi Sarjana Ekonomi, aku mencoba mencari kerja di &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;, dengan harapan bisa bertemu denganmu disana? Yang telah lama aku rindukan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Allhamdulillah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;… setelah enam bulan aku di &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;, aku sudah mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan Izasyahku. Tapi sayang aku belum juga menemukanmu. Hampir saja aku putus asa mencarimu, kalau saja aku tidak bertemu dengan teman kelasmu, yaitu &lt;i style=""&gt;Santi…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;“Santi!...” Sapaku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Tak lama kemudian ia terdiam sejenak dan mencoba mengingat-ingat, siapa aku???...Dan tak lama kemudian?... “Iwan!” Sahutnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;“Iya ini aku! Iwan! &lt;i style=""&gt;Ingatkan! &lt;/i&gt;”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;“Iya aku ingat! Kemana aja kamu! Ngga pernah kelihatan?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;“Aku pindah ke &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Semarang&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;’ ikut orang tuaku yang dinas disana? Tapi sekarang aku tinggal di Bekasi, di rumah pamamku, dan bekerja di Senayan.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;“&lt;i style=""&gt;Di senayan?&lt;/i&gt; Berati dekat dong denganku…”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;“Oh ya?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Tak lama kemudian, Santi menceritakan tentang keadaanmu dan ia-pun mengajaku ke tempat kerjamu yang ternyata tak begitu jauh dari tempat aku bekerja. Wahhh…bertapa senangnya aku, mendengar ajakannya itu. &lt;i style=""&gt;Tapi?&lt;/i&gt;... saat aku sampai disana? Kau telah pulang ke &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Bandung&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; dan mengambil cuty selama seminggu, karena akan di jodohkan dengan anak teman lama Ayahmu. Aku yang mendengar cerita itu, langsung tersentak hancur berkeping-keping. Hatiku pecah seperti kaca yang terjatuh dari atas tebing yang curam dan tinggi, dan benar-benar menusuk urat hati, tak ada lagi pijar di hatiku karena kabut perih menutupi. Aku yang tak kuasa lagi, menahan kenyatan ini, mencoba belari menahan perihnya hati…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;“Aku adalah milikmu ya’ Allah… seterah Kau yang Allah… mau Kau apakan aku! Aku tak akan melawan-Mu! &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Karena aku sadar, aku tak akan mampu melawan-Mu! Karena kau maha kuasa atas segalanya&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;.&lt;i style=""&gt; Tapi salahkan bila aku saat ini! Aku meminta kepada-Mu! Untuk Kau buktikan kepadaku, tentang arti kasih sayang-Mu! Ya Allah aku selalu berdoa kepada-Mu! Agar Kau hapuskan rasa cinta ini! Tapi mana? Ya Allah… Kau tak pernah kabulkan doaku! Bahkan cinta itu! Semakin tumbuh dan menyiksaku&lt;/i&gt;.&lt;i style=""&gt; Saat aku berikhtiar untuk meraih cinta itu! Kau malah menghancurkan harapanku, dimana ya Allah kasih sayang-Mu?Yang sering Kau katakan dalam ayat-ayat suci-Mu&lt;/i&gt;.&lt;i style=""&gt; Maafkan aku ya Allah jika saat ini! Aku katakan bahwa aku kecewa pada-Mu!”&lt;/i&gt; Itulah ucapanku di depan pintu Mesjid, saat hatiku benar-benar hancur berkeping-keping tanpa sisa...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 144pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;***&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Sehari kemudian? Aku dapat kabar dari kedua orang tuaku di &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Semarang&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;, bahwa aku diharapkan segera pulang secepatnya, karena aku akan dikenalkan oleh seorang wanita pilihan kedua orang tuaku, dengan hati penuh kecewa kepada Tuhanku, aku melangkah pulang. Dan setelah sampai disana? Bertapa terkejudnya aku! &lt;i style=""&gt;“Ya Allah… Ampunilah aku! Ampunilah aku ya Allah&lt;/i&gt;…&lt;i style=""&gt;” &lt;/i&gt;Tersentak Hatiku, terjatuh pingsan di ruang tamu, setelah aku melihat dirimu berada disamping Ibuku???&lt;i style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Cinta adalah sarana untuk mengenal adanya kekuatan di luar batas kemampuan manusia, sedangkan jodoh adalah bukti adanya kekuatan itu! Yaitu Allah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;SWT. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;*Penulis adalah mantan Ketua Komisariat Parakan Pengurus Daerah (PD) Temanggung Jogyakarta Pelajar Islam &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; (PII) periode 1998/1999. Kini sedang menyelesaikan kuliah di Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Gunadarma &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2533275937906378481-2452148948945612359?l=bekaspiibdg.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bekaspiibdg.blogspot.com/feeds/2452148948945612359/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2533275937906378481&amp;postID=2452148948945612359' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2533275937906378481/posts/default/2452148948945612359'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2533275937906378481/posts/default/2452148948945612359'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bekaspiibdg.blogspot.com/2007/02/ironi-cinta.html' title='Ironi Cinta'/><author><name>Rakanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15679573818735027142</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2533275937906378481.post-5457630445551740181</id><published>2007-02-28T02:01:00.001-08:00</published><updated>2007-02-28T02:01:44.074-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Silang Rasa'/><title type='text'>Tafsir Cinta (6)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bukakan Jendela Entah Pada Jalan Ke-6&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setiap wahyu yang diberikan tuhan pada para nabi. harus diterima penuh dengan kesungguhan iman yang kokoh, benih cinta dan perjuangan panjang. Tentang sejengkal kisah peradaban, tapi kita harus yakin akan datang tangisan-tangisan baru anak kecil, seperti para pujangga yang sering kali diacuhkan pada cerita-cerita cinta dalam sebuah novel-novel, dan kini kata-katanya menjadi kalimat-kalimat abadi, bersahabat akrab dengan para pencinta, tapi, mereka yang iri, memberikan sebuah gelar pada kata yang ditulis dari kejauhan jiwanya, gelar itu, picisan atau murahan, terlalu gombal dan kotor untuk didengar disimpan dalam kejauhan hati.&lt;br /&gt;Tapi walau demikian kitab-kitab waktu mencatatnya, mereka   hidup abadi pada setiap orang-orang yang membaca karya-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah buku-buku harapan memberitauku sehingga cemas, dan jari-jari menulis cepat perasaan yang dibakar api cinta menjadi arang ketulusan kejujuran yang diabaikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingin abadi dengan cinta ini, dan huruf-hiruf kususun berbuah kata, menjadi simbol apa yang ada didekat hati, walau, terkadang satu dari kalimat-kalimat atau paragrap itu, ada yang kelewat satu atau dua huruf yang bisa membuat pusing pembaca-nya, ya, memang seperti itu, seperti aku yang cemas, menunggu cinta dan ketulusanmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kuanggap semua yang kurasa adalah pembelajaran dan proses perjuangan dalam meyakinkanmu, dan kini aku kembali merangkak dari awal lagi, seperti anak SD yang belajar membaca, menulis, mendengarkan,dan menghapal, mengingat, apa yang telah didengar dari sang guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku, yang terus-menerus  belajar tentang cinta, dan sekarang aku belajar mencintaimu dan maukah kau belajar mencintai aku juga.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Entah Sebelas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dirinya yang kubayang, kuharap, kau ramah pada doa-doa, dan mendekap dalam, dengan untaian rantai cinta&lt;br /&gt;Semua kata tulus, untuk Kau, Penguasa hening sekujur resahku&lt;br /&gt;Kuharap, kau maha mengerti. Lagi maha penyayang&lt;br /&gt;Kau, penguasa timbangan, amal dan dosa, ya, atau tidak&lt;br /&gt;kau kini yang kusembah, dan kepada kau aku benar-benar memohon cinta&lt;br /&gt;Berikanlah aku harapan yang rurus&lt;br /&gt;Yaitu, harapan-harapan yang telah engkau anugerahkan dengan tulusnya cinta pada mereka yang kau sayangi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah Duabelas&lt;br /&gt;Dirimu.&lt;br /&gt;Kau, tuhan kecilku&lt;br /&gt;Kitab-kitab cinta ini, tak ada keraguan bagiku , dan jangan kau ragukan.&lt;br /&gt;Dirimu; petunjuk bagiku. Aku yang mengimanimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BERSAMBUNG&lt;br /&gt;Bandung 20-12-2006&lt;br /&gt;(JS Kantara)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;*Penulis adalah Kepala Suku PK-PII Bandung Raya dan sedang kuliah di Jurusan Menegemen Keuangan Syari'ah (MKS) Fakultas Syari'ah UIN (Universitas Islam Negeri) SGD (Sunan Gunung Djati) Bandung.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2533275937906378481-5457630445551740181?l=bekaspiibdg.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bekaspiibdg.blogspot.com/feeds/5457630445551740181/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2533275937906378481&amp;postID=5457630445551740181' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2533275937906378481/posts/default/5457630445551740181'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2533275937906378481/posts/default/5457630445551740181'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bekaspiibdg.blogspot.com/2007/02/tafsir-cinta-6.html' title='Tafsir Cinta (6)'/><author><name>Rakanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15679573818735027142</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2533275937906378481.post-3744709381777440390</id><published>2007-02-28T02:00:00.001-08:00</published><updated>2007-02-28T02:00:32.735-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Silang Rasa'/><title type='text'>Tafsir Cinta (5)</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; text-indent: 36pt; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Sekujur Entah Di Sudut Jalan Ke-5&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Tentang nyeriku, malam sahabat akrab dalam bagian hidup, dan doa tak hati kulempar pada waktu, hari menitipkan kabar pada angin, namun kabar itu menggelitik geli, sunyi, sampai nadi berdendang kencang memukul-mukul malam, agar rindu tak terlalu kalut menahan dingin-nya sikapmu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Sekejap detik masih menghijab aku dan kau, patah perasaan mengelilingi ruh jiwaku yang kini menyaksi kekalutan tentang sejarah hati, tapi nasib ini, tetap menggantung pada timbangan angkuh cintamu, kenyataan, semakin hari semakin nyeri, semakin ngeri kurasa sendiri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Tapi! Walau hati ini nyeri, &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt; kutulis beribu TAFSIR-TAFSIR KAU lewat PUISI-PUISI ENTAH,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;berisi perasaan rindu. Untukmu demi kesucian cinta, kutuluskan jiwa dan demi kesaksian ruh jauhku memujamu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Entah Satu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Entah menatah resah…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Kau.