Showing posts with label Religius. Show all posts
Showing posts with label Religius. Show all posts
Wednesday, February 28, 2007
Beda-Beda
Jika memang Islam hadir untuk menghapus "kebodohan" umat manusia menuju jalan lurus yang selamat yang diridoi Allah SWT. Kenap umat islam tak lebih baik daripada non muslim. Mulai dari pendidikan, keterbelakangan ilmu pengetahuan (Iptek) sampai pada persoalan keIman dan takwan pun masih mengidam penyakit akut bernama 'klaim kebenaran'.
Satu kelompok dengan golongan lain, beranggapan bahwa paham merekalah yang paling benar. Di luar batas perhimpuannya sering diangap sesat, hingga kafir. Benarkah sifat dan perbuatan lalim itu di perintahkan oleh Rasul? Tentu saja jawabanya tidak. Lantas apa yang meski kita perbuat, manakala islam berwajah 'ganjil' dalam menyikapi tradisi?
Pemahaman perbedaan pendapat pun harus berubah haluan menjadi laknat daripada rahmat. Lagi-lagi, ruang dialog tak pernaha akrab dalam keseharian kita. Kita hanya bisa menyelesaikan segala persoalan itu dengan meruju kepada hukum Tuhan. Tentunya, pelbagai dalih pun harus rela tuntuk atau sengaja di bakuakn dengan sumber tersebut.
Padahal, begitu tipis perbedaan antara hukum Tuhan dengan Adat. Namun, kedua-duanya mengajarkan kita supaya berbuat baik kepada dirinya, orang lain dan sekiranya. Jika tak bisa berprilaku arif, maka tinggalkanlah. [Ibn Ghifarie]
Cag Rampes, Pojok Sekre Kere, 21/12;23.56 wib Selengkapnya......
Posted by
Rakanda
at
2:07 AM
0
comments
Labels: Religius
Perang Akbar
Perang Akbar; Melawan Hawa Nafsu
Oleh Ibn Ghifarie
Oleh Ibn Ghifarie
Memerangi hawa nafsu merupakan perang paling akut sekaligus abadi daripada berperang atas nama kepentingan kelompok maupun pribadi. Hingga Iwan Fals berkata dalam liriknya, 'keinginan adalah sumber penderitaan, tempatnya ada dalam pikiran'.
Dengan demikian, segala bentuk peperangan akan membawa malapetaka yang besar dan keji. Terlebih lagi bagi kaum hawa, anak-anak, orang lanjut usia. Pasalnya, baku hantam antara israel-palestina tak mengenal etika peperangan. Sudah tentu, tempat ibadah, ruang publik; rumah sakit, sekolah, jalan tak boleh menjadi sasaran insiden.
Namun, kuatnya keinginan untuk menguasai maka dengan serta merta sistem pelayanan publik pun harus ikut menjadi sasaran empuk.
Pendek kata, berperang melawan hawa nafsulah perang paling besar. [Ibn Ghifarie]
Cag Rampes, Pojok Sekre Kere, 21/12;24.45 wib
Selengkapnya......
Dengan demikian, segala bentuk peperangan akan membawa malapetaka yang besar dan keji. Terlebih lagi bagi kaum hawa, anak-anak, orang lanjut usia. Pasalnya, baku hantam antara israel-palestina tak mengenal etika peperangan. Sudah tentu, tempat ibadah, ruang publik; rumah sakit, sekolah, jalan tak boleh menjadi sasaran insiden.
Namun, kuatnya keinginan untuk menguasai maka dengan serta merta sistem pelayanan publik pun harus ikut menjadi sasaran empuk.
Pendek kata, berperang melawan hawa nafsulah perang paling besar. [Ibn Ghifarie]
Cag Rampes, Pojok Sekre Kere, 21/12;24.45 wib
Posted by
Rakanda
at
2:06 AM
0
comments
Labels: Religius
Subscribe to:
Posts (Atom)