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Lahirkan entah ini,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Menjaringku&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;jujur tentang perasaan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Namun kejujuran terkadang menyakitkan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Di setiap belokan menjadi doa-doa entah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Kini, kutelusuri lorong cintamu, tapi sunyi kudapatkan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Namun hati semakin Kukuh meninggi,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mengurai gelap, membedah tulusmu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;lengkap kenyatan membengkak kecewa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Hari-hari menyuapku lebih bisu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Karma mata jiwa takmau kehilangan sapa, senyumu…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Entah Dua&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Kini kutau…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Kini kutau, kabar burung tentang secuil kisahmu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Waktu yang lewat, menusuk ranah jiwaku, sampai raga lelah terkapar semu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Pada entah, kukailkan harapan padamu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Dan, kau menjadi puja pada doa-doa di ruh jauhku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Kini kuhijrah pada setipis senyumu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Kuharap kau, jangan acuhkan perasaanku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Jangan kau malu, apalagi hindari aku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Senyummu tetap sebagai dasar tafsirku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Tetap__&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Kuingin kau mengerti,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Sebab cinta, mengakar jauh, menusuk erat nurani ini,__&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;sebab hati menitifkan lisan, pada bibir untuk bersikap jujur&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Menunggu ikhlasmu, tak ada kata terlanjur&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Entah Tiga&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Harus kau tau,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Harus kau ketahui, kabar tentangmu yang hinggap ditelingaku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Tapi, tak kuperdulikan, apa kata mereka, Kau harus tau__&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Mereka, ceritakan seulas jejak-jejak kecil, mencaci maki tentangmu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Tapi, aku tak mau tau!...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Taukah kau,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Secepat senyummu menjadi rantai kekokohan penantianku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Agar kejujuran, ketulusan, rindu, dan harapan ini, tak liar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Dan…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Kutunggu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tulusmu, bersenggama dengan cintaku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Bisakah?__&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Cinta tulusmu hanya untuk diriku.___&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Mungkin?...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Atau, Entah?...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Kusandarkan padamu!__&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Entah Empat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Pada bumi yang dicintai&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Lembaran-lembaran hati tetap tertulis nyeri&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Menangkap makna meringkus sepi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Dirimu pecahkan kebekuan ini&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Sependek cerita, tentang udara&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Aku, kau, dan mereka, masih takut dengan kehilangan harapan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Semua itu, sebenarnya sepi kosong.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Tapi, kalut, kadang datang menghibur sekujur tubuh nyeri melengkapi sunyi…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Tersenyumlah, ungkapan halus yang timbul dari penatnya makna&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Tenanglah seulas tulus pastidatang mencabut belenggu yang sudah tak tahan lagi menahan retaknya penantian, dalam tafsir-tafsir entah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Entah Lima&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Aku tak perduli!...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Kau, kalian, dan mereka&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Menertawakan penuh&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Pada diri ini, yang mencintaimu penuh&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Dengan tulusku, aku tetap akan bertahan, walau sampai terkapar,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Meski Cintaku, menepuk-nepuk dada, dengan sebelah tangan kebisuan.&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Entah Enam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Aku____&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Membisu…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Menampa senyummu beku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Tertusuk duri mimpi, guratan luka bertambah nyeri&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Bersit-bersit perih menyayat dada ini,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Hingga air mata, banjiri bumi yang becek&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;dengan rintih dan pedih sigembel&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Dan__&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;perasaan yang tak sampai. Kini tetap tertahan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Bagaikan dedaun didekap erat embun,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Menyimpan berjuta butir-butir air&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Pada pagi dilengkapi mendung.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Dipergantian musim.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Mengawur entah, tabu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Tentangmu semu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Entah Tujuh&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Sekujur entah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Sekujur entah ini keluh&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Menapak pondasi merangkai bangunan puisi dijauh hati&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Pada sepetak tanah kering, rengat oleh kepedihan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Dan jejak-jejak berlubang, dijalan berbelok-belok jauh&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Sampai hati terlalu haus mengubur diam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Meneguk keringat malam, sambil mengusap pipi bertetesan air mata.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Saat rinduku, mengambil bayangmu penuh.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Entah Delapan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Tentang aku merangkak-rangkak&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Meraduh aduh persaan,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Sepi tampamu, dan kukepak-kan sayap-sayap, lara hening tentangmu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Lalu kemanalagi kuselipkan gundah ini&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Karena, gelas-gelas kosong diatas meja telah habis kupecahkan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Dan kemana lagi harus kubuang sampah-sampah rindu__&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Karena, tong-tong sampah disetiap pojok telah dibungkus bisu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Sampai jengkalan kalimat jauh menafsir ayat-ayat tentang diri-nya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Merangkum kisah, yang suatu saat akan abadi dalam putaran abad&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Dan, mungkin kau lebih tau dariku__&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Bahwa hidup ini selalu menyisihkan tanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Menyisakan tanda. Tanya,,,,,,,,.?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Entah Sembilan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Kunisbahkan diri pada sepercik cahaya cinta&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Pada sekuntum bunga yang hidup sekejap mata&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Dari jauh, kucium harum-nya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Sepercik air dan doa kutitifkan pada angin,___&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Lalu, sampaikanlah salam cinta, dari sigembel ini, bilang kini aku menunggu, gila-semakin gila, mecium harum wewangi aura-nya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;KAU,KAU, KAU……………………………………………………………………………………&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;KAU________,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Entah Sepuluh&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Sabda doa untuk tuhan kecil&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Tuhan kecil itu dirinya,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Sambil sila kuputarkan tasbih__&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Nyeri kutumpuk menjadi doa-doa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Kata kususun menjadi paragraf penantian&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Pada keretas-keretas kosong kehampaan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Wahai, tuhan kecilku, bisakah kau &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Kabul&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; doa-ku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Atau kau muak dengan ruku dan sujudku ini, yang bersejadahkan lembaran-lembaran keretas berlukiskan puisi-puisi keluh, yang kau tak mengerti.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Tapi, kuharap kau membacanya lagi berulangkali,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Dan kuharap kau mengerti.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Dan, aku, akan tetap sila menunggu tuhan kecil&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Menghitung doa-doaku,Dalam singga sananya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Dengan teramat sangat kuberharap,-&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;sepercik cinta dia berikan padaku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Ammin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Garamond;"&gt;Bandung&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Garamond;"&gt; 18-12-2006&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2533275937906378481-3744709381777440390?l=bekaspiibdg.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bekaspiibdg.blogspot.com/feeds/3744709381777440390/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2533275937906378481&amp;postID=3744709381777440390' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2533275937906378481/posts/default/3744709381777440390'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2533275937906378481/posts/default/3744709381777440390'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bekaspiibdg.blogspot.com/2007/02/tafsir-cinta-5.html' title='Tafsir Cinta (5)'/><author><name>Rakanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15679573818735027142</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2533275937906378481.post-8347308528448407630</id><published>2007-02-28T01:59:00.001-08:00</published><updated>2007-02-28T01:59:45.217-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Silang Rasa'/><title type='text'>Tafsir Cinta (4)</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Garamond; color: black;"&gt;Sampai Mana Entah Ke-4&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Garamond; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond; color: black;"&gt;Kau biaskan aku,&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Garamond; color: black;"&gt;Pada jejak-jejak perjalanan ini, separuh hari kulacurkan hanya untuk menunggu sebersit senyummu yang terkadang tak kujumpai setiap hari, sebab kenyataan membukus pedih, cemas menggumpal, dalam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;hamparan dada yang sesak karena badai, badai cintamu, kini bayang-bayang membelit jiwa sampai tersesat keranah mimpi paling jauh dilelap tidurku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond; color: black;"&gt;Mengapa cahaya kejujuran, mengusap-ngusap halus auramu, yang terpancar terasa&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;indah untuk kusapa perlahan, walau air mata menetes buah dari rasa nyeriku,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;asal jangan menggores pedih melukaimu, walau sedikitpun.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond; color: black;"&gt;Aku disini bias, tercengang, tak bisa suguhkan seucap kata-kata sapa langsung padamu, maaf, harus kau ketahui bukan kerena aku melu, benci, atau sebagainya, tapi saking aku menahan rindu dan rasa cinta ini yang teramat sangat, aku hanya bisa menahan keremukan hati yang dipaku dipalu, Oleh senyumu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond; color: black;"&gt;Aku kini, entahlah……………………………………………………………………………..?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-family: Garamond; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Garamond; color: black;"&gt;Wahai Entah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond; color: black;"&gt;Wahai__&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond; color: black;"&gt;Aku di sini, dikelilingi seurai bayang,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond; color: black;"&gt;Tentangmu. AKU…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond; color: black;"&gt;Kini, kalut menyelimuti pikir&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond; color: black;"&gt;Berbuah patahan-patahan kata luka&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond; color: black;"&gt;Entah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond; color: black;"&gt;Tentangmu…aku…patah arah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond; color: black;"&gt;Wahai____&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond; color: black;"&gt;Masih tatap kusandarkan,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond; color: black;"&gt;Tentang rindu walau bias dan abu,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond; color: black;"&gt;Aku, semakin semu kelabu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond; color: black;"&gt;Mencoba Berkiblat,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond; color: black;"&gt;padamu terlelap menancap lelah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond; color: black;"&gt;Wahai_______&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond; color: black;"&gt;Tetaplah disana,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond; color: black;"&gt;Dengan tegasmu, buang tulusku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond; color: black;"&gt;Pada tong sampah resah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond; color: black;"&gt;Wahai__________&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond; color: black;"&gt;Tetaplah disana,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond; color: black;"&gt;Jangan toleh aku, yang semakin sakit parah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond; color: black;"&gt;Harus kau tau,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond; color: black;"&gt;Sakit ini bukan karenamu…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond; color: black;"&gt;Tapi separuh sebab meguak tulus dalam jiwa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond; color: black;"&gt;Wahai______________&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond; color: black;"&gt;Bukan karenamu, aku…gila,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond; color: black;"&gt;Tapi, kerena perasaan tulus padamu, membuatku lebih gila.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Garamond; color: black;"&gt;Puisi Entah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: Garamond; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond; color: black;"&gt;Resah semakin membelit&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond; color: black;"&gt;Harapan menggantung pada entah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond; color: black;"&gt;Kulihat kau…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond; color: black;"&gt;Dan, langit seakan dekat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond; color: black;"&gt;Lalu purnama berbisik,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond; color: black;"&gt;Tentang retaknya langit ditambal mendung___&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond; color: black;"&gt;Kelam seperti cinta yang kuraba, kurasa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond; color: black;"&gt;Padat hati ini, semakin sesak oleh rintihan-rintihan kecil tentangmu, bias, sangat bias, jauh kutatap jauh,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond; color: black;"&gt;Dihilir perasaan hening, dingin, mencekam nadi-nadi,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond; color: black;"&gt;Sampai air mata kering, mengendap,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond; color: black;"&gt;Menjadi lumut-lumut penantian. &lt;b&gt;Entah &lt;/b&gt;ber__akhir kapan?...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond; color: black;"&gt;Aku Entahkan Doa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond; color: black;"&gt;Sehelai doa dipersimpangan jalan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond; color: black;"&gt;Menjadi setumpuk sampah busuk&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond; color: black;"&gt;Dipandang enggan, cemas, lesu, penuh beban.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond; color: black;"&gt;Seraut beban itu jujur, menjadi coretan-coretan malam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond; color: black;"&gt;Menjadi sesajen diatas altar kebisuan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond; color: black;"&gt;Menjadi ujung dilabirin keheningan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond; color: black;"&gt;Tetap menggantung dilangit harapan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond; color: black;"&gt;Bandung&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style="font-family: Garamond; color: black;"&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;15-12-2006&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2533275937906378481-8347308528448407630?l=bekaspiibdg.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bekaspiibdg.blogspot.com/feeds/8347308528448407630/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2533275937906378481&amp;postID=8347308528448407630' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2533275937906378481/posts/default/8347308528448407630'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2533275937906378481/posts/default/8347308528448407630'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bekaspiibdg.blogspot.com/2007/02/tafsir-cinta-4.html' title='Tafsir Cinta (4)'/><author><name>Rakanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15679573818735027142</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2533275937906378481.post-9050100994825493302</id><published>2007-02-28T01:58:00.001-08:00</published><updated>2007-02-28T01:58:52.211-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Silang Rasa'/><title type='text'>Tafsir Cinta (3)</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Seentah Bisu, Entah Ke-3&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Dirimu diam dihatiku, kau datang membawa seikat senyum, melintas bagai pesawat tempur. Sekejap melesat seperti rajawali mencakar langit, disaat jingga melempar keganasan sore yang siap menerkam pengemis gila digurun pasir tanpa setetes air atau lemparan bunga, walau layu, dia terkapar lebar pasrah, menunggu orang murah hati menyapa membawanya kejauh pohon rindang. Bangkitkan lelah dari&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;riuh gemuruh angin yang menyakiti luka-luka nyeri dipersimpangan, disisi senyummu menabur sekejap perih&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;harapan, seperti diriku diremang-remang lampu, dihulu magrib menunggu sesosok dirimu, dibawah tiang tanpa dilengkapi bendera seperti aku bisu tak bersama rayu senyummu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Sepi dengan sebatang roko, segelas kopi, yang tetap setia mengakrabi khayal liar&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sampai bulan, serata langit, seretak tanah bergurat, bersama sejuta bintang menertawakan aku yang bisu. Tak apalah, hanya ini yang bisa aku lakukan, menunggu seperti tugu di perbatasan dua pulau dengan remang-remang lampu, dengan serumit permasalahan setumpuk keretas&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang berbeda, walau berdampingan hanya tembok pembatas menjadi tirai perasaan,kita berdekatan. Hanya segaris batas memisahkan, suasana, pesona, irama daung anginnya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;berbeda, seperti aku, kamu, mereka, berdekat akrab melekat pada serpihan-serpihan detik, waktu, hari, siang, malam, berenang pada lengketnya resah, menggauli gundah dengan percikan-percikan airmata seperti hujan setelah magrib seperti yang aku menanti, dirimu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Hanya dengan itu aku mencoba meyakinkan kau yang jauh disana, tahukah kau, kesalnya dada ini, seperti kambing dikandangi, tak bisa melakukan apa-apa. hanya bisa meneriaki jeritan setia dalam kerangkeng kayu-kayu yang dipaku kuat. Walau berusaha mendobrak dengan sepasang tanduk meraduk, menubruk. Tetap, hanya melahirkan sepasang tarian-tarian kalap melelap, melahap. Sama sepertiku, ditali dengan bayang, khayal, mengikat kuat sampai teriak tak lagi mengeluarkan bunyi tangis; saking lelah merayap meyakinkan kamu dalam kukuh, jari jemari yang mengetuk-ngetuk bata hatiku dengan melantunkan nada-nada perih, mengeong-ngeong dengan sepatah kalimat yang gugup melahirkan cemas pada kubangan talu, menjadi hulu menderu, menyiku, dahsyat menatapi dirimu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Tatapan itu tatapan dirimu. Aku, yang terlalu pagi menjemput hangatnya matahari dengan burung-burung melantun siul dan nyanyian, tarian-tarian kepakan sayap berdansa, menjemput waktu-waktu kelabu, menggulung hitam apa? lalu menyusun entah disimpang-simpang, disudut-sudut, aku terpojok dilubang kecil, dengan mungkin, aku tetap terus merayap, berjalan tak peduli duri-duri, menemu siang membakar kulit menghitam, gersang atau disambut mendung, sembari menetaskan percikan-percikan air hujan membesar membasah kuyupkan sekujur tubuh. Mendingin, tak bisa berlari cepat merapat pada rindangnya pohon cintamu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;‘Kau, Ayat-Ayat Perindu&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Sesosok dirimu menjadi paragrap&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Menjadi rima dalam puisi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Kutafsir bagai ayat- ayat mati&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Menjadi hadis penerjemah wahyu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Langkahmu menjadi artefak-artefak&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Kugali, kujengkali&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Seraya berusaha meyakinkan pada naluri&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Bahwa aku _______&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Kini aku menjadi nabi bagimu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Memuja dengan hasrat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Berdoa dalam bisu untuk segurat senyum&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Taukah kau, pujaku!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Kini___&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Seurai rambutmu, sekedip matamu, selebat bulu alismu, sepikuk hidungmu, segurat tebing wajahmu, sepeka telingamu. Semua, seonggok daging bersosok dirimu,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Dan wahyu bagi seorang gembel&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Ayat-ayat dirimu kuhapal, ku-kumpulkan,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Kubaca, agar tak lupa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Dan, akan kuberi tahu pada dunia semampu aku punya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Bahwa, aku menyukaimu!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Jauh dari yang kau tahu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Agar aku, kau, abadi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Dalam tulis yang tak rapi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;seliar kau memilih pendamping hati.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Disini beku, bagai dalam cerita nabi Ibrahim dibakar tumpukan api. Aku pun sama seperti dia yang akan tetap teguh kokoh dengan tulus, walau dibakar rayu-rayu para bidadari yang menggiurkan para jahanam, bersama doa-doa dan sepercik iman yang masih tersisa,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;aku tetap berusaha teguh berkiblat mengimani cintamu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Disimpang Jalan Bisu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Siang menatah resah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Matahari menggantung diharapan semu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Kuukir hari dengan tinta air mata&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Daki semakin pekat dikulit coklat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Lamun bergoyang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Menghantam pilu, nyeri di urat nadi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Diam kupaku kecewa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Di iringan sesak detik kejamnya iri&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Sumpah serapah tak lagi dibaca&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Doa tak lagi menjadi wewangi bunga&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Dedaun terus tumbuh dalam putaran cuaca&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Cakrawala menjadi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tangis kerapuhan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Dada menjadi lautan pasir sesal&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Hati menjadi sejarah hitam yang terlupakan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Langkah tinggal lelah dipersimpangan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Mulut hanya menjadi bungkusan kosong&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Pada untaian jingga dilangit harap&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Mengendap seluruh rasa asa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Dipalung hening kelam dalam bingung&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Aku menjadi diriku!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Namun akhirnya resah dan entah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;(03 Desember 2006)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2533275937906378481-9050100994825493302?l=bekaspiibdg.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bekaspiibdg.blogspot.com/feeds/9050100994825493302/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2533275937906378481&amp;postID=9050100994825493302' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2533275937906378481/posts/default/9050100994825493302'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2533275937906378481/posts/default/9050100994825493302'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bekaspiibdg.blogspot.com/2007/02/tafsir-cinta-3.html' title='Tafsir Cinta (3)'/><author><name>Rakanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15679573818735027142</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2533275937906378481.post-4907394796752602448</id><published>2007-02-28T01:57:00.000-08:00</published><updated>2007-02-28T01:58:03.151-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Silang Rasa'/><title type='text'>Tafsir Cinta (2)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Di Persimpangan Jalan Entah Ke-2&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Aku disini&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;" lang="DE"&gt;Angin kecil mengayun kerinduan tentangmu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;" lang="DE"&gt;Terlihat wajah bercahaya menguak rindu dipesisir hatiku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;" lang="DE"&gt;Satu senyum kucuri dikejauhan kusimpan dalam hati&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Mata yang indah penuh tandatanya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;" lang="DE"&gt;Mungkinkah kau lempar sapa tulus menjahit resah kerapuhan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;" lang="DE"&gt;yang membelit palung jiwa yang kini berserakan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;" lang="DE"&gt;sampai aku tak sanggup lagi menahan rindu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Disini ditemani sunyi penuh&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;bercumbu bayangmu pada pesona&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;sampai langit jiwa retak&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;lalu kucoba tafsir remang tentang perasaan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;oleh ketulusan yang sedikit tersisa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;" lang="DE"&gt;aku yang jauh darimu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;" lang="DE"&gt;tapi aku dekat dengan cintamu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;" lang="DE"&gt;padamu disini aku penuh&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;        &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;" lang="DE"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Dipersimpangan jalan diujung hati perempuan itu, disana burung gereja belajar bernyanyi diatas genting hati, dia duduk bersama angin kecil membawa lagu tentang keindahan perasaan pada hidup yang terlalu pagi untuk dihinggapi, hari senyumilah burung itu sebagai tepuk tangan dengan hati yang lebih jeli yang sekarang belajar terbang menari bernyanyi bersama ayat-ayat rindunya, seperti puisi dan alunan musik biola yang menyat perih perasaanku.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;" lang="DE"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Disana diujung do’a, warna warni pelangi dimusim hujan dipelihara asmara bersama mimpi dimusim kelam menghitam. Kucoba menyelusup ranah hatimu yang terjauh sampai kutiup seruling jiwa dengan kegugupan untuk tenangkan sepiku darimu. Dihamparan dadamu kuingin terus-menerus diam menyelinap kedasar tebing kalbu, bersama iringan lenting tinggi suara hati, jiwa penuh kesungguhan penuh keindahan tampa hayal dan bayang-bayangmu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;" lang="DE"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Dipangkuanmu aku ingin menangiskan semua rindu dipelukanmu aku ingin bercerita tentang jiwa yang resah memasrah tentang semua yang mengendap didada, aku ingin hijrah kepangkuan kalbumu, sambutlah kehampaan hatiku dan buka lebar jendela hati untuk aku berpijak dalam cinta dengan ketulusan dan ijinkanlah aku menari ditengah panggung dan iringi aku dengan irama musik cintamu agar tak sepi hidupku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;" lang="DE"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;" lang="DE"&gt;Aku yang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;" lang="DE"&gt;Kini kugantungkan rinduku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;" lang="DE"&gt;Padamu sambil merayap kucoba selami lautan kasihmu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;" lang="DE"&gt;Semoga tak kelam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;" lang="DE"&gt;Kini kucoba walu luka dan nyeri menguliti diriku sendiri&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;" lang="DE"&gt;Dirimu adalah jiwamu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;" lang="DE"&gt;Yang sulit kutafsir seperti bebatuan malam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;" lang="DE"&gt;Yang menggantung dalam palung jiwaku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;" lang="DE"&gt;Sampai saraf dadaku mengejah kembali&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;" lang="DE"&gt;Tentang asmara dibalik cintamu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;        &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;" lang="DE"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Kau yang hingap, aku yang bergulat dengan andai-andai yang kini menjamah renung, memikir tentang entah yang kini bergetar, takbisa kulempar, bayangmu yang kini telah hinggap menjarah rimba batinku&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;" lang="DE"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;ke-elokan wajahmu memancarkan cahaya terindah menyerang menyambuk, mendera hamparan dada yang kini disesaki dengan harapan yang bergantung seperti do’a yang takterkabul, dimalam kelam ayat-ayat harapan hanya berbuah air mata dingin yang sepi, yang sendiri, aku terpojok dalam sejarh hati seperti sampah disut-sudut malam ditemani remang cahaya lampu kelam dengan suara lenting tinggi jangkrik menghibur disaat sekarat rindu yang semakin merobek- robek.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;" lang="DE"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Aku bersama malam membisu membatu, terhimpit rasa nyeri tapi aku tetap akan berusaha melukis bayangmu menjadi serpihan-serpihan kalimat, seperti nadi tersusun rapi disekujur bungkusan tubuh, ruangan kamar yang sesak dipenuhi tulisan-tulisan dengan tinta air mata sepiku yang kini didayung cintamu sampai resah menjemput, memahat kesungguhan dan tenggelam dilautan cintamu yang kini dibanjiri jeritan pilu, mengaduh-ngaduh seperti suara anak kecil yang tertusuk duri, anak kecil itu aku, dan duri itu harapanku padamu,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;" lang="DE"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;perempuan itu dirimu, kehadiran bayangmu adalah sebuah kompas petunjuk arah untuk aku berkiblat padamu, yang kini kupuja dengan panji-panji, syair-syair hasrat, melekat seperti ayat, doa, menempel kesungguhan kepasrahan keiklasan memanjat tangga iman agar tidak tersesat lagi diranah cinta yang selalu menyakitkan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;" lang="DE"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Kini aku menggugat pada tuhan, tuhan itu adalah dirimu sekarang dan kini aku tersesat kedalam jalanmu dipersimpangan sejarah hatiku, kau mengelakan kesungguhan do’a-do’a yang kini kusandarkan kepadamu, MENGAPA haya itu gugatanku yang kulempar kepada yang esa, setiap detik aku mencoba merayap dengan ketabahan, tapi sampai manakah ketabahan ini berhenti. Ketabahan di kejauhan kalbu, sampai aku pasrah dan, kata entah yang kini menyimpan lelah, harap, cemas cintamu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;" lang="DE"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Taukah kau, seandainya perasaan ini dapat bicara kan aku ucap padamu dengan beribu kesungguhan tentang aku yang mencintai mengharap sapa terindah dari kau pujan, aku yang kini, disini, sendiri bersama padatnya malam berbicara tentang nyeri perih rintih pada sepi yang menyambut sunyi menaburkan air mata dingin, sedingin hatimu kepadaku, dan harapanku kini hayalah mimipi-mimipi digelap yeng terlelap dikubur ditutup disembunyikan dibalik pikiranmu, menjadi kehancuran disisi senyummu, dipersimpangan tangisku pada detik memburu waktu semu, bisu, sepi, tuli, membuta, sedih, teramat sangat, taukah kau untuk mengobati piluku yang teramat ini harus dengan ukiran tulusmu, hanya satu yang kini dapat meluruskan sesatku, dirimu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;" lang="DE"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;" lang="DE"&gt;Kau sangat berharga&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;" lang="DE"&gt;Satu bintang berkelip cahaya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;" lang="DE"&gt;Bersinar kearah bumi mati&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;" lang="DE"&gt;Kutatap matamu, sorotnya kearah hati&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;" lang="DE"&gt;Dada ini, bagaikan merapi berhaburan kawah panas&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;" lang="DE"&gt;Diriku sesak, penuh dengan harap pada kerinduan yang mati&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;" lang="DE"&gt;Yang menunggu terbelenggu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;" lang="DE"&gt;Diriku kini memusat pada arahmu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;" lang="DE"&gt;Tapi tak ada lagi selain berusaha&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;" lang="DE"&gt;Mendongkrak perlahan dirimu yang membatu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Dengan doa dan ayat-ayat cinta&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;" lang="DE"&gt;Demi kesungguhan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;" lang="DE"&gt;Aku menyukaimu penuh&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;" lang="DE"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Aku diam, aku menjerit disini tak ada yang mendengar aku harus tetap berjalan dengan sisa-sisa dera, kemana lagi kaki kutuju bumi kupijak langit aku jung-jung. Mata, kemana lagi kau memandang sapa dan senyum? kemana lagi harus aku lempar pikirku, yang kini hanya retak-retak bergurat dan lisan menjadi tulisan meninggalkan lidah yang berpesan mewakili sekujur tubuh merapuh lelah..................&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;" lang="DE"&gt;Aku tidak tau apa yang harus aku lakukan sekarang, aku yang dituntut membisu hanya bisa bersandar pada kerapuhanku sendiri. Maafkan aku menyayangimu, maafkan aku ingin mencintaimu sederhana, sesederhana aku menyayangi mencintai ibuku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;" lang="DE"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;" lang="DE"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;" lang="DE"&gt;Sebersit senyum&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;" lang="DE"&gt;Senyummu penghargaan terindah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;" lang="DE"&gt;Senyummu membuat rindu meresah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;" lang="DE"&gt;Senyummu diam dihatiku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;" lang="DE"&gt;Senyummu terjaga selalu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;" lang="DE"&gt;Senyummu semoga menyatukan diriku dan dirimu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;" lang="DE"&gt;Senyummu menjadi detik-detik yang kutunggu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;" lang="DE"&gt;Senyummu kehangatan jiwaku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;" lang="DE"&gt;Senyummu kuharap selalu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;" lang="DE"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="font-family: Garamond;" lang="DE"&gt;Bandung 30-11-2006&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2533275937906378481-4907394796752602448?l=bekaspiibdg.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bekaspiibdg.blogspot.com/feeds/4907394796752602448/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2533275937906378481&amp;postID=4907394796752602448' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2533275937906378481/posts/default/4907394796752602448'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2533275937906378481/posts/default/4907394796752602448'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bekaspiibdg.blogspot.com/2007/02/tafsir-cinta-2.html' title='Tafsir Cinta (2)'/><author><name>Rakanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15679573818735027142</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2533275937906378481.post-8783369868941092101</id><published>2007-02-28T01:56:00.001-08:00</published><updated>2007-02-28T01:56:44.676-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Silang Rasa'/><title type='text'>Tafsir Cinta (1)</title><content type='html'>&lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="text-align: center; text-indent: 0cm; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;TAFSIR-TAFSIR RINDU DI PERSIMPANGAN JALAN ENTAH (edisi Revisi)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Oleh JS Kantara*&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="text-align: right; line-height: 150%;" align="right"&gt;&lt;b&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Untuk;______&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="text-align: right; text-indent: 0cm; line-height: 150%;" align="right"&gt;&lt;b&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Tuhan kecil.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="text-align: right; text-indent: 0cm; line-height: 150%;" align="right"&gt;&lt;b&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Yang kuimani dalam persimpangan jalan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="text-align: right; text-indent: 0cm; line-height: 150%;" align="right"&gt;&lt;b&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Dengan keangkuhan-nya, kuanggap sebuah cobaan pada peradaban rinduku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="text-align: right; text-indent: 0cm; line-height: 150%;" align="right"&gt;&lt;b&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Dalam coret hitam sejarah hati yang busuk karena mengendap, dalam tongsampah penantian.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="text-align: center; text-indent: 0cm; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="text-align: center; text-indent: 0cm; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Rindu Disimpang Jalan Entah satu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Sejarah hati, aku ukir kembali pada nisan jantung berdebar, bergetar satu sapa senyum, kutafsir pesan samar tak dapat kupahat, palung jiwa retak hamparan dada merapuh keluh musim yang menggarang gersang dilidah pantai disisi gurun beramuk badai dipojok batu, sipengembala murung digulung bingung disudut garis penuh luka nyeri sampai tangis menjarah batin, tersentuh air mata ini tak terendap lagi, namun hati coba mengarifi agar asa tak menerjang jingga dalam lukisan jiwa keremangan, kata tulus kutulis dekat diatas tebing dibatu cadas, disudut penjuru mengaduk nyeri penuh aduh, disini sendiri bernyanyi sepi, sunyi, berdendang hening, malam di iringi tarian dedaunan yang dibungkus embun melengkapi pesta dipersimpangan jalan, entah, jejak-jejak sejarah hati yang kini semakin luka, kemana lagi berjalan aku kini, dipersimpangan jalan hanya digauli, entah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Apa yang harus kutulis hari ini, pagi yang cerah meludahi aku dengan bayang-bayang semu, sembilu dalam debu berhamburan, seakan dijamah resah mengajak angin untuk bersahabat bersama kebebasan-nya, apa yang kupikir saat detik menjengkal risau, menyambuk, mendera, tentang waktu yang biasa dikenang atau dilupakan dalam angkuh dipergantian musim kerindun.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Doa, hanyalah menjadi tumpukan sampah, dan harapan seperti sejarah hitam yang bersaing dengan irama waktu yang bernada abadi, seperti ucap yang harus dipaksa menjadi prilaku, namun perasaan seakan harus menekan jingga memaksa pada sore, meyakinkan senja, pada magrib yang harus melempar kelam pada sudut hidup semu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Suatu ayat ku-ungkap dianggap sepi, kutulis malam pada keretas senja seperti puisi, kubaca kuakrabi dengan jiwa dan mata hati yang sering menilai dengan keinginan sendiri, tapi sebuah jawab, harus belajar mengarifi realitas yang ada, seperti dedaunan kering kemuning, jatuh berguguran terlempar, terkapar, membusuk lelah ditengah rengatnya jalan aspal hitam memudar, terselip luka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Hanya senyum, semoga kecewa cepat berlalu ditelan waktu walau tak tentu, mungkin hanya segumpal diam yang dapat mengendapkan semua rasa, seperti karang yang tetap teguh memaku menahan gelombang pasang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Bandung 23-11-2006&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2533275937906378481-8783369868941092101?l=bekaspiibdg.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bekaspiibdg.blogspot.com/feeds/8783369868941092101/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2533275937906378481&amp;postID=8783369868941092101' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2533275937906378481/posts/default/8783369868941092101'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2533275937906378481/posts/default/8783369868941092101'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bekaspiibdg.blogspot.com/2007/02/tafsir-cinta-1.html' title='Tafsir Cinta (1)'/><author><name>Rakanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15679573818735027142</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2533275937906378481.post-2121712638713988718</id><published>2007-02-28T01:54:00.000-08:00</published><updated>2007-02-28T01:55:10.159-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sosial'/><title type='text'>Hujan Jadi Malapetaka</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kala Hujan Jadi Bencana&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Oleh Ibn Ghifarie*&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Musim hujan telah tiba. Di bagian dunia yang lain hujan merupakan berkat alam karena membasahi bumi dengan air yang menghidupkan. Di Indonesia, sebagian wilayah menikmati juga hujan sebagai berkat. Tetapi bagi sebagian besar wilayah ini hujan adalah bencana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, ketika musim hujan datang, datang pula malapetaka. Beberapa hari yang lalu 18 warga terkubur di Solok, Sumatra Barat (18/12), karena tanah longsor setelah hujan mengguyur. Di beberapa bagian Pulau Jawa hujan yang disertai angin puting beliung merontokkan rumah-rumah warga.&lt;br /&gt;Di hari-hari mendatang selama musim hujan akan semakin pasti datangnya berita tentang bencana dalam berbagai wujud. Banjir, longsor, topan, gempa, tsunami, gagal panen dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musim bencana kali ini rupanya berawal dari Sumatra. Setelah longsor di Solok Senin malam, Pulau Sumatra diguncang gempa kuat. Sejumlah warga meninggal dan ratusan bangunan ambruk. Belum diketahui apakah gempa yang berpusat di Aceh dan Sumatra Barat itu berkaitan dengan datangnya musim hujan. (Media Indonesia, 19/12)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi-lagi bencana terus silih berganti. Satu daerah korban keganasan alam belum selesai saat rekontruksi dan relokasi warga, nyatnya di belahan yang lain alam menunjukan ke kuatannya. Hingga negara Indonesia di buatnya kalangkabut dan berkali-kali menangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencermati maraknya bencana yang terus menerus mendera Bumi pertiwi, semuanya disebabkan keperkasaan alam, memang sungguh tidak bisa dicegah. Topan, tanah longsor, banjir, dan gempa bumi, misalnya, tidak mampu dihalangi manusia dengan teknologi apa pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya itu, menegemen bencana pun hanya sebatas wacana semata. Padahal, alat cangih atau sistem peringatan sejak dini yang dapat mendeteksi malapetaka dalam kasus letusan gunung merapi, angin topan, tanah longsor dan gempa tsunami sangatlah di perlukan. Haruskah kehadiran sistem peringatan dini di tebus dengan beribu nyawa manusia tak berdosa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun manusia tak dapat mencegah datangnya peristiwa tersebut. Namun, paling tidak, memiliki kemampuan untuk mengurangi dampak dari bencana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah tentu, semua kemurkaan alam itu berawal dari ulah tanagn lamim manusia dan kesombongannya. Hingga merusak sekaligus merauk keuntungan dari tatanan jagat raya ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thus, buanglah sampah pada tempatnya dan mari melestarikan lingkungasn sekiranya. Tak lagi guna mencegah peristiwa yang tak di inginkan. Apalagi dengan tibanya musim hujan di penghujung tahun. Pasalnya, haruskah datangnya musih hujan berubah menjadi bencana? [Ibn Ghifarie]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;*Penulis adalah Ulis (Juru Tulis) Paguyuban Kader Pelajar Islam Indonesia (PK-PII) Bandung Raya dan sedang menyelesaikan kuliah di Jurusan Studi Agama-Agama (PA) Fakultas Filsafat dan Teologi UIN (Universitas Islam Negeri) SGD (Sunan Gunung Djati) Bandung.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Cag Rampes, Pojok Sekre Kere, 19/12;08.25 wib&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2533275937906378481-2121712638713988718?l=bekaspiibdg.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bekaspiibdg.blogspot.com/feeds/2121712638713988718/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2533275937906378481&amp;postID=2121712638713988718' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2533275937906378481/posts/default/2121712638713988718'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2533275937906378481/posts/default/2121712638713988718'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bekaspiibdg.blogspot.com/2007/02/hujan-jadi-malapetaka.html' title='Hujan Jadi Malapetaka'/><author><name>Rakanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15679573818735027142</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2533275937906378481.post-8044403341817487284</id><published>2007-02-28T01:53:00.001-08:00</published><updated>2007-02-28T01:53:52.499-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sosial'/><title type='text'>Beras</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sentralisasi Beras&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Oleh Ibn Ghifarie&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Naiknya harga beras membuat sebagian masyarakat kecil &lt;span style="font-style: italic;"&gt;pontang-panting&lt;/span&gt;. Pasalnya, harus kerja ekstra guna mendapatkan bahan pokok tersebut. Tak berakhir sampai disini, rebutan supaya mendapatakn padi pun tak terelakan lagi. Hingga, nasi aking pula menjadi obat mujarab kelaparan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tengok saja, di daerah Klaten kenaikan harga beras melonjak dratis mulai awal bulan ini. Kemarin, di Pasar Klaten beras Cisadane telah mencapai Rp5.000 per kilogram, Rojolele Rp5.500, Mamberamo Rp5.200, IR-64 Rp5.100, Umbuk Rp5.100, Menthik Wangi Rp5.300, dan beras ketan Rp7.000. (Media Indonesia, 16/12)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konon, di Papua kenaikan harga beras tak terkendali, hingga mencapai 13.000,00-/kg (Metro,16/12). Sudah tentu,&lt;span style="font-style: italic;"&gt; nerekalna&lt;/span&gt; harga beras juga berdampak pada harga bahan kebutuhan pokok (sembako) lainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencermati persoalan pelik itu, pemerintah hanya bisa mengelar pasar murah dan kualitasnya pun di pertanyakan. Benarkah permasalahan kemiskinan itu berawal dari kenaikan harga beras? atau Jangan-jangan ada sistem kearifan lokal yang tak terpikirkan sekaligus di tinggalkan oleh masyarakat akibat globalisasi dan kecangihan ilmu pengetahuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yakni penduduk melupakan tatanan kehidupan pokok suatu daerah tertentu sebagai sumber makanan. Kini, sebagian besar masyarakat Mimika tak lagi akrab dengan makan khasnya (ubi-ubian), tapi semuanya makan beras, sebagai contoh. Padahal, daerah pingiran Irian itu penghasil terbesar biji-bijian. Nyatanya, mereka harus rela tak makan selama beberapa hari, hingga menelan banyak korban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ironis, sungguh ironis. Nusantara yang terkenal dengan subur makmur alamnya, malah menghasilkan kematian tingkat tinggi. Bak ayat mati di lumbung padi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, sentralisasi beras di Bumi Pertiwi ini, hanya dapat menghasil kesengsaraan dan kemiskinan yang akut dan tak kunjung selesai. [Ibn Ghifarie]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Cag Rampes, Pojok Sekre Kere, 17/12;14.17 wib&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2533275937906378481-8044403341817487284?l=bekaspiibdg.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bekaspiibdg.blogspot.com/feeds/8044403341817487284/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2533275937906378481&amp;postID=8044403341817487284' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2533275937906378481/posts/default/8044403341817487284'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2533275937906378481/posts/default/8044403341817487284'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bekaspiibdg.blogspot.com/2007/02/beras.html' title='Beras'/><author><name>Rakanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15679573818735027142</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2533275937906378481.post-2288240707049967567</id><published>2007-02-28T01:50:00.000-08:00</published><updated>2007-02-28T01:51:41.238-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PII'/><title type='text'>Asaz Tunggal</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;Menyibak Pergulatan Azaz Tunggal di Tubuh PII&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center; font-style: italic;"&gt;oleh Admin&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Asas tunggal Pancasila tidak lagi menjadi soal. PII mendaftarkan diri kembali di Departemen Dalam Negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar 250 mantan aktivis PII (Pelajar Islam Indonesia), yang rata-rata berusia setengah abad, berkumpul di Madrasah Tsanawiyah Negeri Desa Kanigoro, Kecamatan Keras, Kediri, Jawa Timur, 18-19 januari silam. Mereka menggelar reuni, sarasehan, sekaligus mengenang kembali Kanigoro Affair, yang terjadi 10 Ramadhan 32 tahun silam. Bendera hijau dan lambang-lambang PII pun kembali berkibar setelah cuti hampir 10 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kanigoro Affair tercatat sebagai sebuah tonggak sejarah yang menandai munculnya gelombang amuk PKI dalam ikhtiarnya membungkam kekuatan nonkomunis. Program mental training yang diikuti 127 kader PII Jawa Timur, 9-17 januari 1965, di Kanigoro pun menjadi salah satu sasarannya. Massa PKI melabrak arena latihan kader-kader santri itu dan melakukan teror. Program organisasi PII itu pun terpaksa dihentikan pada 13 Januari (10 Ramadhan). Para peserta menyingkir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masduki Muslim, 55 tahun, ketua PII Kediri awal tahun 1960, mengaku telah lama merindukan reuni itu. “tapi kok ndak sempat-sempat,” kata Masduki, salah satu pemrakarsa pertemuan ini. Yang istimewa dalam acara tersebut, bendera dan simbol pii secara mencolok dikibarkan dan sejumlah pejabat hadir -di antaranya ialah Kepala Staf Kodam V Brawijaya Brigadir Jenderal Moechdi, Komandan Korem Surabaya Kolonel Syamsul Ma’arif, dan jajaran Musyawarah Pimpinan Daerah (MUSPIDA) Kabupaten Kediri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya PII telah kembali menjadi anak « manis ». Organisasi pelajar islam ini telah mengubah anggaran dasarnya dengan mencantumkan Pancasila sebagai asasnya, dan mendaftarkan diri ke Departemen Dalam Negeri pada 9 Desember lalu,“ini melegakan. Semua peserta sarasehan menyambut gembira. Kami mengharap Pengurus Besar PII menindaklanjutinya agar PII kembali eksis,” kata Masduki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelas tahun lalu, PII adalah salah satu dari sejumlah organisasi berlabel Islam yang menolak pelaksanaan asas tunggal Pancasila yang diamanatkan Undang-Undang Keormasan 1985. Tapi satu demi satu organisasi-organisasi itu menerima asas tunggal, termasuk di antaranya Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI), yang kendati alot akhirnya menyetujui UU Keormasan itu. PII terus bertahan. Sampai tenggat yang digariskan oleh Pemerintah, yakni akhir 1987, PII tetap enggan mengubah anggaran dasar dan rumah tangganya dengan mencantumkan Pancasila sebagai asas organisasi. Keruan saja organisasi pelajar islam itu terhapus dari daftar organisasi kemasyarakatan resmi di departemen dalam negeri. Tapi PII tak pernah bubar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa status sebagai organisasi resmi, roda organisasi PII tentu tersendat. Kantor wilayah PII Jawa Timur di jalan Kupang Panjaan, Surabaya, tampak rombeng. Ketua PII Jawa Timur Mohammad Soddiq mengakui tak tahu jumlah anggotanya. Sejak terpilih maret tahun lalu, ia baru sempat menggelar satu kegiatan, yakni “latihan kepemimpinan” di Sumenep, Madura. Untuk kegiatannya, Soddiq merasa tak bisa meminta izin dari aparat keamanan. “Kami harus diam-diam, kadang nebeng kegiatan NU, Muhammadiyah, atau Al Irsyad,” kata mahasiswa fakultas matematika dan ilmu pengetahuan alam (FMIPA) ITS Surabaya itu. Jumlah cabang PII pun merosot. Sebelum 1987 ada 37 cabang PII di Jawa Timur. ‘’Kini cuma ada 20 buah, dan di situ yang aktif cuma pengurusnya,” kata Soddiq.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasana di kantor pengurus besar PII pun - yang menghuni satu ruang kusam 7 x 8 meter pada satu bangunan tua di jalan Menteng Raya, Jakarta - kurang lebih sama memprihatinkan. Dua buah komputer desktop generasi pertama menjadi satu-satunya barang berharga di kantor itu. Tapi ketua umum pengurus besar PII Abdul Hakam Naja, 30 tahun, kini tampak optimistis. “Kami kini sudah bisa berkiprah kembali,”katanya. Selama 10 tahun belakangan, menurut sarjana biologi kelautan lulusan Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, itu, PII tetap eksis kendati kiprahnya meredup. Bahkan sempat melakukan tiga kali muktamar. Pada muktamar di bogor 1994, PII memutuskan untuk menerima UU keormasan dan mendaftar ke Departemen Dalam Negeri.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mengapa akhirnya PII menerima asas tunggal? dulu, 1987, memang tidak ada satu pendapat di antara kami. Ketika itu umat islam dalam keadaan yang kurang menguntungkan, kata Abdul Hakam. Setelah suasana yang tak menguntungkan itu dianggap berlalu, muktamar pii merasa tak perlu lagi merisaukan ketentuan tentang asas tunggal tersebut. Maka sebagai fungsionaris yang membawa amanat muktamar, Abdul Hakam melakukan konsolidasi kanan-kiri. Hasilnya, dukungan agar PII menerima asas tunggal. Walhasil, Abdul Hakam pun mendaftarkan PII ke Departemen Dalam Negeri, dan disambut dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak lahir hampir 50 tahun lalu, PII dikenal sebagai organisasi yang tertata baik. PII pula yang menjadi pemasok kader bagi abangnya, HMI (Himpunan Mahasiswa Indonesia). Sejumlah alumni PII pun tercatat menduduki posisi penting dalam masyarakat, di antaranya Tanri Abeng (eksekutif di grup Bakrie), Taufiq Ismail (penyair), dr. Imaduddin (tokoh ICMI), Mayor Jenderal Cholid Gozali (anggota fraksi ABRI di DPR-RI), dan Mayor Jenderal (purnawirawan) Z. A. Maulani, Alm. mantan Panglima Kodam Tanjungpura, mantan pengamat politik terkemuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kutip dari: Pth, genot widjoseno, dan saiful anam. Nomor 12/iii, 8 februari 1997&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2533275937906378481-2288240707049967567?l=bekaspiibdg.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bekaspiibdg.blogspot.com/feeds/2288240707049967567/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2533275937906378481&amp;postID=2288240707049967567' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2533275937906378481/posts/default/2288240707049967567'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2533275937906378481/posts/default/2288240707049967567'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bekaspiibdg.blogspot.com/2007/02/asaz-tunggal.html' title='Asaz Tunggal'/><author><name>Rakanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15679573818735027142</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2533275937906378481.post-2841529762942381347</id><published>2007-02-28T01:47:00.000-08:00</published><updated>2007-02-28T01:49:10.205-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PII'/><title type='text'>PII Wati</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;Mengeja PII Wati&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong style="font-style: italic; font-weight: normal;"&gt;Oleh Admin&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong style="font-style: italic; font-weight: normal;"&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Latar Belakang&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada awalnya gagasan Korps PII Wati lahir di Training Centre Keputerian PII se-Indonesia yang dilaksanakan pada tanggal 20-28 Juli 1963 di Surabaya. Suasana duka sangat mempengaruhi TC karena GPII baru saja dibubarkan (10 Juli 1963) dan ditambah bayang-bayang suram mengenai kemungkinan menyusulnya “pembubaran PII”. TC Keputerian tersebut diikuti oleh peserta dari PB, utusan wilayah-wilayah se-Jawa, Sumatra Selatan, Sumatra Utara, Sulawesi Selatan, serta dipandu oleh bagian Kader PB PII (Muhammad Husni Thamrin, Hidayat Kusdiman, dan E. Basri Ananda).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingat latar belakang yang heterogen, peserta training dibagi dalam tiga kelompok/group. Dalam TC berkembang kesadaran kuat untuk meningkatkan peranan dan kualitas kader / kepemimpinan PII Wati, serta menghapus citra negatif peran sebagai sekedar “etalage” atau “pengelola konsumsi”. Sementara fakta dan realita menunjukan bahwa kesempatan bagi puteri untuk mengembangkan diri dan berjuang di PII relatif lebih terbatas dan pendek. Beberapa peserta dari kelompok I (group Aisyah) yang terdiri dari Sri Samsiar (PB PII), Habibah Idris (PB PII), Chaerani Suty (Sumatra Utara), St Robiatun (Jogjakarta), Tuti Gitoatmodjo (Jawa Tengah), Nur Zahara Ansori (Sumatra Selatan), merumuskan gagasan pembentukan suatu wadah alternatif yang diharapkan mampu memacu / mempercepat proses kaderisasi kepemimpinan puteri yang selama ini banyak hambatannya. Inilah embrio gagasan mengenai Korps PII Wati, meski wujud konkrit lembaganya belum sempat dibicarakan lebih lanjut dalam TC itu. Realisasi gagasan itu kemudian dipelopori oleh bagian keputrian PW PII Jogjakarta Besar, yang membentuk Korps PII Wati Jogjakarta Besar pada akhir 1963.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sidang keputerian Muktamar PII X bulan Juli 1964 di Malang, disajikan 2 (dua) prasaran yang mengantarkan terbentuknya secara resmi Lembaga Korps PII Wati. Pertama dari PB PII oleh Sri Samsiar, dan kedua dari bagian keputerian PW PII Jogjakarta Besar yaitu St. Wardanah AR, Masyitoh Sjafei dan Hafsah Said.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;Tujuan Pembentukan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Apa yang ingin diwujudkan oleh Korps PII Wati dirumuskan dengan singkat dalam tujuannya yaitu: ”Terbentuknya pribadi wanita Islam yang konsekwen terhadap prinsip-prinsip Islam” (Peraturan Dasar Pasal III).&lt;br /&gt;Adapun kondisi yang melatarbelakangi lahirnya Korps PII Wati tersirat dalam Muqadimah Peraturan Dasar Korps PII Wati :&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Bahwa perkembangan hidup dan prikehidupan umat Islam Indonesia di dalam menuju ‘Izzul Islam wal Muslimin telah sampai suatu taraf di mana Pelajar Islam Indonesia (PII) sebagai kader Revolusi dan Kader Umat Islam memegang peranan penting dan utama didalamnya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bahwa dalam mengemban amanat tersebut, tidak berbeda tugas dan tanggung jawab antara Putra dan Puteri, kecuali sesuai dengan fitrahnya masing-masing.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bahwa PII di dalam melaksanakan kewajiban tersebut, besarlah peranan PII Wati di dalamnya. Peranan ini perlu dipelihara, dikembangkan, dan dikekalkan, dengan menciptakan konkritisasi, harmonisasi, dan kristalisasi daripada warganya,…” (Prt Dasar Korps PII Wati, 1964).&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;Pembentukan Korps PII Wati tidaklah dimaksudkan untuk memisahkan diri dari PII atau memisahkan PII-wan dan PII-wati secara organisatoris, seperti yang terjadi antara IPNU dan IPPNU. Hal ini ditegaskan dalam memori Penjelasan :&lt;br /&gt;“Dengan terbentuknya lembaga baru ini yang anggota dan pengurusnya adalah Khusus Puteri, sama sekali bukan untuk memisahkan diri dari anggota PII pun lebih dari organisasi PII secara keseluruhan. Tetapi dalam hal ini hanya terbatas akan spesialisasi penggarapan anggota. Diharapkan dengan adanya lembaga ini PII Wati akan mendapatkan kesempatan yang cukup banyak, kesempatan untuk mengembangkan bakat, kesempatan untuk berlatih, merasakan dan melaksanakan tanggungjawab, kesempatan untuk berdiri sendiri tanpa pengharapkan bantuan orang lain, sehingga dari wadah ini akan menghasilkan puteri-puteri Islam yang militan dan konsekwen terhadap prinsip-prinsip Islam”.(Memori Penjelasan Peraturan Dasar Korps PII Wati, 1964).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Status Korps PII Wati adalah merupakan Badan Otonom dari bagian keputerian dalam kepengurusan PII, dan Ketua Bagian Keputerian langsung menjadi Ketua Korps PII Wati. Masa jabatan Korps PII Wati sesuai dengan masa jabatan pengurus PII yang setara (Prt Dasar Pasal IV dan IX). Selanjutnya, lembaga Korps PII Wati mempunyai kekuasaan penuh kedalam, sedang ke luar dilakukan oleh pengurus PII Bagian Keputerian. Di tiap-tiap kota hanya diperkenankan adanya Korps PII Wati yang dibentuk oleh instansi tertinggi yang ada di kota tersebut. (Memori Penjelasan Pasal IV dan V).&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Rapat Pleno PB PII pertama periode 1964-1966 yang dilangsungkan pada tanggal 6 September 1964, selain menetapkan Program Umum PII, antara lain juga menugaskan Sri Samsiar selaku Ketua IV untuk mengkoordinir Bagian Keputerian PB PII dan menindaklanjuti pembentukan Korps PII Wati sebagai Keputusan Muktamar X.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Susunan Personalia Bagian Keputerian PB PII Periode (1964-1966) pada awalnya terdiri dari :&lt;br /&gt;Ketua    : St Habibah Idris&lt;br /&gt;Wakil Ketua    : Mismar Chatib Salami BA (kemudian menikah dan mengudurkan diri)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak sekali kendala dalam proses pembentukan Korps PII Wati di ibukota, karena sulitnya mengakomodasi semua potensi PII Wati di DKI Jakarta, baik PB, Wilayah maupun Cabang, sementara kondisi di ibukota sendiri sangat kompleks. Namun akhirnya Korps PII Wati Jaya berhasil dibentuk dengan ketua yang pertama St. Habibah Idris (Ketua Bagian Keputerian PB PII), dan dilantik oleh PB PII pada tanggal 15 November 1964.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2533275937906378481-2841529762942381347?l=bekaspiibdg.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bekaspiibdg.blogspot.com/feeds/2841529762942381347/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2533275937906378481&amp;postID=2841529762942381347' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2533275937906378481/posts/default/2841529762942381347'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2533275937906378481/posts/default/2841529762942381347'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bekaspiibdg.blogspot.com/2007/02/pii-wati.html' title='PII Wati'/><author><name>Rakanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15679573818735027142</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2533275937906378481.post-3121837160770228746</id><published>2007-02-28T01:46:00.000-08:00</published><updated>2007-02-28T01:47:26.958-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PII'/><title type='text'>Brigade PII</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: center; font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Kilas Balik Brigade&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center; font-style: italic;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="small"&gt;        Ditulis Oleh Korpus Brigade PII periode 2004-2006&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;span&gt;PII dan Brigade PII pada saat timbulnya , adalah sebagai salah satu kesatuan yang tidak dapat dipisah – pisahkan, keduanya adalah anak kembardari pergerakan revolusi 45 dengan tugasnya masing – masing yang tumbuh dengan sendirinya dan bukan karena dibuat-buat apalagi dipaksakan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;      &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;span&gt;Sebagaimana kita dapat memahami dari namanya, Brigade PII, berbentuk klasykaran / ketentaraan, ia merupakan&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;salah satu dari pasukan rakyat yang berjuang melawan penjajah. Brigade PII berjuang saling bahu membahu dengan saudara perjuangan lainnya seperti : TKR ( Tentara Keamanan Rakyat ), TRI Hizbullah, BPRI ( Baris dan Pemberontakan RI ), TRIP ( Tentara Republik Indonesia Pelajar Jawa Timur ) Sabilillah, Tentara pelajar ketentaraan IPPI, TPI ( Tentara Pelajar Islam Aceh ), CM&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Corps – Mahasiswa, CP ( Corps Pelajar Solo ) dan lain sebagainya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;span&gt;Jika melihat saat peresmiannya lahir dari Brigade PII, dibandingkan dari lainnya emang agak terlambt secara Administratif lahir tahun 1947, sedangkan oknum-oknumnya sudah berjuang jauh sebelumnya, yang menamakan dirinya Pelajar / Brigade Pelajar, tetapi bukan berarti semangat jihad dan pejuang pelajar + mahasiswa ketinggalan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;span&gt;Brigade PII bukan pahlawan kesiangan, walau peresmian sudah agak terlambat dua tahun, sebagai mana telah dilontarkan orang-orang yang ingin menghilangkan hak hidup Brigade PII pada waktu itu, berkat pengakuan dari saudara – saudaranya dalam perjuangan fisik Brigade PII mempunyai saudara kembarnya yaitu TPI ( Tentara Pelajar Islam Aceh ), dengan anggotanya sebanyak 12 000 dan langsung dibawah komando Korpus Brigade PII ( pada waktu itu komando dipegang oleh Abdul Fatah Permana ). Diantara pimpinan TPI Aceh ialah Hasan Bin Sulaiman, Hamzah SH, Ismail Hasan Matarem SH.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2533275937906378481-3121837160770228746?l=bekaspiibdg.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bekaspiibdg.blogspot.com/feeds/3121837160770228746/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2533275937906378481&amp;postID=3121837160770228746' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2533275937906378481/posts/default/3121837160770228746'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2533275937906378481/posts/default/3121837160770228746'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bekaspiibdg.blogspot.com/2007/02/brigade-pii.html' title='Brigade PII'/><author><name>Rakanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15679573818735027142</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2533275937906378481.post-8258005346501757629</id><published>2007-02-28T01:42:00.000-08:00</published><updated>2007-02-28T01:44:42.171-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PII'/><title type='text'>Kilas Balik PII</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sejarah PII (Pelajar Islam Indonesia)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Oleh Admin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;PELAJAR ISLAM INDONESIA (PII) didirikan di kota perjuangan Yogyakarta pada tanggal 4 Mei 1947. Para pendirinya adalah Yoesdi Ghozali, Anton Timur Djaelani, Amien Syahri dan Ibrahim Zarkasji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu faktor pendorong terbentuknya PII adalah dualisme sistem pendi-dikan di kalangan umat Islam Indonesia yang merupakan warisan kolonialisme Be-landa, yakni pondok pesantren dan sekolah umum. Masing-masing dinilai memiliki orientasi yang berbeda. Pondok pesantren berorientasi ke akhirat sementara seko-lah umum berorientasi ke dunia. Akibatnya pelajar Islam juga terbelah menjadi dua kekuatan yang satu sama lain saling menjatuhkan. Santri pondok pesantren meng-anggap sekolah umum merupakan sistem pendidikan orang kafir karena produk ko-lonial Belanda. Hal ini membuat para santri menjuluki pelajar sekolah umum de-ngan "pelajar kafir". Sementara pelajar sekolah umum menilai santri pondok pe-santren kolot dan tradisional; mereka menjulukinya dengan sebutan "santri kolot" atau santri “teklekan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa itu sebenarnya sudah ada organisasi pelajar, yakni Ikatan Pelajar Indonesia (IPI). Namun organisasi tersebut dinilai belum bisa menampung aspirasi santri pondok pesantren. Merenungi kondisi tersebut, pada tanggal 25 Februari 1947 ketika Yoesdi Ghozali sedang beri'tikaf di Masjid Besar Kauman Yogyakarta, terlintas dalam pikirannya, gagasan untuk membentuk suatu organisasi bagi para pelajar Islam yang dapat mewadahi segenap lapisan pelajar Islam. Gagasan terse-but kemudian disampaikan dalam pertemuan di gedung SMP Negeri 2 Secodining-ratan, Yogyakarta. Kawan-kawannya yang hadir dalam pertemuan tersebut, antara lain: Anton Timur Djaelani, Amien Syahri dan Ibrahim Zarkasji, dan semua yang hadir kemudian sepakat untuk mendirikan organisasi pelajar Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil kesepakatan tersebut kemudian disampaikan Yoesdi Ghozali dalam Kongres Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII), 30 Maret-1April 1947. Karena banyak peserta kongres yang menyetujui gagasan tersebut, maka kongres kemudi-an memutuskan melepas GPII Bagian Pelajar untuk bergabung dengan organisasi pelajar Islam yang akan dibentuk. Utusan kongres GPII yang kembali ke daerah-daerah juga diminta untuk memudahkan berdirinya organisasi khusus pelajar Islam di daerah masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menindaklanjuti keputusan kongres, pada Ahad, 4 Mei 1947, diadakanlah per-temuan di kantor GPII, Jalan Margomulyo 8 Yogyakarta. Pertemuan itu dihadiri Yoesdi Ghozali, Anton Timur Djaelani dan Amien Syahri mewakili Bagian Pelajar GPII yang siap dilebur di organisasi pelajar Islam yang akan dibentuk, Ibrahim Zarkasji, Yahya Ubeid dari Persatuan Pelajar Islam Surakarta (PPIS), Multazam dan Shawabi dari Pergabungan Kursus Islam Sekolah Menengah (PERKISEM) Surakarta serta Dida Gursida dan Supomo NA dari Perhimpunan Pelajar Islam Indonesia (PPII) Yogyakarta. Rapat yang dipimpin oleh Yoesdi Ghozali itu kemudian memutuskan berdirinya organisasi Pelajar Islam Indonesia (PII) tepat pada pukul 10.00, 4 Mei 1947.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memperingati momen pembentukan PII, maka setiap tanggal 4 Mei di-peringati sebagai Hari Bangkit PII (HARBA PII). Hal ini karena hari itu dianggap se-bagai momen kebangkitan dari gagasan yang sebelumnya sudah terakumulasi, se-hingga tidak digunakan istilah hari lahir atau hari ulang tahun. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2533275937906378481-8258005346501757629?l=bekaspiibdg.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bekaspiibdg.blogspot.com/feeds/8258005346501757629/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2533275937906378481&amp;postID=8258005346501757629' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2533275937906378481/posts/default/8258005346501757629'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2533275937906378481/posts/default/8258005346501757629'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bekaspiibdg.blogspot.com/2007/02/kilas-balik-pii.html' title='Kilas Balik PII'/><author><name>Rakanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15679573818735027142</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2533275937906378481.post-7533185069435363017</id><published>2007-02-20T01:10:00.000-08:00</published><updated>2007-02-20T01:21:16.917-08:00</updated><title type='text'>Wajah Muram</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;Yang Penting Murah...!!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;i style=""&gt;Oleh Ibn Ghifarie&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;i style=""&gt;`Leudz, ari buku paririmbona diduruk. Tapi &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;naha&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; ari pas waktuna neangan anak leungit ka Dukun,`&lt;/i&gt; ungkap Pradewi Chatami, aktivis perempuan Bandung.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;`Nyageurkeunana ge angger ka Dukun,`&lt;/i&gt; tambahnya.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Lontaran kata-kata itu, tentu saja menghentakan perasaanku. Pasalnya, aku sedang terbuai dalam untayan kata-kata Kejamnya Dunia (Trans, 08/02). Semula tak ada jawaban dariku. Kecuali anggukan kepala sebagai pertanda membenarkan anggapan masyarakat. Sejurus kemudian, &lt;i&gt;ngobrol &lt;/i&gt;maraknya dimensi mistis di layar kaca mulai merambah kesana-kemari bak kentut saja. Hingga ke hakikat pemaknaan hidup.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Bayangkan, semula kita enggan dikategorikan sebagai kelompok pinggiran. Tentunya akrab dengan nuansa mistik, &lt;i style=""&gt;elmu-elmu&lt;/i&gt; hitam dan tak rasional. Namun, pada kenyatanya kita malah akrab sekaligus melanggengkan warisan Nenek Moyang. Salah satunya, bila kita terkena musibah bukan di bawa ke Puskesmas atau ke Rumah Sakit, tapi malah di angkut ke &lt;i style=""&gt;embah&lt;/i&gt; Dukun. Seperti yang dialami oleh Pria paruh baya dalam penggelan kisah tragis manusia. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;Alkisah,&lt;/i&gt; di satu daerah terpencil terdapat keluarga bahagia dengan jumlah anak 3 orang. Sebut saja, Eko semula Ia hidup normal dan menjalakan aktivitasnya. Tentunya, ramah akrab, riang dan tak pernah membantah perintah kedua orang tuanya.Namun, tiba-tiba ia berubah total menjadi pemurung, malas, tidur pekerjaanya. Sekedar makan saja rasanya susah dan sulit memang. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Perilaku tak bersahabat itu berjalan sampai tiga bulan. Hingga satu hari Ia berani memukul Ibunya. Sampai mengeluarkan darah segar dari sekujur kepalanya. Ketidakjelasan asal muasal berani melakukan perbuatan lalim. Akhirnya, terjawab sudah mankala sang Bunda membersihkan tempat tidurnya dan menemukan kitab kuat ilmu hitam. Tanpa basa-basi dan berkomunikasi terlebig dahulu kepada &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Suaminya&lt;/st1:city&gt; &lt;st1:state st="on"&gt;Ia&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; membakar jangjawokan tersebut. Karena dalam pikiranya kibat inilah yang membuat buah hatinya menjadi waras. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;Walhasil,&lt;/i&gt; pergi ke Embah pula menjadi harapan terakhir keluarganya. Sebab Eko tak pernah pulang ke rumah dan bisa mencapai beberapa bulan. &lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Ironis memang. Namun, inilah wajah muram masyarakat tak berpendidikan. Alih-alih murah dan tak punya biaya pun menjadi &lt;i style=""&gt;jurus pamungkas&lt;/i&gt; dalam menyehatkan segala penyakit ke Para Normal. Tentu saja, membuat miris sebagian kelompok. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Obrolan menjelang siang&lt;/i&gt; pun, mulai tak ramai, hingga satu persatu meninggalkan ruang Diskusi LPIK (Lembaga Pengkajian Ilmu Keislaman) &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Bandung&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;. Terlebih lagi, saat kawan yang lain memangilnya &lt;i style=""&gt;'Dahar, dahar, dahar euy. Sangu geus asak yeuh!'.&lt;/i&gt; Semuanya, sirna dihadapan tumpukan nasi putih dengan seonggok &lt;i&gt;bala-bala &lt;/i&gt;Alakadarna. [Ibn Ghifarie]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Cag Rampes, Pojok Sekre Kere, 08/02;10.56 wib&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;table border="0" cellpadding="4" cellspacing="4" width="100%"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                       &lt;td class="judulpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;      &lt;tr&gt;                       &lt;td class="tanggalpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                       &lt;td class="isipost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2533275937906378481-7533185069435363017?l=bekaspiibdg.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bekaspiibdg.blogspot.com/feeds/7533185069435363017/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2533275937906378481&amp;postID=7533185069435363017' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2533275937906378481/posts/default/7533185069435363017'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2533275937906378481/posts/default/7533185069435363017'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bekaspiibdg.blogspot.com/2007/02/wajah-muram.html' title='Wajah Muram'/><author><name>Rakanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15679573818735027142</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
